MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

” Tak ada sesuatupun yang di batasi … “


Ini photo merupakan hasil dari jepretan kamera milik anak manusia yang bernama Johannes Go , foto ini diambil di daerah Leupung ( Aceh Besar ) ,daerah yang pasca Tsunami 2004 merupakan daerah yang paling ganas diterjang tsunami , dan hampir semua penduduknya meninggal .

Foto ini saya dapat kemarin, tepatnya saat saya sedang iseng-iseng mencari file gambar di salah satu pc yang ada di lab jurusan saya , fotonya unik dan sudah diedit ( infrared nampak-nya ), tapi yang menjadi perhatian saya bukanlah fotonya melainkan objek yang ada di dalam foto ini , objek pesan-pesan Gerenimo ituh , manusia yang berjuang mati matian demi mempertahankan tanah lahirnya dari penjajahan kaum barbar Eropah …

isi pesan Geronimo yang tertulis di hamparan kain putih dalam foto jepretan mas johannes ini bertutur seperti ini :

Saya lahir di padang rumput , disaat angin bebas bertiup dan tak ada yang menutupi sinar matahari . saya lahir di tempat tak ada sesuatupun dibatasi ( GERONIMO )

saya jadi berfikir sendiri dengan kata-kata Geronimo ini, tentunya ini sebuah ungkapan hati Geronimo dalam melihat kondisi nyata akan ketertindasan bangsa-nya, bangsa Indian , bangsa yang direbut tanah kelahirannya oleh kaum-kaum rakus dari Eropah , kaum-kaum yang kini menamakan tanah geronimo itu menjadi Amerika … Amerika yang kini menjadi adidaya …

dan fikiran saya tak hanya berhenti disitu saja , saya jadi berfikir sendiri , siapa ya yang menulis kalimat-kalimat sederhana milik geronimo ini di hamparan kain ituh ?, kenapa pesan-pesan itu ada di Aceh ? ahh… tentunya si penulis itu menuliskan kata kata itu untuk mewakili kedalaman isi hatinya , hati yang tercabik-cabik dan terkekang oleh ketidak bebasan yang ia alami , ketidak bebasan kami orang-orang Aceh yang selama berpuluh tahun selalu dihantui oleh kukungan konflik dan deru peluru …

siapapun ia , tentunya ia seorang yang bijak , sehingga bisa merangkai kata-kata Geronimo ituh dalam selembar kain putih untuk ditampakkan ke khalayak ramai , dan coretan Geronimonya ituh juga mewakili isi hati kami , manusia-manusia penghuni bumi Aceh ini , manusia manusia yang ingin bebas dari kekacauan yang disebabkan perperangan yang tak jelas ituh … ,

ahhh… semoga saja kami bisa kembali lagi menikmati keindahan Aceh seperti yang diucapkan oleh Geronimo ituh , dimana angin bisa bebas bertiup, dan langkah kaki kami tak dibatasi lagi , tentunya tak dibatasi oleh sweeping-sweeping yang tak beralasan , dan terkadang tak berperi kemanusiaan , sweeping yang selalu menmbuat anak-anak kecil itu selalu berteriak ketakutan …

dan kalimat-kalimat singkat itu Geronimo telah mengajarkan kita akan pentingnya kebebasan dalam kehidupan ini, kebebasan untuk tidak dijajah, kebebasan untuk bias menikmati keindahan anugerah ALLAH , kata kata ini mungkin lahir beberapa ratus tahun yang lalu, waktu yang lama untuk mengubah perilaku manusia dimana manusia bisa berubah menjadi lebih baik , waktu yang lama disaat Geronimo mempunyai mimpi bahwa kaum kaum Eropah itu suatu saat nanti bisa sadar di kemudian hari dan tidak akan menjajah lagi tanah lainnya seperti saat mereka merebut tanah lahirnya .

tapi tampaknya cita-cita mu itu hanya menjadi angin lalu saja Geronimo ! , kenangan bisu yang hanya menjadi harapan kosong , karena kini buktinya kaum-kaum eropah itu tak pernah sadar, bahkan kini mereka bertambah liar , tambah brutal ,bertambah barbar dari nenek moyang mereka … mungkin engkau tidak tahu jika kaum-kaum eropah yang menduduki tanah Indian-mu itu kini telah meluluh lantakkan negeri-negeri damai yang dihuni saudara kami , puluhan ribu saudara-saudara kami mati tanpa dosa, ratuasan ribu anak-anak kecil itu kehihilangan kasih sayang orang tuanya, hilang masa depannya , ironi ini tampaknya tak pernah berhenti duhai Geronimo , rupanya kaum-kaum eropah itu memang menjadi manusia yang tak pernah sadar , dan untuk saat ini , mimpimu itu menjadi salah …

Ahhh …. Lelah juga rasanya jika saban hari harus selalu bertutur tentang kekejaman orang-orang barat ituh , orang orang yang setiap hari selalu mengaku sebagai manusia paling beradap , manusia paling humanis , tapi kenyataannya kata humanis itu hanya manis ketika masih dibibir , dan menjadi pahit ketika harus melihat realita yang sebenarnya , realita yang mengajarkan kita bahwa ungkapa-ungkapan itu hanya bohong belaka .

Aneh rasanya jika melihat kondisi ini , seakan kemanusian itu terasa tak berharga lagi , semuanya telah lenyap ditelan kerakusan manusia-manusia jelmaan setan itu , nyawa-nyawa orang-orang yang ada di Afganistan , di Irak, di Palestina itu seakan hanya mainan , mainan yang seenaknya saja bisa di akhiri ..

Tak tahu juga harus berkata apa , semua ini hanya menjadi ironi yang tak pernah selesai , seakan kesedihan mereka ituh hanya menjadi tontonan yang perlu diberi tepuk tangan , kini semua manusia manusia itu diam , mereka takut utuk melawan ketertindasan itu , mereka takut untuk membantu saudara-saudara nya yang dibantai itu , mereka takut untuk menolong nya karena takut kehilangan nyawa …, takut dicabut oleh malaikat maut yang bernama Amerika ….

Kini dunia ini serasa hanya menjadi panggung drama yang selalu penuh dengan acting para manusia manusia yang memuakkan, manusia-manusia yang selalu bisa didikte dengan uang , didikte oleh kebodohan dirinya , tak tahu juga kapan kebebasan itu bisa dinikmati oleh mausia-manusia penghuni bumi ini ,

Dan kini , para kacung-kacung bodoh itu sedang asik-asiknya merayakan hari pembunuhan Perdamaian Dunia di lapangan-lapangan dan kantor-kantor mewah mereka , dengan pakaian berdasi dan gaya bicara yang menyihir mereka sedang asik-siknya berkata tentang perdamaian , tentang kemanusiaan , tentang kehidupan , sedangkan di belahan dunia lain nyatanya kemerdekaan itu tak pernah menjadi kenyataan , lantas apakah kesedihan itu pantas dijadikan seremonial ???

Semoga saja di suatu hari nanti angan-angan kami semua dan geronimo itu menjadi nyata , senyata indahnya kehidupan ini …

________________________________________________________________________________________________

*Apa yang kamu katakan Mud ?

26 comments on “” Tak ada sesuatupun yang di batasi … “

  1. Muda Bentara
    21 September 2008

    *muda berharap ada yang coment di postingan inih*

  2. wildankurnia
    21 September 2008

    ya,,ya,,ya,,
    sayah cuman bisa bilang
    “cepet sadarlah wahai londo-londo yg keblinger”
    (cepat sadarlah wahai kaum barat yg dijalan sesat)

    hueheh,,
    sayah suka kata2 geronimo nyah waktu dia lahir..
    dalem sekali..

  3. mantan kyai
    21 September 2008

    yah sayah komen disinih gpp yah. ketigaxx *halah*

  4. radenmasnews
    21 September 2008

    emang tuch orang2 eropa sekali2 harus di kasih pelajaran biar sadar…….
    good posting 🙂

  5. Anang
    21 September 2008

    #1
    saya juga komen disini

  6. Gelandangan
    21 September 2008

    sy ikutan juga mas😀

  7. aRuL
    21 September 2008

    semoga kita masih bisa hidup dalam dunia tanpa batas ini…
    melakukan semau kita dan bisa menjalankan hidup kita dengan toleransi.
    oia postingnya juga menceritakan aceh nih, bukannya aceh udah aman bro?
    semoga selalu damai di sana.

  8. prisanditiar
    21 September 2008

    Iya saya posting balik..terima kasih atas kunjungan anda.
    Salam kenal anak Muda! hehehe

  9. anggavantyo
    21 September 2008

    waduh.. keren banget ya bisa nulis di selembar kain (norak mode: on).
    Semoga saja di suatu hari nanti angan-angan kami semua dan geronimo itu menjadi nyata , senyata indahnya kehidupan ini … (keren banget dah ! sip sip..)

  10. nyurian
    21 September 2008

    geronimo itu apa yah???

  11. yakhanu
    22 September 2008

    sama saya juga gak ngerti…

    salam kenal aja deh dari saya…

    selamat berkarya..🙂

  12. Muda Bentara
    22 September 2008

    @ Muda Bentara
    Udah ada yang koment tuh mud …

    @ wildankurnia
    Yah …. Cepat sadar ya londo-londo … jangan sampai kami melihat lagi tangisan miris saudara kami itu …

    @ mantan kyai
    Gapapa lahhh …. Ke 10 juga boleh kok ….

    @ radenmasnews
    Iya mas … pelajaran Aqidah ahklak kali yah … biar budi pekerti nya tambah baik

    @ Anang
    #1 Silahkan mas …seleb jatim ini gantaeng juga yah …..hahhaa

    @ Gelandangan
    Silahkan …. Monggo-monggooo …. Selamat berkunjung yahh

    @ aRuL
    Aceh tidak begitu aman juga daenk , terkadang benih benih CLBK (Conflik Lama Bersemi Kembali ) itu juga muncul …..

    Semoga kehidupan ini selalu bias damai yah … damai sedamai tangisan bayi yang baru lahir …

    @ prisanditiar
    Sama-sama mas … terima kasih atas kunjungannya …. Salam kenal yah mas Prisar

    @ anggavantyo
    Ok lah bos … eh kalo lo nanti masuk ke jurusan kimia, jangan buat bom ya …. Gak mau ane liat kehancuran ada dimana mana …..

    Lo makin bijak aja yah belakangan ini …

    @ nyurian
    Yang jelas dia bukan Germo yang berkeliaran di gank dolly , ataupun si pemilik jaringan radio Geronimo Fm …hehehe

    @ yakhanu
    Saya juga gak ngerti tuh mas …. Salam kenal yah mas …

  13. gii3
    22 September 2008

    Quw ikut koment yang ke-12 dech😀

    tapi mow koment apa yach???
    Dalem banget toeh (Mode **gag Nyambung** On)
    gi3

  14. Muda Bentara
    22 September 2008

    @ gii3
    Boleh … silahkan ….
    Terima kasih ya atas kunjunganya …. terimakasih lagi karena mau meninggalkan jejak silaturahmi di blog saya yang dangkal ini …

  15. yudios
    22 September 2008

    Orang barat memang sudah lama mengincar negara kita untuk di jajahnya. jangankan aceh, irian, ambon, maluku juga diobok-oboknya.

  16. Odie
    22 September 2008

    semoga aceh bisa damai kembali…
    selalu… I Luv Atjeh!!!

    bos, ane ada PR buat ente kerjain tuh,
    go to my blog…

  17. iwan
    22 September 2008

    damai.. damai.. selalu
    indonesia tetap untuh
    pak guru PKKN bilang gt..

  18. anggavantyo
    22 September 2008

    ane mau bikin bom buat bikin tenaga listrik dong..
    biar negara kita nggak gelap terus😀
    terus terang, terang nggak bisa terus terusan😛
    hahahahahaha

  19. Myryani
    22 September 2008

    semangaddddddddddddddddd…………

  20. 1rw@n
    22 September 2008

    jd ingat pembantaian suku indian (lupa nama bukunya) yang darahnya sampe menggenang setumit kaki

  21. reekoheek
    22 September 2008

    Allahu akbar… ighfirli.. ighfirli… ighfirli… Ya Ghauts… aghitsni..

  22. nyurian
    22 September 2008

    oooo… kirain…

  23. putirenobaiak
    23 September 2008

    duh aceh, aku cinta aceh.
    angan2 seperti geronimo akan nyata kalau diupayakan, semaksimal mungkin

    thx ya dah mampir ke blogku, salam kenal mas

  24. adinata
    23 September 2008

    [i] TAGS [u]

  25. Muda Bentara
    28 September 2008

    @ yudios
    Iya mas … dan mereka tak akan pernah berhenti melakukan hal itu …

    @ Odie
    Thanks Smeagol ….. love aceh ….
    Eh, PR nya bentar lagi dibuat ya ….

    @ iwan
    Plis deh, yang bener PPKN ….hehee

    @ anggavantyo,
    Good job ….. kayak judul buku kartini ajah …

    @ Myryani
    Semangatttt juga mbak …

    @ 1rw@n,
    Semoga gak terjadi lagi hal hal kayak gitu …

    @ reekoheek
    ALLAHU AKBAR …

    @ nyurian,
    Yaa…githuu dehh …

    @ putirenobaiak
    Thanks mbak … salam kenal yah. ..

    @ adinata,
    ???

  26. Baka Kelana
    1 Oktober 2008

    Hmmm….
    Sebuah pesan yang mendalam dan harapan
    utk para penguasa bumi Aceh yang sedang terbuai oleh kekuasaan dan jabatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 September 2008 by in Aceh, Journey, Opinion, Prime and tagged , , , , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: