MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Apple dan The Power of Brand


stevejobs_apple2-2

Anda pemakai tas Louis Vuitton walaupun edisi KW 1? Anda penyuka produk ZARA milik Armancio Ortega, pria Asal Spanyol yang menduduki posisi nomer 7 manusia terkaya di dunia itu?. Baru-baru ini, Interbrand, salah satu lembaga pemeringkat merek terbaik di dunia telah mengeluarkan rilis terbaru Rangking 100 Top Brand di dunia ( 2011 Ranking of the Top 100 Brands). Daftar brand yang masuk meliputi seluruh lini bisnis, dari Internet hingga transportasi, dari perbankan hingga layanan finansial.

Dari rilis ranking top brand yang dilansir oleh Interbrand ini, ada brand yang posisinya naik dan ada juga yang turun. Posisi pertama tahun ini diduduki oleh brand Coca Cola disusul oleh IBM, Microsoft, Google, General Electric, Mc Donald, Intel, Apple, Disney, HP.

Bagi saya, yang mengejutkan dari rilis daftar rangking top brand ini adalah kenyataan bahwa daftar 10 besar brand terbaik di dunia diraih oleh perusahaan asal Amerika Serikat. Lebih hebatnya lagi, dari 10 besar tobrand terbaik dunia itu, enam diantaranya adalah brand di bidang industri teknologi komputer.

Sebenarnya ini tidaklah begitu mengejutkan. Di tahun 2008, saat resesi ekonomi begitu parah melanda Amerika, perusahaan yang tetap bisa survive hanyalah perusahan berbasis industri teknologi komputer. Di tahun 2008, pemerintah Amerika terpaksa mengganggarkan anggaran ribuan milyar dolar hanya untuk menyelamatkan (buyout) industri investasi semisal Goldman Sachs, Lehman Brothers, AIG dan industri otomotif seperti General Motor dan Chrysler.

Industri teknologi adalah industri kreatif. Kebutuhan akan produk dari industri ini telah menjadi kebutuhan pokok setiap manusia. Mau tidak mau semua orang akan bersentuhan dengan produk dari industri ini saban hari.

Kembali ke bahasan rilis terbaru Interbrand. Ada satu hal lagi yang menarik bagi saya, yaitu perihal point peningkatan nilai brand dari semua merek yang ada di rangking top brand milik Interbrand ini. Peningkatan nilai brand tertinggi kali ini tetap diduki oleh perusahaan asal Amerika, perusahan industri teknologi, Apple.Inc.

Tahun lalu, dalam rilis top brand Interband, Apple menduduki peringkat ke 17. Kini Apple bertengger di peringkat 8 top brand dunia. Interbrand menulis jika peningkatan nilai merek Apple adalah sebanyak 58%, melampau Google yang hanya 27% dan Microsoft yang malah minus 3%.

Bagi saya, peningkatan nilai brand Apple adalah sesuatu yang bisa dikatakan special. Di tengah serangan gempuran banyak produk perusahaan terhadap produk Apple, peningkatan nilai brand ini tentu menjadi sesuatu hal yang rumit untuk dijelaskan.

Apple adalah perusahaan teknologi yang begitu fokus. Industrinya dibangun diatas monopoli akan ekslusivisme produk. Semua merek dagang yang dimiliki oleh Apple memiliki kekuatan brand yang luar biasa. Orang-orang tak akan menyebut iPhone dengan sebutan handphone, walaupun kenyataannya iPhone adalah handphone. Pengguna MacBook tak akan menyebut MacBook mereka dengan sebutan Laptop, walaupun kenyataannya MacBook juga laptop. Hal ini sama seperti yang terjadi pada iPod yang tidak disebut MP3 player, iPad tak disebut PC tablet dan iMac yang tak disebut PC.

Merek apple hadir dengan ekslusivitasnya masing-masing dan itu terbentuk dari kepuasan dan tradisi mrketing word of mouth yang dilahirkan oleh pelanggannya.

Interbrand tak salah jika menyebut Apple sebagai produk dengan pertambahan nilai brand tertinggi di dunia. Kenyataannya kini, menurut rilis Forbes di akhir tahun 2011, nilai market
value Apple berkisar 324,3 milyar dolar. Ini mengalahkan Microsoft yang nilai market valuenya 215.8 Milyar dolar. Jika Interbrand mengeluarkan rilis jika peningkatan nilai brand Apple adalah yang tertinggi di dunia, maka dalam rilis Forbes, mereka menyebutkan jika nilai market value Apple adalah yang tertinggi di dunia dari perusahaan teknologi manapun.

Tak hanya menjadi penguasa market value tertinggi di ranah perusahaan teknologi. Dalam rilis Forbes juga disebutkan jika Apple adalah perusahaan dengan nilai market value nomor dua tertinggi di dunia setelah ExxonMobil, perusahaan eksplorasi minyak terbesar di dunia asal Amerika Serikat yang memiliki nilai market value sebesar 407.2 milyar dolar.

Jika dibandingkan jumlah total aset yang dimiliki antara Apple dan ExxonMobile. Nilai Aset Apple adalah 1/4 dari total aset yang dimiliki oleh Exxon sebanyak 302.5 milyar dolar. Kini aset Apple berkisar 86.7 milyar dolar. Jika membandingkan total aset dan market value, maka bisa dikatakan jika Apple kini adalah perusahaan dengan nilai market value tertinggi di dunia.

Kadigdayaan Apple hadir setelah keterpurukan hebat di tahun 1997 yang membuat nilai saham mereka anjlok drastis di bursa Nasdaq. Kini setelah keterpurukan itu, Apple adalah perusahaan produsen hardware dan software komputer, telepon seluler, dan bisnis musik online.

Kini, untuk menghadapi kedigdayaan Apple, banyak perusahaan yang bekerja sama. Google merilis Android hanya untuk menyaingi kedigdayaan iOS yang dimiliki oleh iPhone yang dimiliki oleh Apple. Google bekerja sama dengan Samsung untuk mengeser pangsa pasar Apple. Kerja sama mereka menciptakan produk teknologi ponsel terbaru dimana Android di budling dalam setiap ponsel smartphone Samsung terbaru.

Kini, di ranah ponsel, Apple baru mengeluarkan 5 jenis produk iPhone sejak tahun 2008. tapi bagi Samsung, dalam waktu dua tahun belakangan ini, mereka telah merilis puluhan jenis ponsel Android untuk mengeser pangsa pasar iPhone milik Apple di pasar global.

Untuk menggeser pasar iPhone, Android diciptakan sebagai platform operating sistem open source sehingga bisa digunakan oleh ponsel low end sekalipun. Google bekerja sama dengan berbagai merek perusahaan ponsel untuk mengalahkan dominasi iPhone di ranah smartphone.

Tentu, dalam melihat Apple, kita tidak bisa melupakan seorang yang berada dibalik kehadirannya. melihat Apple adalah melihat Steve. Steve membangun Apple dari nol, dari keterpurukannya akibat kenyataan jika ia di drop out dari kampusnya. Steve membuat Apple yang berawal dari industri yang berkantor di garasi menjadi perusahaan yang memiliki nilai market value tertinggi di dunia.

Melihat sosok Steve, sama seperti melihat sosok Miranda Priestly yang diperankan oleh Meryl Streep di film The Devil Wears Prada. Di film itu sosok Miranda digambarkan sebagai sosok pribadi yang begitu perfeksionis yang tak kenal ampun. Ia harus mendapatkan apa yang ia inginkan, apapun caranya.

Di China, dampak dari perfeksionisnya Steve menyebabkan karyawan pabrik Apple di China disebut hingga tak sempat menceritakan tentang kondisi pabrik tempat kerjanya bahkan kepada istrinya sekalipun, walaupun di tempat tidur. Beberapa waku lalu seorang wartawan salah satu media di China dituntut oleh Apple hanya karena menulis tentang alur suply komponen produk untuk pabrikan Apple. Bagi Apple, laporan wartawan itu adalah tebakan dan asumsi belaka. Bagi mereka, tak satupun orang yang mengetahui darimana pabrik mereka memasok komponen produk-produknya.

Beberapa waktu lalu, Apple bermasalah dengan Adobe. perusahaan pembuat software desain dan aplikasi flash. Perseteruan ini tidak membuat Apple kalah dengan Adobe. Apple membatalkan kerja sama untuk menggunakan aplikasi flash di setiap produk-produknya.

Perseteruan ini melahirkan keputusan baru. Apple menciptakan sendiri aplikasi flash untuk setiap produk-produknya.Jika ada yang bertanya perusahaan apa yang memproduksi produk hardware dan softwarenya sendiri di dunia ini, jawabannya adalah Apple. Apple menciptakan komputer Machintosh di dekade 80-an. Mereka menciptakan Macintosh beserta operating sistemnya. Apple menciptakan iMac beserta OS X. Apple menciptakan iPod beserta industri musik iTune. Apple menciptakan iPhone beserta iOS dan Apple store.

Kini Apple store adalah toko aplikasi online terbesar di dunia dan iTune menjadi penguasa industri musik nomer 1 di dunia walaupun pangsa pasarnya adalah online. Industri musik iTunes milik Apple mengalahkan major label recording company manapun di dunia ini.

Apakah HP, Google, Microsoft, IBM, Dell, Samsung, Sony Ericsson, Intel, Oracle bisa seperti itu?

HP, IBM, Dell, Sony Ericcson, Intel, Samsung adalah perusahaan yang hanya menghasilkan produk teknologi dan tidak menciptakan Operating System sendiri. Sedangkan Google, Microsoft, Oracle adalah perusahaan yang terfokus pada perangkat lunak berupa Operating System tapi tidak merambah produk hardware.

Apple melampaui kehebatan semua perusahaan industri teknologi maupun industri manapun yang ada. Apple menciptakan produk hardware dan hardware buatan mereka hanya diperuntukkan penggunaannya untuk digunakan bersamaan dengan software buatan mereka. Sedangkan perusahaan lain, mereka membutuhkan kerjasama dengan berbagai perusahaan lain dalam menciptakan kultur bisnis mereka.

Bagi saya, kali ini Interbrand dan Forbes tak salah jika menyebut Apple sebagai perusahaan dengan peningkatan nilai brand paling tinggi di dunia dan perusahaan dengan nilai market value nomer dua tertinggi di dunia, mengalahkan perusahaan raksasa manapun.

Mengutip petuah mendiang Steve Jobs yang begitu memesona, “Stay hungry stay foolish”. Tak boleh merasa puas dan tetap berusaha.

Muda Bentara

January 20, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Januari 2012 by in Prime and tagged , , , , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: