MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

Tentang Kaphee, Cafee , dan KP …


Kaphee, Cafee , dan KP

renungan

aku ingin menyelam , menyelam dalam...dan lebih dalam lagi ...

Bebrapa hari ini kalimat kalimat itu terasa sering menyertai  telinga-ku, mulai dari mimbar jum’at, tempat hiburan, sampa waroeng kopi , terasa  sederhana, tapi aneh , membuatku terpaksa berfikir, walaupun utuk waktu yang lama, mendengar kata “KAPE “ini membuat aku bertanya-tanya dalam hati , baik tentang bahasa, agama, maupun tentang kesederhanaan,

KAPE pertama yang membuatku bertanya-tanya dan terpaksa tuk berfikir ,adalah tentang kata KAPHEE

Kata ini ku dengar jumat lalu di mimbar Shalat jumat di masjid pancaila  dekat tempat tinggal ku ,dalam salah satu isi khutbah beliau Khatib-nya mengatakan bahwa, kaum kafir /kaphee  (dalam bahasa Aceh) mereka tidak pernah senang dengan adanya kemajuan di dunia islam, contohnya sederhana-nya saja , mereka tidak senang dengan Irak, lalu dibom, dengan Afganistan lalu di bom juga , baru-baru ini dengan irak,,,juga mau di bom, padahal mereka tidak membuat kesalahan, tetapi kok malah di bom kata beliau .

lalu ustad itu membacakan salah satu ayat alquran yang berbunyi : Waalan tardha ankkal yahudu walan nashaara, hatta tattabi’u millatahu, : yang artinya : kaum yahudi dan nasranit ak akan pernah rela sebelum kalian mengikuti milaah mereka

Begitu arti mengenai ayat itu kata sang Khatib

Dalam hati aku berfikir, betapa aera kaphee kaphee itu sangat berambisi untuk menguasai umat islam, dengan segala cara , baik secara halus, maupun kasar (yang jelas bukan tulisan aalus kasar), secara halus, dengan cara mengkampanye ide-ide Demokrasi, HAM, Sekularisme, Nasionalisme, Humanisme, Liberalisme,Kapitalisme, dan isme-isme gila lainnya, yang saat ini lg ngetren di Indonesia, yang bertujuan untuk melemahkan Aqidah kaum muslimin .

dengan cara kasar, mereka melancarkan tidak manusiawi ,mereka dengan cara langsung membumi hanguskan negeri-negeri islam contohnya afganistan dan irak, wanita dan anak-anak kecil yang tak berdosa menjadi korban kebiadaban mereka, dengan dalih Demokrasi mereka bisa melakukan apapun, termasuk mencabut nyawa manusia.

aku tak tahu lagi apakah masih ada standar kebaikan di dunia ini ???… keanehan itu tampak nyata, gumamku dalam hati .

Mendengar kata kaphee itu juga aku mengingat tentang sejarah peperangan Aceh yang kelam, dimana para pihak kaphee mati-matian merebut tanah ini dengan segala cara, dengan perang maupun penipuan, aku teringat dengan seorang orientalis ulung yang di tugaskan belanda unuk menakklukkan Aceh, CRISTIAN SNOUCH HUGRONYE namanya, ia mengganti namanya menjadi ABDUL GHAFUR ketika menyamar sebagai orang islam , upaya para kaphee ini sangat sistematis dalam upayanya menjajah negeri-negeri muslim, termasuk dengan menyamar sebagai muslim… walaupun mereka tak pernah bias menguasai tanah ini …., kataku berbangga dalam hati…

KAPE yang kedua adalah Cafee

kemarin usa aku di ajak bunda-ku (istri pamanku) untuk mandi di pantai Ujung batee, selain sepupuku yang jg ikut, di dalamn mobil itu juga ikut 2 orang ipar bundaku,salah satunya adalah Bang Boy, suami dari adiknya (yang setahuku , ia adalah abang kandung dari KIN AULIA , pentolan-nya band THE FLY ) dan seorang lagi adalah sepupunya, mereka baru tiba dari Jakarta , baru beberapa hari di Banda Aceh.

perjalanan ke ujung batee berjalan lancar, walaupun laut pada hari itu seakan terasa tak bersahabat, tapi OK juga lah untuk meleas kepenatan di sore hari.

Sepulang nya dari ujung batee bunda-ku mulai banyak berkomentar, ia berlagak seperti seorang Guide professional yang memandu turis-turis bulek yang belum pernah ke Aceh, maklum 2 orang tamu tersebut termasuk jarang ke Aceh , waktu bundaku memulai “aksinya” sebagai Guide, ia mengatakan kepada kedua tamu-nya tersebut seperti ini:

coba liat itu boy, rumah-rumah yang ada di atas gunung itu, itu bantuan jeki cen katanya berbangga, di situ juga banyak pendeta-pendeta dan orang-orang cina, kata-nya berbangga

oooo kata bang boy,

bang boy menjawab… nanti daerah ini pasti semua nya menjadi lahanperumahan kak berhubung bukit2 disini tidak tinggi …..

Lalu perjalanan kami pun berlajut….. di perjalanan menuju rumah , bunda ku pun memulai pembicaraan lagi, ia berkata kepada bang boy…

Boy, disini dulu banyak perumahan, dulu sebelum tsunami kami sering pergi ondangan ke sini, dulu dipinggir jalan ini banyak kape – kape (café-cafe) ,

mendengar kata kape-kape, aku tertawa di dalam hati, betapa uniknya ungkapan tersebut, ungkapan yang berasal dari negeri spagetty Itali itu yang seharusnya diucapkan dengan aksen italia, menjadi sangat berbeda ketika diucapkan oleh lidah seorang perempuan Gayo… berhubung bunda ku itu kampungnya di takeengon dan berdarah Gayoo,

dalam hati aku jg berfikir, seandainya saja dalam mobil bundaku ini benar-benar terdapat buleek dari italia, apalah ketika bundaku menjelaskan kepada mereka dengan mengatakan cafee -cafee dengan ungkapan kape -kape apakah mereka akan mengerti ????

…. Hahahahah kusara tidak….

Perjalanan berlanjut…. Sampai dirumah, aku turun dan langsung menuju dalam kamar mandi tuk membersihkan badan ….. sambil mandi aku bernyanyi…. No …kape..kape…, No …kape..kape … ( menggunakan irama laguu Bob Marley : No women no cry ).,…

Dan KAPE yang ke tiga adalah KP (Kuliah Praktek)

Sekarang aku masih semester 4 dan 1 bulan lagi akan masuk semester 5, kuliah di D-3 membuatku letih dan bingung, dengan banyaknya kuliahan yang harus ku kejar,dan dengan ketidak jelasan gelar dan lapangan kerja yang nantinya ku peroleh.

Tadi malam aku nongkrong dengan teman-temanku di warong Si-Din, biasanya kawan-kawan ku memanggil-nya dengan sebutan Cek Din ( aku tak mau memanggil namanya dengan sebutan Cek din karena diya memang bukan pamanku)

Warong Si-Din letaknya di samping jembatan banjir kanal Krueng Aceh ,di Lamnyong , lokasi nya lumayan bagus, pemandangannya dilatari dengan sungai buatan Lamnyong dan jembatan “San fransisco ” -nya , itu adalah jembatan San Francisco bagiku ,karena setiap hari aku melewati jembatan itu untuk menjemput mimpi masa depan, seperti orang-orang yang melewati jembatan san fransisco untuk meraih mimpi di los angeles …. , meraih mimpi di jalanan Baverlyn hills untuk diajak menjadi bintang film, atau meraih mimpi tuk menjadi “raja-raja”teknologi yang bekerja di Lembah Sylicon.

Sampai di warong Si-Din jam 8.30 , ke dua temanku yang hebat-hebat itu telah menunggu, aku duduk dan memulai perbincangan , seperti biasa-nya, aku selalu membawa tas kesayangan ku, tas Boogie hadiah dari Harry Moekty, mantan rockker 80-an yang sekarang telah menjadi seorang Mubalig , ia memberikan tas itu saat menjadi relawan kemanusiaan tragedy Tsunami pada awal 2005 kebetulan kami tergabung dalam organisasi yang sama .

bagiku tas ku itu adalah teman yang amat setia, ia merupakan rumah kecil bagiku , didalamnya selalu kusertai dompet-ku yang kucel, beberapa novel ,beberapa buku kuliahan, majalah, dan beberapa prnak-pernik lainnya, terkadang juga ada pisau di dalamnya , itupun jika aku berencana pulang jam 3 atau 4 malam…. Maklum, di daerah Cadek tempatku tinggal,,, daerahnya terlalu rawan, sampai-sampai pernah ku baca di Koran Serambi, kalau Kapolsek-nya menjadi stress karena banyaknya aksi kejahatan yang ada di daerah ku itu.

Seperti biasa pembicaraan kami selalu dimulai dengan hal-hal yang konyol, bisa masalah kuliahan, bisa tentang cewek , politik , gossip, pokoknya apa saja , biasanya aku termasuk yang banyak bacot kalau lagi ngumpul, terkadang mereka menganggap aku sebagai seorang yang aneh, dan agak kurang ” normal “, tapi aku selalu bisa melakukan self-advocation , kataku kepada mereka, hidup ini jangan terlalu serius, serius itu hanya kalau sedang di forum kataku, karena kalau di forum diriku pasti serius , serius itu membuat kita menjadi kaku kataku…

Pembicaraan malam itu terfokus ke hal -hal yang berbau jalan-jalan, kebanyakan petualangan, kami bertiga memang penggila jalan-jalan, apalagi hunting tempat wisata yang baru, semua tempat ingin kami datangi, rencana ke Sabang, ke Calang, ke Gayo.. itu telah menjadi rencana kedepan tour’ de expedisi-kami, seperti biasanya si Vandi terkadang tak bisa ikut , berhubung ortunya tak mengijinkannya pergi jauh ,

mendengar penjeasannya itu memang terkesan aneh bagiku, karena menurutku sekarang ini kan kami sudah besar, tidak terlalu memerlukan perhatian ekstra kataku dalam hati, tetapi aku mengambil nilai positif dari “kebijakan” teman ku ini, temanku ini pasti seorang anak yang baik , anak yang sangat patuh pada Ayah-Bunda nya, anak yang angat menghargai petuah orang tuanya, prinsipnya pasti Ayah-Bunda nya itu adalah segala-galanya bagi-nya, restu Ayah-Bunda itu mahal , dan sangat SAKRAL kataku dalam hati, mungkin aku tak seberuntung iya, yang bisa selalu ” taat ” terhadap Ayah-Bunda , kare na aku dalam keadaan tertentu jga menjadi ” pemberontak ” walaupun yang kulakukan itu sebenarnya benar.

Serius berbicara mengenai petualangan, lalu si Raiza bertanya kepadaku’

Kamu da , apakah sudah menetapkan di mana hendak KP ( Kuliah Praktek ) ??

, dalam hati aku tersentak, betapa waktu ini semakin cepat berlalu, serasa kemarin aku baru menjadi mahasiswa, tak terasa mau semester 5, lama-lama- kemalasan ini bisa membunuhku…gumam dalam hati,

lalu aku berkata pada si Raiza ,

gak tahu ja, belum tahu nie mau kp dimana, rencana memang ada sih, rencana awal di kntor Gubernur, klo gak ,ya di dinas aja ,klo di PLN dan TELKOM pasti sudah penuh , kataku pada si Raiza ,

Aku juga gak tau mau KP kemana kata si Raiza melanjutkan

Lalu aku melanjutkan kembali,

Gamana, mau KP ja, ilmu aja belum punya , aku malu tuk ambil KP, ilmu ku belum ada apa-apanya… orang laen udah ke langit, kita masi di gunung kataku,

begitu tertinggal-nya aku , berkata dalam hati,

menginagatkanku betapa kesia-siaan itu telah melenyapkanku…

Terkadang malu mengakui sebagai mahasiswa walaupun aku telah menjadi mahasiswa.

dalam hati teringat petuah Ayah-ku….. suatu malam beliau berpesan, belajar itu harus fokus , kuasai sebaik mungkin apa yang kamu sukai, tapi harus fokus, karena dunia ini sudah masuk persaingan bebas, kalo kamu tidak bisa bahasa inggris, tidak bisa komputer maupun ahli di suatu bidang, maka kamu akan tersingkirkan…. Begitu pesan beliau…..

Setelah itu kami memutuskan tuk pulang , sebelum pulang ke rumah aku memutuskan tuk menikmati keindahan Banda Aceh dahulu, karena menurutku KOTA TUA PUSAKA RAJA ini di waktu tengah malam begitu sangat ‘menggoda

karena Banda Aceh di malam hari itu adalah punyaku, dan ketika siang ia menjadi milik karbon dan debu yang tak bertuan

Sambil jalan-jalan mengendarai motor “pusaka tsunami” milik ku ,aku berfikir , betapa beberapa hari ini aku banyak tersadarkan dengan hal-hal yang sangat kecil…. Betapa kata-kata sederhana itu menjadi suatu yang sangat dahsyat pengaruhnya… termasuk ketiga kata unik ku ini …

Kape, Kape, Kape ( Kaphee, Cafee, dan KP).

One comment on “Tentang Kaphee, Cafee , dan KP …

  1. ipanks
    9 September 2009

    maaf, daku minta ijin untuk memasang pic nya di postingan daku. terima kasih dan salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Juli 2008 by in Aceh, Foto, Journey, Prime and tagged , , , , , , .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: