MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Malaikat – Malaikat kecil itu & Eksploitasi Media .


Belakangan ini saya melihat adanya perubahan thema dalam tampilan layar cinema Indonesia , tepatnya dalam media sinetron , jika beberapa tahun yang lalu layar sinetron selalu dihiasi dengan thema lakon per zinahcinta-an remaja sekolahan yang basi dan cabul , akan tetapi kini tema-tema seperti itu tampaknya agak sedikit berkurang , atau mungkin juga telah kehilangan penggemar setianya .

Dan fenomena kisah cinta anak remaja itu kini telah mendapatkan pesaing baru atau juga tepatnya bisa disebut sebagai teman baru , yaitu dengan hadirnya cinema-sinema yang menjual sisi kelucuan dan keluguan anak-anak balita dalam genre sinema remaja .

Tak bisa disalahkan juga , karena ini merupakan senbuah proses kreatif dari usaha gigih bagian marketing PH itu sendiri , proses marketing yang diperuntukkan untuk menggenjot pendapatan pundi-pundi uang sebanyak-banyaknya , pastinya kekayaan untuk menyenangkan kehidupan. .

Dan pandangan saya ini tertuju dari beberapa judul sinema elektronik ini , mulai dari Doo Bee Doo , Cerita Sma , dan yang baru adalah Fauzi Dan Fauziah ,

Memang jika dilihat dari kasat mata , fenomena bintang bintang kecil yang hadir secara dadakan ini sungguh sangat mengobati kepenantan yang kita miliki, kepenatan yang lahir dari rutinitas titual kerja yang menjemukan , dan pastinya dengan kelucuan yang dimiliki sinema ini paling tidak keletihan itu bisa terobati , walaupun semu adanya .

Senyum-senyum malaikat kecil itu dalam berakting sungguh telah membuat kita semua terpesona , pastinya pada jam-jam tertentu , semua mata tertuju kepada mereka , mahluk mahluk suci itu , mahluk mahluk yang diperas dan dirampas masa kecil nya untuk mencari sesuap nasi ,

Dan pastinya malaikat malaikat kecil itu tentunya tidak tahu dan belum sadar dengan apa yang mereka lakukan , mungkin kini bagi mereka berakting di depan kamera dengan diterangi sinaran lampu sampai larut malam itu adalah sebuah mainan yang menyenangkan bagi mereka , tetapi apakah semua itu benar ?

Bukankah ini merupakan bentuk dari eksploitasi manusia , upaya mengekpolitasi keluguan akal malaikat-malaikat kecil itu demi meraih rating , rating yang tentunya demi membuat kaya  pemilik modal , bukankah hal ini sangat bertentangan dengan kenyatan dunia kecil itu sendiri , diunia balita dimana mereka bisa bebas bergerak dan tidak untuk di perbudak.

Dan pastinya malaikat malaikat kecil itu menjadi korban yang sesungguhnya dari kapitalisasi dunia hiburan , betapa tidak jika mereka hanya dimamfaatkan demi kepentingan tertentu , dimamfaatkan karena kepolosannya , keluguan karena akal nya belum sempurna, keluguan karena tidak mengetahui tentang sesuatu , dan tentunya jika mereka telah berakal dewasa pastinya hal ini menjadi sebuah kelumrahan ,

karena setiap hal yang dilakukan oleh individu yang telah dewasa merupakan penjelmaan dari hasil pemikiran mereka , tetapi bagaimana dengan fenomena anak-anak balita ini ? ,bukankah mereka adalah manusia-manusia yang dipaksa untuk mekakukan hal yang mereka tidak tahu , hal yang mereka tidak mengerti , dan bukankah ini bentuk dari penipuan , eksploitasi yang berkedok seni ?

Dan tentunya peran dari orang tua dan pemerintah merupakan penentu dari kelanggengan fenomena ini, fenomena eksploitasi malaikat kecil itu .

Peran orang tua menjadi penentu utama disaat fenomena ini menjadi sangat sering ditemukan , tentunya latar belakang factor ekonomi telah menjadi alasan utama bagi orang tua untuk “menjajakan” keahlian anak-anak nya yang lucu-lucu itu , dan tentunya masalah ini juga menjadi ironi tersendiri , ironi yang lahir karena tuntutan ekonomi , ya ….. urusan perut lah ! , dan tentunya penggabungan antara akumulasi kesulitan ekonomi dan ilmu marketing menjadi sebuah jurus pamungkas yang ampuh untuk menghasilkan pundi-pundi uang , pundi-pundi uang yang lahir dari proses simbiosis mutualisme , pastinya kerjasama ini menguntungkan ke dua belah pihak, baik pihak kapitalis ( Production House ) maupun orang tua itu sendiri , dan dari kesemua itu tentunya kita semua tau subjek yang mana yang akan di rugikan , dan tentunya adalah si malaikat-malaikat kecil itu , mahluk yang di jadikan sapi perah , sapi perah demi menyedot mata penonton untuk melariskan penjualan iklan televisi , dan banyak nya uang yang dihasilkan .

Tentunya dari kedua belah pihak yang diuntungkan , yaitu orang tua dan pemilik modal , pastinya mereka memiliki alasan-alasan tersendiri dalam membenarkan upaya eksploitasi ini , dari demi perkembangan anak , kreatifitas , mengesah kemampuan , melatih kemandirian , mengasah bakat , untuk mendidik penonton , dan puluhan alasan yang lain ,

alasan yang sebenarnya cukup tidak beralasan untuk diungkapkan ,

Apakah dibolehkan adanya alasan jika ujung-ujung nya adalah untuk merampas masa kecil malaikat-malaikat itu yang saban hari diperas tenaganya ?

Bukankah ini sebuah kemunafikan ? kemunafikan berdiri dibalik seni .

Dan peran Negara seharus nya menjadi pengontrol dalam setiap perilaku ini , peran Negara sangat diharapkan dalam upaya pengontrolan industri media , dalam hal ini seharus nya Negara berfungsi sebagai regulator , regulator yang tentunya berpegang pada sendi-sendi keadilan , Negara seharus nya melakukan upaya pencegahan dalam menghadapi fenomena ini , fenomena yang membuat anak-anak kecil itu di rampas kebahagiaan nya , dah harusnya ini menjadi sebuah langkah awal untuk memperbaiki sendi-sendi etika moril dunia media , pastinya agar tidak ada lagi eksploitasi , pornografi dan pelecehan terhadap manusia , walaupun manusia itu tidak merasa dilecehkan .

Well ,…. semoga saja orang tua malaikat-malaikat kecil itu cepat sadar dari perbuatan mereka yang tentunya salah itu , dan bukannya tambah larut dalam rayuan surat-surat kontrak Ph , yang makin lama makin membuat mereka bagai serigala .

Untuk malaikat-malaikat kecil itu …. Tidurlah …. Bernyanyilah …. Tertawalah , dan jangan lah engkau terlalu larut dalam lirik ” racun dunia ” yang di ajari teman-teman dan crew-crew penipu yang jahat itu , karena mereka sebenarnya adalah penjahat , penjahat yang merenggut dunia kecil mu .

*Ah …. si muda Asem , sok bijak lo ….

33 comments on “Malaikat – Malaikat kecil itu & Eksploitasi Media .

  1. Abeeayang™
    8 September 2008

    sayang sekali mereka para orang tua kadangkala gila ketenaran dan materi sehingga mengorbankan si kecil yang seharusnya tak layak diperlakukan seperti ituh….mereka harusnya bersenang2 dan sekolah

  2. edratna
    8 September 2008

    Apa tak ada aturan berapa sebenarnya umur anak yang dibolehkan bekerja untuk mendapatkan uang?
    Kebetulan saya bukan pencinta sinetron, jadi kurang tahu masalah tsb.

  3. muhammadilham
    8 September 2008

    wah.. ada lagi yang lebih menyakitkan. Kasus lipsing di olimpiade beijing. Jadi ada dua orang anak: yg pertama tampang menjual tapi suara pas-pasan, yg kedua suara bagus wajah pas-pasan.
    Panitia nekat menyuruh si anak dengan suara pas-pasan itu lipsing, sementara si anak yg suaranya bagus menyanyi di belakang panggung.
    Seperti kisah 200 pounds beauty bukan?
    Dan ini lebih menyakitkan lagi!

  4. akaldanhati
    8 September 2008

    ini bentuk lain dari penjualan anak bukan ya?

  5. cH!e
    9 September 2008

    Ya…. memang benar boss, kasian banget anak2 di bawah usia dijadikan objekan untuk mencari keuntungan. Jika sang anak ditanyai soal senang/ tidaknya, Sudah pasti mereka menjawab dengan polosnya “SENANG”. Tapi anehnya, Para orang tua tidak bisa menyelami kedalaman hati buah hati mereka yang sebenarnya mereka lebih membutuhkan banyak waktu untuk mengenal dunianya sendiri lebih dalam & menyenangkan (bukan dipaksa, karena teken kontrak).

  6. FaNZ
    9 September 2008

    itu exploitasi kawan!

  7. ydzahra
    9 September 2008

    mungkin si BAim capek kali yah..scene nya aja banyak banget dibanding pemeran utama nya ndiri…
    Indonesia——->>>>>>>>>>>>>..Never..

  8. Muda Bentara
    9 September 2008

    @ Abeeayang™
    Setuju bang Abee , bukankah dunia kecil itu diisi dengan keceriaan, dan bukannya pekerjaan ..,…

    @ edratna
    Wahh , kalau itu saya gak tau juga buk Ratna, tampaknya gak ada tuh , pastinya dalam dunia kapitalisme seperti ini apapun akn dilakukan untuk mencari kekayaan , termasuk memeras keringat bayi-bayi kecil itu ..

    @ muhammadilham
    Iya mas , kasus lipsing di pembukaan olimpiade itu sunguh sangat menyekitkan, tetapi menurut mereka semua itu dilakukan demi negara , demi membanggakan negara , apakah itu yang disebutkan untuk membanggakan negara jika nilai-nilai kemanusiaan diabaikan ?? wah …. betul betul tiongkok ….

    @ akaldanhati
    Iya juga mas , tapi lebih cocok nya jika disebut sebagai upaya “penyewaan anak ”
    … wah aneh ya… anak kok di rental ya…. bingung saya .:D

    @ cH!e
    Setuju bang Che … peran orang tua menjadi faktor utama terselenggarakannya eksploitasi ini …. semoga saja para ortu2 itu cepat mengerti ..:D

    @ FaNZ
    Iyah FaNz , eksploitasi yang sangat jahat ….:D

    @ ydzahra
    Iyah mas …. capek dan letih pastinya …. benar-benar dunia kapitalis …. si manis-manis itu pun diperas untuk mencari kekayaan ..

  9. pimbem
    9 September 2008

    semua ada krn sebab akibat. produser mencari bintang2 baru buat penyegaran, syukur2 harganya miring jd budget bs berkurang. si anak pingin jd terkenal mknya segala upaya dicoba termasuk memeras tenaga siang malam. orang tua? apalagi kl bukan materi alasannya.. pfffuhhhh…

  10. chic
    9 September 2008

    ekploitasi anak… *sigh*

  11. carra
    9 September 2008

    ga pernah nongton sinetron ^^

  12. zoel
    9 September 2008

    ya tergantung juga si!!! kalau si anak nyaman nyaman aja ya gpp

  13. kusandriadi27
    9 September 2008

    tergantung ortu nya mbak,,

    anaknya sih lom tau apa2…klo ortu nya bilang “nggak” juga si anak gak bakal mau…..betul ndak? visit my blog ye..thx salam kenal

  14. kusandriadi27
    9 September 2008

    maksud saya bukan mbak,tapi mas….salah,,wkwkwkwkwkkwkwkwkwk…sorry2,,

  15. Nin
    9 September 2008

    Tapi banyak juga anak-anak kecil yang menikmati ekploitasi itu semua.
    Mereka senag menerima uang banyak dan menjadi terkenal…
    Salah siapa kira-kira?

  16. arifrahmanlubis
    9 September 2008

    satu sisi pandang yg menarik

  17. aRuL
    9 September 2008

    eksploitasi anak nih yg seperti beginian…
    mempekerjakan anak…😀
    semakin muda umurnya semakin mahal…

  18. danangak
    9 September 2008

    Tapi mereka berbakat juga.
    Itu bisa sebagai latihan untuk hari depan sebagai artis.
    Ya coba tanya saja ke mereka mereka senang apa tidak.

  19. antagonea
    9 September 2008

    gw eneg nonton sinetron, jadi gw ga ngerti yang lagi dibicarain yang mana, setau gw ga cuman eksploitasi anak2 aja, sinetron di tipi kita ntu racunnya kompleks!!! Yang paling utama adalah merusak akal sehaaaaat….aNdai semua oRang IndonEsia sadar ama beginian, gw yAkin, kita sMUa bakaL jadi oRang yang ceRdass!!!

  20. anggavantyo
    9 September 2008

    hahahaha.. udah bosen nonton sinetron..
    Gak mutu ah~
    Eh itu foto baim yah? Maen di Cerita SMA, tapi nggak ada cerita SMA-nya sama sekali. GAJEBO! ahahahahah..

  21. Hedwig™
    9 September 2008

    Memiliki kesempatan untuk menjadi bintang sebenarnya adalah hak semua orang.
    Memang kadang terlihat mereka terlalu diexpliotasi, jadi kembali ke orang tuanya apakah ingin nyemplung ke dunia ini atau enggak.

  22. esensi
    9 September 2008

    sentilan kritik anda cukup mengena untuk sebuah masalah yang sifatnya kontekstual, namun sayang, ini tak lebih dari sekedar tulisan keprihatinan semata, ibarat seorang yang menulis artikel tentang kepincangan sosial, tanpa mampu menyertakan paket-paket solusinya.
    .
    yah, blog-blog sampeyan…

  23. Muda Bentara
    9 September 2008

    @ pimbem
    Ya hhh … simbiosis mutaulisme lagi …. bagai burung jalak dengan kerbau mbak ..

    @ chic
    Iya *sight* , klo sama pangeran kecil mbak , jangan sampai terjadi yah …

    @ carra
    Selamat …. anda beruntung , anda tidak dikibulin oleh sinetron …

    @ zoel
    apakah si anak mengerti dengen makna sebenarnya dari kenyamanan itu ?

    @ kusandriadi27

    Ortu kencing berdiri , sianak pasti berlari kencing nya …

    @ kusandriadi27
    Ndak papa koq, tapi saya ini AGAM tulen loh …

    @ Nin
    Apakah mereka paham dengan makna dari eksploitasi itu ?? pastinya tidak bukan ?

    @ arifrahmanlubis
    Terima kasih mas, selamat berkunjung, semoga sukses selalu ya …

    @ aRuL
    Ia daenk , makin lugu , makin enak ditipu, dan makin banyak pula isi pundi yang didapat …

    @ danangak
    wahhh …. gimana yah cara nanyanya ? gak ngerti saya cara nanya nya mas , klo cuma latihan, di sanggar kan juga bisa tho …

    @ antagonea

    Mari kita merdekakan masyarakat indonesia dari sinetron yang tidak mendidik ,,,,,MERDEKA .

    @ anggavantyo
    Ahh si agga bisa aza, Gak Zelas Boooo ….. setuju dengan angga .

    @ Hedwig™
    Semoga orang tua2 bisa lebih bijak dalam memperlakukan buah hatinya …

    @ esensi

    Terima kasih mas atas koreksinya , ini adalah tulisan keprihatinan saya , cuma coretan biasa, terima kasih karena sudah berkunjung mas , lain kali saya nampaknya akan minta diajari oleh anda bagaimana cara menulis yang baik …. salam .

  24. aRuL
    9 September 2008

    setidaknya muda udah berani berkomnetar dan menulis, itu adalah salah satu kunci utama terlebih dahulu untuk menindaklanjuti ke hal solutifnya

  25. Muda Bentara
    9 September 2008

    @ aRul

    Terima kasih Daenk atas sarannya ini, dan tentunya sangat bermamfaat untuk saya , karena saya baru belajar menulis maka masih ada beberapa kekurangan di sana sini yang membutuhkan perbaikan lebih , dan pastinya saya akan selalu menulis , saya tidak ingin hidup dalam kungkungan penjara lisan , penjara yang makin membuat saya makin tidak berarti …

    Selamat malam dan sukses selalu ..
    * Daenk, coment ke 10000 nya saya booking ya ….hehehe

  26. sitidjenar
    9 September 2008

    ya mending sinetronya mendidik….banyakan nggak seh..jadi banyak yg dongkol..

  27. yulism
    9 September 2008

    Kasihan juga ya kalau kita melihat dari sudut pandang masa kanak kanak mereka sudah terbebani ,padalah masa kecil adalah masa yang paling indah hanya bermain dan bergembira tanpa beban. thanks

  28. emyou
    10 September 2008

    gw gak nonton sinetron, tapi malaikat kecil itu emang nyenengin buat diliat sih.. semoga mereka tetap memiliki kesempatan untuk menikmati masa kanak2 yang sangat berharga

  29. Muda Bentara
    10 September 2008

    @ sitidjenar
    Betul mas , nampaknya untuk mencari sesuatu yang mendidik itu kini sangat susah, dan pastinya mahal …

    @ yulism
    Iya buk , masa kecil yang sedih, masa kecil yang di kebiri …

    @ emyou
    Iya mbak , semoga saja masa kecil itu bisa dinikmati kembali oleh mereka .

  30. srikandi19
    10 September 2008

    anak kecil emang kayak malaikat, betapa indah nya anak kecil

  31. hananan
    11 September 2008

    Buset! Capek jariku nge-scroll down gara2 banyak kali komen. Emang mantap ni blog! Yang nulis blog maksudnya..hehe…Yah, Indonesia memang suka mengeksploitasi apapun. mulai dari yang tua-tua sampai anak bayi pun di eksploitasi. Semua hal yang menguntungkan pasti dikerjain semua dah…

    Muda..Salut!

  32. andy
    12 September 2008

    Kasian banget anak kecil yang gak yahu apa-apa itu!

  33. Muda Bentara
    13 September 2008

    @ srikandi19
    Betapa indah lagi jika mereka tidak di eksploitasi ya mbak …

    @ hananan
    Wah , salut juga bos , mister hananan memang tak ada mati nye … namanya aja indonesia bang , semua nya bisa dijual …. bahkan orok2 pun bisa … duh kasihannya mereka ..

    @ Iya mas , keluguan itu seakan hanya untuk diperas demi uang ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 September 2008 by in Journey, Opinion and tagged , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: