MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Pengorbanan Seorang Perempuan .


Kisah tentang teman kecilku…..

Sewaktu saya masih kelas 6 sd dulu , dikelas saya ada beberapa orang murid perempuan yang berbadan agak bongsor , dan salah satu dari mereka namanya adalah jiji , jiji adalah salah satu teman saya yang paling ramah dan periang , kelucuan dan ke sederhanaan-nya selalu bisa membuat kami teman-temannya menjadi betah berada di dekatnya ,

saat itu umur saya masih 12 tahun dan tampaknya jiji telah memasuki umur 14 tahun, setahu saya , iya telat masuk sekolahnya , dan kesedihan ini bermula pada cawu 2 ( caturwulan ) kelas 6 sd , jiji tidak pernah lagi ke sekolah , kami pun tidak tahu kenapa, dan kami pun tidak megetahui alamat rumahnya, dan beberapa hari setelah itu ayahnya yang umurnya kira kira lebih dari 60 tahun itu datang ke kelas kami ia menghampiri ibu wali kelas yang sedang mengajar matematika waktu itu, dan setelah berbincang bincang dengan ibu guru bapak tua itu minta izin pamit, menaiki sepeda lelaki tua itu beranjak pergi dari sekolah kami dan menghilang entah kemana .

dan setelah kepergian beliau , ibu wali kelas menceritakan kepada kami kalau bapak si jiji tadi memberitahukan kalau si jiji tidak sekolah lagi di sini, dan tadi ayahnya menceritakan kalau jiji gak bisa lagi sekalah karena ia sudah dipinang oleh seorang lelaki dan bulan dia depan akan menikah , mendengar perkataan dari ibu guru itu kami semua yang ada di kelas menjadi terkejut semuanya , terkejut akan berita itu, jiwa kecil kami kala itu belum bisa membyangkan teman yang sekelas dengan kami itu , teman yang saban hari menghiasi kehidupan kami , dan diumurnya yang masih belia akan dinikahkan oleh orang tuanya, ada perasaan haru , sedih, dan sebagainya kala itu , dan semuanya bercampur menjadi suatu tanda Tanya besar kenapa hal ini bisa terjadi ….

Dan sejak saat itu jiji tak tampak lagi di kelas kami , dan itu juga memupuskan harapannya yang beberapa bulan lagi akan menmperoleh ijazah sd ….

Dan suatu hari setelah saya lulus dari sd dan melanjutkan sekolah ke sebuah smp ,SMP Negeri 2 namanya , suatu hari sepulang sekolah saya dan teman pulang beriringan bersama dengan menaiki sepeda , saya dan teman teman mencari jalan pintas untuk lekas sampai ke rumah, da dalam perjalanan di salah satu lorong di jalan pintas itu , di salah satu simpannya ada sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu , rumah panggung yang dicat dengan warna putih itu berdiri kokoh mempertegas keanggunan dan kesederhanaannya, dan di depan samping rumah itu, ada sumur yang dindingnya di balut dengan kain terpal , dan sewaktu saya lewat di depan rumah itu saya melihat seorang perempuan muda yang sedang memandikan seorang anak di depan rumahnya , rasanya saya sangat familiar dengan wajah itu , dan kebetulan ia juga melihat saya, dan ia adalah si jiji , teman saya yang dulunya “hilang” itu dan ia langsung menyapa saya dengan teriakan khas nya ,

Hai T.Muda …. …. T .Muda , singgah dulu ….

ia menyapa saya dengan senyuman sapaan seorang teman yang sangat iklas dan sambil mengendong anaknya , dan saya Cuma bisa tersenyum saja , tersenyum dan malu pada saat itu, malu karena teman teman saya yang lainnya yang manyaksikan hal itu menertawai saya , menertawakan saya karena punya teman seorang wanita yang telah menjadi ibu ibu ….. dan sejak saat itu saat saya lewat di depan rumah itu saya selalu mengayuh dengan cepat sepeda saya, walaupun terkadang saat ia melihat saya ,ia akan tetap juga menyapa saya , kapan saja , dan saya tetap malu untuk menerima sapaannya , dan ketika saya kelas 2 smp , ketika melewati rumahnya itu, saya telah melihat kalau anak yang digendongnya tidak lagi satu, tapi telah menjadi 2 ….. dan saya menjadi tambah malu ……

dan saat itu, jiwa kecil saya mejadi sangat kerdil ,sempit dan bodoh untuk tidak melihat seseorang dari sudut pandang orang lain , dan kini saya baru sadar dan bangga dengan teman saya itu , kini saya paham betapa besar pengorbanannya demi membahagiakan ibu bapanya, ibu bapanya yang sudah tua itu , betapa besar pengorbanannya dalam menerima pinangan orang itu dan tak menolak perintah orang tuanya , betapa besar pengorbanannya dalam memahami kondisi ekonomi orang taunya saat itu yang tidak mampu lagi menyekolahkannya , dan saya sangat bangga dengan hal itu ,dan tentunya kini orang orang yang rela berkorban seperti ia sudah sangat jarang dan mungkin itidak ada lagi ,

Mugkin orang-orang akan berpkir jika teman saya ini adalah orang yang terlalu mudah menyerah dengan keadaan , akan tetapi kini saya tak berfikir begitu lagi, kini bagi saya , dia adalah seorang manusia pemenang yan sesungguhnya, manusia yang bisa bijak dalam menimbang dan menyikapi suatu realita , ia sangat arif untuk selalu taat dan mau membahagiakan orangtuanya dengan cara tidak lagi membebani kehidupan orang tuanya , dan ia sangat bijak untuk bisa menikmati indahnya cinta dengan ikatan ynag halal, sebuah pengorbanan ynag sangat sulit ditemui saat ini, saat dimana kondisi manusia-manusia sebaya saya yang selalu penuh dengan foya foya dan tanpa pernah menghargai pemberian rizki anugerah Illahi …

Dan saya sangat bangga dengan mu duhai teman , paling tidak engkau telah mengajarkan saya untuk berani dan siap untuk melakukan pengorbanan yang sesungguhnya, pengorbanan yang sungguh harus kuhormati da ku hargai …..

dan terkadang kemajuan akal dan ilmu pengetahuan tak bisa mengukur seberapa besar pengorbanan seseorang anak manusia , dan pengorbanan teman saya ini memang terlihat sederhana dan bodoh bagi sebagian orang , akan tetapi ia memiliki dimensi keanggunan tersendiri dalam kehidupan ini , sebuah pengorbanan yang lahir dari ketundukan dan keberanian mengambil keputusan akan pilihan untuk mencari sesuatu dan menghasilkan sesuatu , mencari sesuatu dengan kehalalan di jalan Allah, dan menghasilkan sesuatu demi kebahagiaan ibu bapa … dan terkadang hal ini sulit didapati dari seorang Srikandi sekalipun …

Dan tentunya kini dirimu telah menjadi seorang ibu yang selalu menjadi harapan dan tumpuan untuk anak anakmu, anak anakmu yang selau bangga dengan ibunya , ibunya yang telah berani menikah muda demi orang tua dan Syariat Allah , ibunya yang rela melepaskan pendidikan masa kecilnya demi menjemput cinta …. dan anak-anakmu tentunya akan sangat bangga , bukan bangga karena gelar akademik ibunya, ataupun gaji ibunya yang tinggi itu , tetapi bangga akan pergorbanan dirimu yang tulus itu …. ….

Dan diriku harus bangga kepadamu duhai teman kecilku …..

16 comments on “Pengorbanan Seorang Perempuan .

  1. Muda Bentara
    14 Oktober 2008

    Dan semoga saja dirimu selalu dilimpahi berkah dan Rahmat oleh ALLAH Tuhan sekalian Alam ….

  2. edratna
    14 Oktober 2008

    Dalam kondisi ekonomi yang sulit, anak perempuan sering dikorbankan untuk menyelamatkan keluarga. Sebenarnya ini tak adil, karena yang menginginkan punya anak adalah orangtuanya, sehingga selayaknya orangtua brtanggung jawab dan tak menganggap seorang anak adalah sebuah investasi.

    Menikah muda, resiko terkena kanker kandungan dan beberapa penyakit lain juga lebih mudah, belum masalah emosi yang belum matang, padahal perempuan diharapkan dapat mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang berguna bagi masyarakat.

  3. Odie
    14 Oktober 2008

    Rasulullah telah bersabda : “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji ; dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa dapat menjadi perisai baginya” [Muttafaq ‘Alaih].

    daripada buat dosa, mending nikah muda…

  4. Ozan
    14 Oktober 2008

    Sudut pandang saya, postingan ini bisa digoreng jadi cerpen, dengan menambah bumbu,plot, narasi, dialog dan deskripsi suasana dan expresi sang bapak waktu setelah memberitaukan anaknya mau dikawinkan. Deskripsikan pula rasa sedih ibu guru dan kawan2 lain. Hasilnya bisa jadi cerpen berjudul “perempuan’.

  5. denokdebloeng
    15 Oktober 2008

    Om muda bentara nih kalo nulis berat banget..disemua tulisannya..kadang denok yg dodol ini kudu 3 sampe 5 kali mencerna..huhu..:(
    perempuan itu mmg keren kok..ya kayak denok ini kali ya..(huaduh narsis makin kumat)🙂

  6. Dalila Sadida
    15 Oktober 2008

    salam buat mbak jiji. saya seneng bacanya

  7. sulaiman
    15 Oktober 2008

    banyak remaja yang menikah di bawah umur yang kelihatan stres, karena kurangnya keterampilan harian, pendidikan, kematangan berfikir, mengurus diri sendiri masih susah ditambah mengurus keluarga, tapi banyak juga yang berhasil dengan perkawinan muda usia, semoga mbak jiji termasuk yang berhasil.

  8. aRuL
    15 Oktober 2008

    subhanallah, cerita yang menggugah…🙂
    wah kalo teman sy menikah paling awal itu kelas 2 SMP, gawat juga soalnya MBA gitu deh…
    kalo temannya Muda, sebuah ketulusan yang diberikan ke orang tua, dan memang hidup adalah pilihan, kita harus siap menjalaninya, dengan suka dan duka yang ada.
    Seandainya ada sekolah yang masih memberikan kesempatan pada jiji untuk bersekolah dan sambil merawat suami dan istrinya why not ….

  9. redesya
    15 Oktober 2008

    Masih semuda itu sudah menikah ya…, pengorbanan yang luar biasa, mbak jiji harus rela masa remajanya terampas oleh keadaan. Kenapa ya, kadang banyak orang tua yang mengabaikan hak-hak seorang anak, mungkin di Indonesia ini bukan hanya mbak jiji yg mengalaminya, tapi masih banyak jiji jiji yg lain…

  10. njepret
    17 Oktober 2008

    saya dulu juga kepengennya nikah muda lo.
    tapi memang tidak semuda jeng jiji. dan tidak menikah karena orang tua, tapi karena memang saya yang kepengen.
    tumbuh tua bersama dengan anak-anak. serasa anak kembar. pasti senang.

    tapi semua memang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa.

    bagaimanapun, saya tetap salut dengan jeng jiji.
    belajar toh tidak harus di sekolah …..

  11. denologis
    17 Oktober 2008

    INI PILIHAN SAYA
    http://denologis.wordpress.com/2008/10/15/pilihan-saya/
    ALASANNYA?
    baca di blog saya🙂

  12. Ney
    18 Oktober 2008

    Salam
    gw ikut bangga tuh sama temenmu itu, gpp kok, menjadi Ibu muda asal melakoninya dengan ikhlas, bahagia, why not, ndak salah dengan itu, menjadi seorang ibu mendidik putra-putrinya dengan baik, sepertinya menyenangkan.🙂

  13. Sassie Kirana
    19 Oktober 2008

    Young marriage..
    Dulu sie kira itu cuma ada dicerita komik ..menikah muda,punya anak dan hidup bahagia,sayangnya hidup gak sesimple dalam cerita komik..butuh keberanian dan keyakinan buat ngewujudin nya didunia nyata..sie salut sama mereka yang berani menempuh resiko dg menikah muda..kalau sassie hmm mesti mikir ribuan kali meski kadang terbersit juga fikiran spt itu tapi tetep aja kalah sama rasa ”takut”
    Sori baru sempet mampir..baru aktif b’walking..
    Salam!!

  14. khofia
    19 Oktober 2008

    itu namanya merampas hak seorang anak yah? lagian itu apa namanya bukan menikahi anak di bawah umur?

  15. yuswadi
    20 Oktober 2008

    Assalamu’alaikum, wr wb,

    sebelumnya saya cukup senag dengan blog kalin, isinyan bagus, dan karyanya menarik dan dinamis, dan bermanfaat. oleh karena itu saya juga ingin coba bekarya melalui blog saya, terima kasih tema..

    salam kenal saya buat semua komunitas blogger dan pecinta dunia internet, dan semua teman yang ada di alam dunia manya ini dan untuk para pengunjung semuanya, semoga kita sama sama dapat membangun aceh untuk lebih maju baik dari berbagai sisi dengan bisa memberikan sedikit ilmu dan waktu kita untuk orang orang yang sangat membutuhkan uluruan tanga kita, terima kasih pada teman semuanya yang telah banyak membantu saya dalam belajar Blog.

    semoga ini menjadi tali persaudaraan diantara kita untuk mejadikan ukhwah saling tukar informasi,komunikasi, pengetahuan, pengalaman dan wawasan dalam membangun pribadi baik untuk saling keterbukaan terhadap suatu peroalan generasi kedepan serta dapat menjalin persaudaraan.

    Bagi yang mau bantu menyebarkan informasi lowongan kerja, boleh utnuk teman, saudara dan komitas anak internet,

    kunjungi blog gue di

    http://lowonganker99.wordpress.com

    Terima kasih, salam kenal buat semuanya..!!

    By, Computer

  16. unikzone.com
    6 November 2008

    Semoga selalu mendapat kebaikan ………. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 Oktober 2008 by in Aceh, Journey, Prime and tagged , , , , , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: