MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Bapak yang sering ke Mesjid itu ?


Jam di handphone saya menunjukkan pukul 09.10 wib tadi malam , saya mulai berangkat dari rumah menuju tempat kos teman saya di Kampong Beurawe , rencana nya –sih tuk belajar VB bareng dan sekalian juga tuk meminjam buku ” the secret “-nya Si Raiza , sebab besok kami ada ujian final presentasi VB di kampus .

Setibanya di simpang gang masuk rumah kos teman saya itu , kira-kira 30 meter dari rumah kos tersebut, saya melihat banyak bapak-bapak dan pemuda-pemuda , ibuk-ibuk tidak kelihatan , sebagian dari mereka ada yang berdiri dan sebagian nya lagi duduk , kebanyakan dari mereka memakai kopiah , bahkan banyak yang masih memakai kain sarung , mungkin kebanyakan dari mereka baru pulang dari masjid ,pikir-ku .

Disudut gang tersebut, saya melihat sebatang kayu yang di pasangi kain merah, kalau di Aceh simbol ini pertanda adanya suatu musibah .

Karena banyaknya manusia yang lalu lalang di gank tersebut , dengan terpaksa, saya memarkirkan motor ayah saya yang saya bawa ,agak jauh dari rumah kos teman saya , sambil berjalan agak membungkuk, saya sembari tersenyum kepada bapak-bapak yang sedang duduk disitu, sesampainya di depan rumah kos teman saya itu , saya melihat mereka sedang duduk-duduk di kursi yang ditaruh di teras depan rumah ibuk kos , dan 10 meter dari tempat duduk mereka, terdapat sebuah peti jenazah yang sedang menunggu untuk di huni .

Sesampai nya di tempat kos tersebut , saya langsung bergabung dengan mereka, saya duduk di samping Si Kas ( Kasirwan -red) , lalu saya bertanya kepada-teman-teman, yang saat itu sedang duduk santai, sambil jemari lentik mereka menari-nari di keypad handphone-nya.

Saya bertanya kepada mereka ,

Ada acara apa ini ?

Siapa yang meninggal ??

Teman saya Si Raiza menjawab :

Suami neknyak, suami ibu sebelah yang meninggal.

Si Kas pun menimpali ,

Kena sakit jantong da ( muda-red ) , sakit dadakan.

Innalilahi kataku dengan suara agak kecil

Kapan meninggalnya ?? , Tanya ku kembali

Gak tau juga jawab Si Kas , waktu aku pulang tadi , beliau baru meninggal,

Lalu Si Raiza kembali menimpali ,sembari bertanya:

kok semua pakai baju hitam ya ?

Kamu juga da , katanya pada saya,

Memang saat itu saya dan teman – teman, semuanya memakai pakaian dominan berwarnakan hitam , yang paling mencolok adalah saya, dari sandal , celana , jaket dan tas , kesemuanya berwarnakan hitam …

Beberapa menit kemudian , terdengar suara ringtone dari hp si kas, rupanya balasan sms dari adiknya, Si Roni, mereka berdua tinggal sekamar ,

text sms-nya dalam bahasa aceh , bunyi sms-nya begini :

” Bpak yang ek’ supra fit nyan ? yang kayem jak u mesjid ? “

Artinya begini : ” Bapak yang naik supra fit itu ? yang sering pergi ke mesjid ? “

Begitu bunyi sms si Roni, adik Si Kas yang badannya lebih besar dari nya

saya dan teman-teman semua terkejut mendengar-kan kata-kata di sms itu,

” Bpak yang ek’ supra fit nyan ? yang kayem jak u mesjid “

Kata-kata itu terngiang kembali di kepala kami beberapa saat.

Betapa tenangnya meninggalnya beliau , kata si reja

Pasti bapak itu orang yang baik kataku .

Beberapa saat setelah itu, saya mulai memutar kembali memori ingatan saya tentang bapak itu ,

Sungguh kehidupan manusia itu Cuma sejenak , Kata ku dalam hati ,

Saya sering berjumpa dengan bapak itu , hampir setiap kali saya ke tempat kos itu , terkadang saya melihat beliau sedang memakai sepatu, terkadang ketika memakai helem butut-nya, biasanya pagi, saat beliau hendak berangkat ke kantor, terkadang juga saat duduk-duduk sambil membaca Koran , ataupun saat ingin pergi shalat di masjid , biasanya jika berpapasan dengan beliau , saya hanya tersenyum saja , terkadang tersenyum pun tidak , apalagi menegur, saya belum pernah berbicara dengan beliau, apalagi mendengar beliau berbicara, tampaknya beliau seorang pendiam yang baik hati, saya terlalu angkuh saat itu ,walaupun pengakuan saya ini sudah terlambat , seandai-nya beliau dihidupkan kembali, pasti saya akan selalu tersenyum pada beliau, pasti saya akan selalu menegur-nya, memperbaiki kesalahan saya, karena telah angkuh sebelumnya .

Jika mengingat kembali isi sms-nya Si Roni , saya menjadi terpaksa berfikir akan hakekat kehidupan ini, dimana dunia ini hanya sebagai persinggahan sementara, sebelum menuju tempat yang sebenarnya , toh nantinya kita semua akan berpulang kepada Illahi , saya sangat terkesan dengan bapak ini ( walaupun beliau membuat saya terkesan , ketika jasad beliau telah membeku ) , walaupun beliau selalu diam , tetapi beliau pernah diingat oleh orang-orang karena perbuatan baiknya , ia diingat karena sering pergi ke mesjid, bukankah itu suatu rekaman ingatan yang sangat-sangat special, suatu kesan yang dapat menyadarkan kita semua bahwa hidup ini adalah milik sang Pencipta, kita semua diwajibkan beribadah kepada-NYA, bukankah ALLAH telah menjanjikan surga untuk manusia-manusa yang taat ?? dengan kesederhanaan-nya , bapak itu telah menunjukkan kepada saya , bahwa ia termasuk dalam golongan yang merindukan Jannah itu , karena ia pergi ke mesjid , tempat surga itu bermuara …

Jika beliau mengetahui nya, alangkah senang-nya beliau, karena menjadi seorang manusia yang diingat karena melakukan hal yang sangat mulia ….. pergi ke mesjid, menjemput surga ….

Jika saya fikirkan kembali, alangkah meruginya hidup ini , hidup yang dipenuhi dengan banyak kesia-siaan.

Mungkin jika saya yang meninggal , orang-orang mungkin tidak mengenal saya seperti bapak itu, tidak seperti kesan si roni yang mengenal bapak itu , mungkin juga orang-orang akan mengatakan begini :

“Si Muda yang naik supra itu kan ? yang suka menyia – nyiakan hidupnya ?”

Alangkah buruknya jika semua itu terjadi ,

mungkin saya akan menjadi orang yang paling merugi …..

Bapak itu secara tidak langsung mengajarkan saya tentang ketaatan ,

Ketaatan kepada Tuhan ,

Bukan kah itu sesuatu yang sangat baik ???

Sangat mulia malah ……

Dan saya harus seperti itu .

___________________________________________________________________________________________________

* july di Banda Aceh .

23 comments on “Bapak yang sering ke Mesjid itu ?

  1. Muda Bentara
    19 September 2008

    *semoga bapak itu diberikan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT.*

  2. Aulia
    19 September 2008

    Amiin ya Allah, semoga limpahan rahmat dan karunia Mu untuk hamba yang penuh ikhlas menghadap Mu mendapat ganjaran yang lebih dan mulia.

  3. redesya
    19 September 2008

    Amiin…
    aku ikut doakan juga….
    mudah-mudahan sekarang Muda tidak lagi sombong ya…
    Kematian selalu datang tanpa kita tau kapan itu terjadi, siapa tau ja besok giliran kita… So berbuat baik beramal soleh harus selalu kita lakukan, agar bisa dimudahkan jalan kita saat menghadap-Nya…
    sorry udah sok tua…

  4. Mang Kumlod
    19 September 2008

    Innalillahi wa innailaihi raji’un.

    cukuplah kematian sbg pelajaran

  5. zoel
    19 September 2008

    Innalillahi wa innailaihi raji’un.

  6. denokdebloeng
    19 September 2008

    innalilahi..
    semoga amal ibadanya diterima Allah SWT.
    trus kl muda dikenang dengan :
    “Si Muda yang naik supra itu kan ? yang suka menyia – nyiakan hidupnya ?”
    kalo aku mungkin gini :
    “si-denok yang biasa naek jupiter MX itu kan?yang suka iseng dan jail sama orang?”
    huhu..benar2 kenangan yg menyedihkan..😦

  7. k@li_lo
    20 September 2008

    innalillahi wainnailaihi roji’uun…
    INGAT!!!…
    Suatu saat diri kita pasti mengalami juga!!!….

  8. Abeeayang™
    20 September 2008

    khusnul khitimah………amien…semoga mendapat limpahan rahmatNya dan tenang disisiNya

  9. alid abdul
    20 September 2008

    Innalillahi

  10. feriadi isander
    20 September 2008

    anda cukup bijaksana,…
    mikirnya sejauh itu, tak banyak orang yang memposting hal-hal beginian…
    siplah…

  11. pakarpangan
    20 September 2008
  12. Ihsan
    21 September 2008

    Mudah2an amal Bapak itu diterima…
    Amiiiin….

  13. gajah_pesing
    21 September 2008

    Innalillahi wa inna ilaihi wa rojiun..

  14. dimas
    21 September 2008

    semua yang berasal dari hati pasti kembali ke hati itu sendiri..
    apa yang kita lakukan pasti kembali ke kita sendiri..
    cerita yang menggugah

  15. aRuL
    21 September 2008

    subhanallah byk yang mendoakan…
    semoga masuk surganya Allah…
    semgoa kita seperti beliau.

  16. nyurian
    21 September 2008

    semoga amal ibadahnya di terima allah swt…
    amin…

  17. vaepink
    22 September 2008

    Innalillahi wa innailaihi raji’un…,
    Semoga bapak itu mendapat tempat yang indah disisi-Nya (amin)…

    Mulailah perbaiki diri kita dimulai dari sekarang dan saat ini juga…., karena kita tidak tahu kapan Allah akan memanggil kita tuh menghadap-Nya…
    Semangat…!!!! 🙂

  18. Muda Bentara
    22 September 2008

    @ Aulia
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT .

    @ redesya
    Terima kasih des atas doa nya, semoga saja kelak aku tak akan seperti itu lagi …

    @ Mang Kumlod
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ zoel,
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ denokdebloeng
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT
    …. Semoga gak seperti itu ya mbak denok …

    @ k@li_lo
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ Abeeayang™
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ alid abdul
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ feriadi isander
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT
    …. Dan saya rasa anda tentulah lebih bijak dari saya …. Salam kenal teman .

    @ pakarpangan,
    Gak deh …

    @ Ihsan
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ gajah_pesing,
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ dimas
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    terima kasih teman atas komentarnya …

    @ aRuL
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    Iya daenk … semoga kita bisa seperti beliau …, dikenang sebagai orang yang selalu bersyukur …

    @ nyurian
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    @ vaepink,
    Terima kasih atas do’anya , semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di Jannah ALLAH SWT

    Semoga kita semua bias lebih baik lagi dalam menyikapi kehidupan yang sementara ini

  19. Hasan Seru
    22 September 2008

    cerita sangat mengharukan😦

  20. artja
    22 September 2008

    semoga banyak pelajaran yang bisa diserap oleh kita semua, baik yang mengenalnya ataupun tidak.
    inna lillahi wa inna ilaihi roji’un

  21. anggavantyo
    23 September 2008

    innalilahi.
    waduh angga pengen banget kalau meninggal ada kesan baik di mata orang🙂
    nggak mau meninggal gara-gara bom bunuh diri.. nggak mau..
    hehehe

  22. didin
    26 September 2008

    Setelah punya citra, sekarang giliran blog muda yang saya acak-acak. Kita emang suka gitu. Baru mau nyapa orang saat ada maunya. Makasih muda, dah melumerkan hati yang kadang2 sombong.

  23. unikzone.com
    6 November 2008

    Akhir yang baik, semoga mendapat tempat yang pantas ……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 September 2008 by in Aceh, Journey and tagged , , , , , , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: