MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Imaji Borobudur


Ini dua dari puluhan foto sisi-sisi menarik dari Candi Borobudur yang sempat saya abadikan dengan kamera ponsel beberapa hari lalu.Mengenai Borobudur ini, perjalanan saya kesana bermula pada sebuah undangan untuk menghadiri acara pertemuan di Hotel Borobudur.

Hotel Borobudur menghadirkan ragam karya seni arsitektur nan wah juga moderen. Tiap sisi-sisi bangunan hotel ini dihiasi dengan karya seni kontemporer berkualitas tinggi, memukau mata tentunya.Tadi siang, di kampus, saya terlibat obrolan dengan seorang adik leting, kami saling menyapa karena lama tak berjumpa. Dalam obrolan singkat kami itu, ia bercerita jika dirinya minggu lalu selama enam hari mewakili kampus untuk menghadiri pertemuan kebudayaan di Jakarta, tepatnya juga di Hotel Borobudur.

Dalam penjelasan adik leting saya itu, sepertinya ia memiliki persepsi yang sama dengan saya mengenai hotel itu, karya seni dan desainnya memukau.Seperti yang saya tuliskan di awal tadi, foto yang ada dan menyertai tulisan ini adalah foto beberapa sisi dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Berbeda dengan contemporary art yang dihadirkan oleh Hotel Borobudur, karya seni yang dihadirkan dalam hiasan yang ada di tiap sisi candi Budha terbesar di dunia ini adalah karya seni purba yang telah berumur ribuan tahun. Yang dihadirkan disini adalah pertautan antara karya seni dan semangat religiusitas, pertautan antara keindahan dan nilai ketuhanan dalam perspektif buddhism.Ketika menemukannya di tahun 1814, Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjadi gubernur jenderal kerajaan Inggris di tanah Jawa langsung terpesona dan memerintahkan bawahannya untuk membersihkan dan memugar bangunan batu terbesar milik umat buddha ini.Kini, di zaman modern ini, Borobudur menjadi simbol akan sebuah prestise, dari turisme hingga kemewahan. Minggu lalu kebetulan saya larut dalam kedua hal ini, menikmati kemewahan Hotel Borobudur beserta kemolekan nilai wisata yang dihadirkan Candi Borobudur.

Raffles itu pencinta hal yang detail, ia adalah penemu dan pemberi nama Borobudur, objek wisata paling terkenal di Indonesia ini. Ia adalah orang asing yang paling banyak mengoleksi data dan manuskrip tentang Jawa. Bagi saya, dengan Histori Of Java-nya, ia telah sah dan resmi menjadi empunya Jawa, seperti empu-empu termahsyur pengarang kitab-kitab nan menjadi sumber inspirasi para pendiri negeri ini.

Malam ini, di Komunitas Salihara Jakarta, ada diskusi tentang Raffles. Mungkin mereka disana sedang larut dalam mendiskusikan Raffles dalam berbagai sudut pandang, dari ia yang menjadi legenda botanical, perencana dan pendiri kota, tokoh militer besar, jenderal lapangan, sejarahwan, penemu, kolektor seni dan benda purbakala, penulis hebat hingga indonesianis modern.

Saya, adik leting saya dan Raffles adalah penikmat mahakarya seni Borobudur. Raffles mencintai kemahsyuran seni ukir kualitas tinggi yang dihadirkan candinya, sedangkan adik leting saya mengagumi kemolekan kedetailan bangunan hotel yang menggunakan namanya, sedangkan saya ingin mencoba menikmati kedua-duanya.

Bagi saya, Raffles tak pernah salah menamai bagunan ini dengan nama Borobudur, Budur yang artinya tinggi menjadi penanda tingginya kualitas karya seni yang dihadirkan manusia purba, kala itu, begitu juga di zaman kini dalam balutan marmer-marmer bening dan berwarna putih susu di ibu kota negara, kita.

Borobudur hanya memiliki dua Tuan, yang pertama adalah sang Buddha yang fotonya menyertai rangkaian kalimat ini, dan tuan yang satunya lagi Adalah Raffles, peletak simbol kejayaan sejarah, developmentalism, hingga peletak standart bahwa menjadi detail sebagai manusia adalah hal nan amat penting.

Nb: foto diatas adalah dua foto mengenai Buddha, yang satu berupa arca dan satunya lagi relief.

Foto dan rangkaian tulisan ini diabadikan menggunakan ponsel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 November 2012 by in Kontemplasi and tagged , , , , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: