MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Linguis dan Bahasa


bahasa

Bagi para Linguis, semua yang ada di dunia ini adalah bahasa. Termasuk asal mula lahirnya ilmu pengetahuan. Misalkan dalam kelahiran Matematika. Matematika lahir karena makna kata/bahasa adalah sesuatu yang abstrak, sehingga ada individu yang berusaha untuk mewujudkannya dengan angka (number), sehingga munculah Matematika.

Kehadiran Matematika yang bersumber dari Bahasa mewakili ketidaksanggupan bahasa untuk memunculkan eksistensinya. Disini, Matematika menjadi peneguh dan penjelas dari eksistensi Bahasa, sedangkan Bahasa itu sendiri adalah kenyataan akan keberadaan kaidah-kaidan esensial dari sumber asal keilmuan.

Struktur, symbol, tanda, konflik, kebudayaan. Kesemua itu lahir dari tafsiran akan keberadaan Bahasa. Tafsiran itu melahirkan persepsi yang berbeda-beda, yang pada akhirnya ketika tak mampu dicarikan titik temu antara beberapa persepsi yang berbeda dalam melihat sesuatu, maka yang hadir adalah konflik/pertentangan/masalah baru.

Dalam Bahasa, orang-orang menggunakan Hermeneutic untuk menafsirkan dan mencari suatu kebenaran yang menurut mereka masih utuh. Menggunakan Semiotik untuk membaca setiap tanda “sign” yang ada di setiap penjuru dunia, untuk dicari apa makna yang ada di baliknya. Menggunakan Matematika, untuk membantu Bahasa dalam menafsirkan bentuk-bentuk lain yang lebih “eksistensialis” dalam kehidupan manusia berupa angka-angka.

Suatu ketika, Richard Rorty pernah berujar begini ; “Tell me about something outside language, and I’ll believe you!”. Rorty menantang kita untuk menjelaskan sesuatu hal selain Bahasa kepada ia, agar ia bisa mempercayainya.

Sepertinya, apa yang dikatakan oleh Rorty itu benar. Kita tak bisa menceritakan sesuatu/apapun di dunia ini tanpa menyentuh dimensi Bahasa. Ada yang mengatakan, jika diam itu juga bahasa. Diam menjadi tanda atas sesuatu hal, baik sebagai ungkapan tentang tak ingin peduli, hingga ditafsirkan sebagai ungkapan akan perlawanan. Jika diam saja adalah Bahasa, apalagi berbicara.

Terkadang apa yang dikatakan oleh para Linguis itu benar juga. Jika semua ilmu yang ada di dunia adalah perwujudan dari bahasa. Bahkan Matematika sekalipun juga lahir dari keberadaan Bahasa.

Di dunia ini, banyak konflik yang terjadi hanya karena perbedaan tafsir dalam memaknai satu-dua patah kata. Orang-orang berperang karena ketika tak selesai menafsirkan makna bahasa dari pihak lain sehingga menjadikannya lawan yang pada akhirnya melahirkan pertentangan.

Muda Bentara

February 14, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 Februari 2012 by in Prime and tagged , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: