MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Strauss-Kahn, Perancis, Sex dan Amerika


“Sel penjara pria berumur 62 tahun itu dijaga ketat oleh aparat keamanan, demi menghindari kemungkinan terjadinya upaya bunuh diri.”

Strauss Kahn, Perancis, Sex dan Amerika

Ini adalah salah satu petikan isi berita yang dibacakan oleh news anchor di salah satu stasiun tv swasta dalam beberapa hari belakangan ini. Beberapa hari ini, berita mengenai lelaki 62 tahun yang baru saja dipenjara ini banyak lalulalang menghiasi pemberitaan di pelbagai media massa, baik media tv, online maupun cetak. Tentu saja ini bukan berita biasa. Dua hari belakangan ini salah satu channel tv berita di Indonesia dalam sehari bahkan bisa sampai delapan kali menurunkan berita perihal kasus lelaki tua ini. Tentu cakupan booming pemberitaannya tak hanya di indonesia, tapi mendunia.

Berita ini berkenaan dengan Dominique Strauss-Kahn (DSK), lelaki tua berkebangsaan Perancis yang berumur 62 tahun. Hal ini menjadi heboh karena Strauss-Kahn adalah Direktur Pelaksana IMF (International Monetary Fund), lembaga Moneter Internasional.Dan kehebohan ini terjadi karena ia dituduhkan melakukan upaya pelecehan seksual terhadap seorang pelayan perempuan berumur 32 tahun di salah satu hotel bintang lima di kota  New York.

Di daratan Eropa, nama Dominique Strauss-Kahn tentu tak asing lagi. Ia merupakan salah satu figur paling berpengaruh di sana. Sebelum menjabat sebagai Direktur IMF, Strauss-Kahn adalah petinggi di Partai Sosialis Perancis dan juga mantan Menteri Keuangan dan Ekonomi Perancis pada masa kepemimpinan Perdana Menteri Lionel Jospin.

Pun, dalam pemilu kedepan, ia diprediksi akan menjadi kandidat terkuat yang akan bersaing dengan Sarkozy di pemilihan umum Perancis tahun 2012. Banyak pihak yang menyayangkan hal ini terjadi pada Strauss-Kahn. Ditengah kecemerlangan karir profesional dan politiknya, kasus dugaan tindak asusila ini kemungkinan besar akan memupuskan semua kisah kesuksesan yang telah ia bangun selama puluhan tahun.

Ada beberapa hal yang bisa di analisa dalam kasus Strauss-Kahn kali ini, misalkan selain dari sisi benar atau tidaknya kasus perbuatan asusila yang dituduhkan kepada Strauss-Kahn. Ada kemungkinan jika kasus ini sengaja dimunculkan demi kepentingan politik yang bertujuan untuk menjegal dan menurunkan popularitas Strauss-Kahn yang berencana akan ikut dalam pemilu Perancis tahun depan.

Hal ini didasari oleh menurunya dukungan rakyat Perancis atas kepemimpinan Sarkozy belakangan ini. Ambisi Sarkozy di Timur Tengah, kebijakan menaikkan masa pensiun dan  ikutnya Perancis dalam konflik internal Libya membuat kepercayaan rakyat terhadap Sarkozy semakin menurun drastis.

Dan ketika simpati rakyat Perancis terhadap pemerintahan Sarkozy menurun, Strauss-Kahn yang menjabat sebagai Direktur IMF sekaligus petinggi Partai Sosialis Perancis menjadi sosok baru yang dijadikan tumpuan harapan sebahagian rakyat Perancis dalam pemilu kedepan. Pun pada masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan dan Ekonomi Prancis, Strauss-Kahn pernah mencatatkan kesuksesan dengan memangkas defisit anggaran publik, sehingga pada akhirnya Prancis dapat bergabung dengan Uni Eropa.

Selain kemungkinan adanya intrik politik, nasib sial lainnya yang dialami oleh Strauss-Kahn bisa jadi  karena perihal pelecehan seksual yang dituduhkan padanya terjadi di wilayah yuridiksi negara Amerika Serikat. Apalagi hal itu terjadi di kota New York. Michael   R. Bloomberg yang menjabat sebagai walikota New York adalah bisnismen dan taipan media yang paling berpengaruh di Amerika Serikat, dan ia pun merupakan salah satu pengusaha paling powerful di dunia. Dengan segala kekuatan yang dimilikinya, Bloomberg tentu tidak akan dengan mudah membiarkan dan memberi ampunan kepada seorang warga negara asing yang diduga melakukan pelecehan terhadap warga kotanya. Dengan kekuasaan, jaringan media dan sumber dana yang ia miliki, Bloomberg terkenal sebagi figur yang keras.

Pun, dalam hal konstitusi, Amerika Serikat adalah negara yang sangat menghargai hak-hak hukum warga sipilnya. Bahkan dalam konstitusi Alien Torts Claims Act (ACTA) dibuat tahun 1789, Amerika Serikat memberikan hak kepada warga negara non Amerika untuk menggunakan konstitusi ACTA milik Amerika ini jika ia merasa hak-hak hukumnya dilanggar atau dilecehkan dan ia tidak mendapatkan keadilan di tempat lain ataupun negaranya sendiri. 

Hal ini kondisinya tentu akan  menjadi lain jika perihal tuduhan pelecehan ini terjadi  di negara selain Amerika Serikat, dimana lembaga sekuat IMF maupun negara pemilik hak Veto seperti Prancis bisa mudah ikut campur mengintervensi.

Powerfulnya hukum Amerika Serikat membuat Strauss-Kahn tak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya dipaksa pasrah pada keadaan. Upaya untuk melakukan pembayaran jaminan (bail) yang dilakukan oleh pengacaranya juga tidak membuahkan hasil. Nasib professor bidang ekonomi lulusan Université de Paris ini akhirnya berujung di tahanan, sembari menunggu pemeriksaan dan sidang dengan kemungkinan ancaman tuntutan hingga 25 tahun.

Padahal pada 2008 lalu, upaya bantuan “bail out” yang dilakukan oleh Strauss-Kahn melalui IMF untuk mempertahankan ekonomi Amerika menjadi tonggak sejarah penting selamatnya Amerika dari kebangkrutan jangka panjang yang disebabkan  oleh kredit macet hipotek perumahan yang jumlahnya ratusan milyar dollar. Amerika tak mengizinkan Strauss-Kahn melakukan “bail” walaupun Strauss-Kahn pernah membantu mem”bail-out” dan menyelamatkan ekonomi Amerika.

Kini Strauss-Kahn seakan bak tua bangka yang paling menderita. Ia kini menjadi pesakitan. Kasus dugaan asusila mengancamnya untuk menghabiskan masa tua di penjara.

Jika dilihat kedekatan antara Amerika dan Perancis, hubungan keduanya sudah berlangsung sejak lama. Kedua negara terlihat saling mendukung satu sama lain baik dalam sidang PBB maupun ketika penggunaan hak veto. Psrancis kerap mendukung kebijakan Amerika dalam segala hal. Kedua negara ini banyak memiliki kesamaan, dari kesamaan sistem ekonomi yang mengadopsi Kapitalisme, sama-sama mengadopsi Sekularisme dalam pengelolaan relasi agama dan negara dan juga merupakan negara utama tujuan para imigran.

Dahulu, ketika Jacques Chirac dan George W. Bush masih berkuasa, relasi antara Paris dan Washington D.C berjalan baik. Ini terbukti dari ikut terlibatnya Prancis mendukung Amerika dalam program invasi ke Afghanistan dan Irak. Kerjasama kedua negara besar ini juga berlanjut hingga era Nicholas Sarkozy dan Barrack Obama berkuasa. Prancis dan Amerika masih menjadi sahabat dekat yang yang memiliki kedekatan erat.

Kedekatan kedua negara ini sedikit banyak memunculkan masalah tersendiri dalam situasi politik internal Perancis. Simpati masyarakat yang mulai menurun terhadap Sarkozy dan pemerintahannya  disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya ialah karena ikut sertanya Perancis dalam setiap program upaya militer yang dicetuskan oleh Amerika, sehingga menurut banyak kalangan, hal seperti ini pada akhirnya hanya akan merugikan Perancis dan semakin memperburuk perekonomian Perancis yang belakangan ini sedang mengalami resesi akibat dampak  krisis ekonomi 2008 yang belum pulih total.

Dalam hasil jajak pendapat terbaru yang diterbitkan pada Senin (11/4) oleh LPSOS  untuk majalah Prancis Le Point menunjukkan jika hanya 29 persen rakyat Perancis yang mendukung kinerja dan kebijakan Sarkozy, sementara 68 persen lainnya menilainya kurang baik dan tidak mendukung.

Manurunnya popularitas Sarkozy dalam satu sisi tentu dapat membahayakan kepentingan Amerika Serikat. Menilai posisi Perancis amat penting bagi stabilitas politik dan ekonomi Amerika. Dalam hal ekonomi, Perancis memegang kendali penting di Uni Eropa yang bisa berdampak bagi pengendalian nilai mata uang Euro yang pada akhirnya dapat mengamankan nilai tukar dollar yang belakangan sedang terpuruk. Selain pengendalian atas Euro, peran Perancis bagi Amerika juga sebagai pendukung Amerika atas setiap Veto di PBB.

Dari penjabaran diatas dapat dilihat  bahwa adanya kemungkinan relasi antara kuatnya kepentingan Amerika terhadap Perancis yang diwakili oleh kedekatan Obama dengan Sarkozy pada akhirnya mewarnai sikap Amerika terhadap penangkapan Strauss-Kahn, sehingga dalam hal ini posisi Amerika cenderung tidak lunak kepada Strauss-Kahn yang notabene merupakan pimpinan lembaga moneter internasional yang pernah membantu perekonomian Amerika pada 2008.

Obama dan Sarkozy  memiliki kepentingan besar dalam kasus Strauss-Kahn kali ini. Jika dilihat dari sisi Obama, dengan adanya kasus yang menimpa Strauss-Kahn ini, sehingga kemungkinan Prancis pada tahun 2012 akan dikuasai Partai Sosialis yang merupakan partai oposisi sayap kiri  menjadi pupus, karena kandidat terkuat dari partai ini yaitu Strauss-Kahn sendiri kemungkinan sedang menjalani masa tahanan jika tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan padanya menurut juri terbukti benar.

Katidakhadiran Strauss-Kahn pada pemilu tahun 2012 memungkinkan untuk terpilihnya kembali Sarkozy sebagai Perdana Menteri Perancis untuk kedua kalinya. Dan hal ini tentu berdampak baik bagi Amerika, karena arah kebijakan Prancis dalam mendukung setiap kebijakan yang mereka hadirkan akan terus berlanjut.

Bagi Sarkozy sendiri, kasus yang menimpa Strauss-Kahn tentunya akan membawa angin segar tersendiri. Karena dalam pemilu kedepan, banyak yang berpendapat jika calon lawan terkuatnya adalah Strauss-Kahn. Pun yang mengusung Strauss-Kahn adalah Partai Sosialis yang pada pemilu sebelumnya calon yang mereka usung menjadi lawan terkuat Sarkozy dan Partai republik pada pemilu tahun 2007 lalu. Jika nanti dalam pengadilan Strauss-Kahn terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual, tentu peluang Sarkozy untuk menjadi Perdana Menteri yang kedua kalinya  menjadi lebih mulus.

Partai Sosialis tentu akan kewalahan untuk mencari pengganti Strauss-Kahn mengingat pemilu Prancis yang hanya tinggal satu tahun lagi. Butuh upaya kuat untuk menciptakan figur baru yang bisa menggantikan citra Strauss-Kahn yang sudah begitu kuat.

Seandainya saja Strauss-Kahn tidak terkena kasus dugaan pelecehan seksual ini, bisa jadi kemungkinan besar ia akan menjadi Perdana Menteri yang akan menggantikan Sarkozy pada pemilu tahun depan. Toh dari track record, Strauss-Kahn memiliki runutan prestasi karir yang sangat gemilang dibandingkan Sarkozy. Walaupun sebelumnya Strauss-Kahn juga pernah diterpa beberapa kasus, tapi kasus-kasus yang dilayangkan padanya tidak pernah mampu untuk membuktikan bahwa dirinya bersalah.

Pun, seandainya saja Strauss-Kahn menang, Amerika Serikat tentu saja kemungkinan besar akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintahan baru Perancis. Jika Strauss-Kahn menang, maka upaya jalinan relasi kepentingan yang sudah bertahun-tahun terjalin antara Amerika dan Perancis belum tentu akan berlanjut. Hal ini didasari oleh haluan politik partai yang menaungi Strauss-Kahn, yaitu Partai Sosialis Prancis merupakan partai berhaluan sayap kiri, yang dalam pemerintahan Sarkozy menjadi oposisi dan kerap menjadi penentang dari setiap kebijakan pemerintah.

Katakanlah kalaupun Amerika Serikat melakukan pendekatan lobi ala Yahudi dengan Strauss-Kahn yang juga merupakan atnis keturunan Yahudi, hal itu juga belum tentu membuahkan hasil. Karena lobi ala Yahudi di Amerika dan Eropa maupun Perancis itu jauh berbeda. Perancis adalah negara dengan ragam etnic terbanyak di Eropa, dan juga memiliki banyak partai politik, tak seperti di Amerika yang siklus politik hanya dikuasai oleh dua partai, yaitu Partai Demokrat dan Republik. Pendekatan lobi ala Yahudi tentu akan sulit mengingat keragaman yang dimiliki Perancis.

Pun, dalam basis sejarah kehidupan Strauss-Kahn, pada masa mudanya ia adalah seorang yang haluan politiknya cenderung Komunis dan dalam karir politiknya terlibat aktif di Partai Sosialis. Walaupun citra sebagai seorang Direktur Pelaksana IMF cenderung kapitalistik, tapi ketika berbicara mengenai Prancis tentu tak bisa dilakukan pendekatan  seperti itu, karena di Prancis Strauss-Kahn adalah figur tokoh Partai Sosialis yang kuat dan dominan. Pengaruh Sosialisme Strauss-Kahn terlihat ketika ia turut membantu proses bail out melalui lembaga moneter yang dipimpinnya. Secara esensi, praktik bail out adalah perilaku sistem ekonomi Sosialisme yang biasanya dilakukan oleh negara untuk mengamankan sistem ekonomi, termasuk memberi bantuan dan dana talangan bagi perusahaan swasta non pemerintah.

Jika Strauss-Kahn menang pada pemilu 2012, tentu Amerika akan mengalami kerugian besar. Kemungkinan besar mereka akan kehilangan pendukung setianya. Amerika akan kehilangan sekutu dalam mendukung kebijakan invasi ke Afghanistan, Irak ataupun negara lainnya, hilangnya pendukung veto di PBB dan juga hilangnya penentu arah pengendalian Euro untuk mengamankan perekonomian Amerika Serikat. Kehadiran Euro dan kuatnya nilai tukar belakangan ini telah membuat ekonomi Amerika dan stabilitas dollar menjadi terancam.

Kedepannya, kita tunggu saja bagaimana kisah kelanjutan kasus yang dialami oleh Strauss-Kahn, apakah juri nantinya akan memutusnya bersalah atau tidak.

Strauss-Kahn  akan menerima banyak kesulitan dalam menghadapi kasus ini. Pengadilan  Amerika sangat mungkin menyudutkan Strauss-Kahn. Hal ini disebabkan karena sistem peradilan Amerika yang menggunakan sistem juri, dan kasus yang ia alami merupakan kasus sensitif yang bisa saja mempengaruhi emosi para juri dalam membuat keputusan.

Dalam perjalanan sistem peradilan juri di Amerika, perilaku tindak asusila berupa pelecehan seksual merupakan kasus yang begitu sensitif, apalagi bagi kalangan juri yang merupakan elemen masyarakat sipil. Pun sebelumnya Strauss-Kahn juga pernah diisukan terkena kasus yang sama sebelumnya, walaupun ia diputuskan tidak bersalah. Hal lainnya yang memberatkannya ialah bahwa Strauss-Kahn  adalah warga negara Prancis dan bukannya Amerika.

Patung Liberty, hadiah 100 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pemberian rakyat Prancis yang ada di kota New York tak akan bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Strauss-Kahn, walaupun New York adalah simbolisasi Paris-nya Amerika.

Strauss-Kahn menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Paris Prancis, tempat kelahirannya. Dan bisa jadi kedepannya jika tuduhan ini terbukti benar, maka ia akan menghabiskan sebagian lagi sisa hidupnya di Paris-nya Amerika yaitu New York. Paris dan New York memiliki patung Liberty yang sama, dan kini memiliki Strauss-Kahn yang sama.

La France a plus besoin de moi que j’ai besoin de la France._

__________________________________________________

POSS Unsyiah, Mei 19. Tanpa kantuk dan cafein mabuk.

One comment on “Strauss-Kahn, Perancis, Sex dan Amerika

  1. serambi
    1 Oktober 2011

    mantap that lagoooo tgk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: