MUDA BENTARA !

#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !

AS dan Perubahan iklim


gdwsgrewtrwt.jpg

 

AS dan Perubahan iklim

0leh : T.R.Muda Dharma Bentara

UNFCCC ( United Nation Frame Work Convention on Climate Change) atau Konferensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim telah dilaksanakan di nusa dua,Bali pada tanggal 3-14 Desember 2007 ,Konferensi yang menelan dana sebesar Rp 115 miliar dari APBN 2007 ini dihadiri 9.575 peserta dari 185 negara serta 331 lembaga swadaya masyarakat lokal dan internasional

Isu yang di bahas dalam konferensi ini masih mengenai pencapaian target protocol Kyoto ,kesepakatan international yang di ratifikasi di kota Kyoto, Jepang pada desember 1997, protocol Kyoto adalah suatu perjanjian mengikat yang diikuti oleh 160 negara yang berkomitmen untuk mengurangi penggunaan emisi yang menjadi penyebab utama timbul- nya pemanasan global (http://wikipedia.or.id)

Ironisnya konferensi yang menelan dana sangat besar ini tidak menghasilkan rekomendasi yang nyata untuk mendukung ratifikasi protocol Kyoto , hal ini didasarkan atas adanya pertentangan dari dua kubu yang mengikuti konferensi ini ,di kubu pertama adalah Negara-negara yang berkomitmen dalam ratifikasi protocol Kyoto ,dan di kubu lain adalah Negara yang tidak mendukung ratifikasi protocol Kyoto yang di komandoi oleh “si anak Setan”amerika.

Konferensi Tingkat Internasional ini sejatinya diharapkan menghasilkan sebuah kesepakatan seluruh peserta untuk menyelamatkan bumi dari bahaya efek rumah kaca. Bumi ‘terancam’ tenggelam oleh pemanasan global dengan mencairnya es di kutub utara dan selatan. Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional, Gerd Leipold mengatakan bahwa pada musim panas, Kutub Utara Arctic akan bebas dari es dalam 5-6 tahun ke depan akibat mencairnya es abadi (Antara, 16/12).

Bukan hanya itu saja bahayanya. Laporan yang dirilis oleh Human Development Report 2007/2008: “Fighting Climate Change: Human Solidarity in a Devided World” menyebutkan bahwa pemanasan global akan menyebabkan : Pertama, merusak produksi pertanian dan security food. Perubahan iklim akan berdampak pada curah hujan, temperatur, dan ketersediaan air untuk pertanian. Tanah-tanah pertanian akan mengalami gangguan dalam pasokan air, sehingga produksi pertanian akan merosot. Daerah kering sub-Sahara Afrika, misalnya, diperkirakan luasnya akan bertambah sebesar 60-90 juta hektar.

Kedua, kelangkaan air. Perubahan pola aliran air dan pencairan es akan meningkatkan ekologi stres yang akan mempengaruhi aliran air untuk irigasi dan ketersediaan air untuk penduduk. Pada tahun 2080 diperkirakan dunia mendapatkan tambahan 1,8 miliar orang yang kekurangan air. Sebaliknya, Asia Tengah dan Cina bagian utara dalam jangka pendek akan mengalami kenaikan aliran sungai akibat pencairan glaisser yang berkisar 10-15 meter di Pegunungan Himalaya.

Ketiga, hancurnya ekosistem dan keragaman hayati. Perubahan iklim juga akan mengubah sistem ekologi. Saat ini diperkirakan setengah dari terumbu karang dunia mengalami kerusakan (bleaching) akibat pemanasan global. Ekologi yang berbasis es seperti yang terdapat di kawasan Arctic dan Antartica akan mengalami dampak serius. Sebagian binatang dan tumbuhan mungkin dapat beradaptasi, namun cepatnya perubahan iklim ini membuat sebagian tidak dapat mengikuti perkembangan itu. Dengan peningkatan suhu pemanasan sebesar 3 derajat celcius, 20-30 persen spesies tanah akan mengalami kepunahan.

Dalam hal penyebab perubahan iklim AS dan Negara maju tercatat sebagai Negara yang paling rakus dalam penggunaan energy yang menjadi penyebab utama perubahan iklim sehingga menyebabkan pemanasan global,

Pemanasan global ini terjadi akibat naiknya intensitas gas rumah kaca (GRK) yang terdiri dari karbon dioksida (co2), metana (ch4 dan dinitroksida (n20) . pola konsumsi energy bahan bakar fosil yang (minyak,gas dan batu bara) yang berlebihan dan tidak efisien menjadi penyebab utama terjadinya perubahan iklim bumi . ekonomi pasar (liberal) yang mendorong model produksi yang tak henti-hentinya ,telah mengubah sumber daya alam menjadi komoditi yang terus-menerus menciptakan permintaan baru ,merupakan penyebab utama meningkatnya konsumsi akan bahan-bahan bakar fosil di Negara maju .system ekonomi pasar yang menyebar tak merata merupalan factor utama .dalam konteks ini ,di jantung tanah kelahirannya ,yaitu belahan bumi barat, ekonomi pasar telah berkembang secara berlebihan , sedangkan di belahan bumi selatan ekonomi pasar hadir dalam

bentuk yang agak terbelakang dan cenderung bersifat eksploitatif , akan tetapi dampak global yang dihasilkan juga tersebar secara heterogen pada konteks ekonomi dan homogen pada dampak kerusakan lingkungan. Salah satu contoh yang paling jelas adalah perbedan tingkat emisi .

GRK- per-kapita satu orang AS menghasilkan emisi sebanding dengan 17 orang di maldivas, 19 orang di india, 30 orang di Pakistan, 49 orang di Srilangka ,107 orang di Banglades, 134 orang di Bhutan, dan 269 orang di Nepal . meski menjadi penghasil emisi terbesar di dunia yaitu 36,1% dari total emisi dunia , secara mantap amerika dengan konsisten menolak pengurangan emisi GRK , hal ini terbukti dengan penentangan amerika akan standart pengurangan jumlah emisi GRK pada konfrensi UNFCCC yang dilangsungkan di Bali , yang berakhir dengan kebuntuan .hal ini tidak hanya terjadi pada konferensi di Bali, pada konferensi di Kyoto dan di Rio De Jeneiro Amerika juga menerapkan manufer yng sama, bahkan George bush senior pernah menggertak pertemuan puncak Rio De jeneiro dengan pernyataan” gaya hidup Amerika bukan untuk di negoisasi ”(welden bellob). Negara-negara maju seperti Jepang dan Uni Eropa juga sempat terkejut mendengar pernyataan ini, , tapi, seiring perjalanan waktu,mau tidak mau , system ekonomi pasar (kapitalis) yang di terapkan oleh Jepang dan Uni Eropa telah menuntut penggunaan konsumsi yang semakin lama semajin besar . hal ini disebabkan oleh konsumsi yang senantiasa meningkat, yang merupakan jurus maut untuk mempertahankan tuntutan keberadaan hidup ekonomi pasar . dampak linkungan yang di sebabkan oleh keserakahan ekonomi pasar yang terus berkembang dipastikan jauh dari yang terungkap pada survey-survey angka statistic. Hal ini dikarenakan , untuk menanggapi maraknya gerakan lingkungan di negaranya , Negara-negara industry ini yang dikomandoi oleh AS telah menggeser beban keseimbangan lingkungan global ini ke pundak-negara-negara belahan bumi selatan . kondisi tersebut tampak ketika Jepang menggapai standart kualitas lingkungan hidup mereka dengan cara memacu konsumsi sumber daya alam dan produksi limbah di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara , seperti limbah B3 , limbah elektronik dan juga konsumsi Negara maju yang menyerap 70% dari kayu yang di tebang secara illegal di filifina dan Indonesia sejak tahun 1950-an yang juga merupakan penyebab utama pemanasan global .konsumsi komoditas di Negara-negara maju berasal dari produksi yang diletakkan jauh dari Negara itu . mulai tahun 1960-an ,proses produksi yang padat di daerah itu ditransfer secara massif ke wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia , lengkap dengan dampak lingkungan hidup yang membahayakan . akhir-akhir ini modal AS bergabung ,Eropa dan Jepang berkontribusi besar dalam mengubah Cina yng menjadi pusat “pembuangan sampah” global , apa yang terjadi di cina dan Asia merupakan bagian dari scenario busuk Negara-negara maju yang dikomandoi oleh AS untuk memindahkan biaya ekonomi ke wilayah pinggirannya, sehingga target pengurangan emisi mereka bisa tercapai.

Laju penggunaan emisi yang tak terbendung mengakibatkan kondisi bumi yang menjadi berubah-ubah secara tidak teratur , kondisi yang diakibatkan oleh pemakaian bahan bakar fosil yang tidak terkontrol akibat gaya ekonomi pasar yang semakin rakus dan serakah. Untuk menghidupkan roda perekonomian kapitalisnya , Amerika dan Negara maju lainnya mau tidak mau mereka membutuh kan energy dalam jumlah besar, selain untuk menjaga stabilitas keuangan globalnya nya, juga untuk menggerakkan motor-motor mesin perusahaan multy nasional mereka , yang bergerak di berbagai sector di negaranya (AS), misalkan eksplorasi minyak (chevron ,Exxon, mobil oil, caltex), elektronik (ibm, Microsoft,hp,motorolla), produk makanan minuman (coca-cola,kraft), produk rumahan (the procter and gamble company P&G) dan industry perhubungan (ford motor, boeing).

pertumbuhan industry mlty national di amerika tidak hanya membuat amerika makin tergantung akan bahan bakar fosil ,akan tetapi juga ketergantungan pada bahan mentah CPO (crude palm oil) yang merupakan bahan baku industry Amerika .permintaan akan CPO ini telah mendorong konversi lahan-lahan hutan menjadi kebun sawit, dalam penggunaan cpo amerika menempati urutan ke dua setelah Jepang, akibat kerakusan ekonomi pasar, banyak lahan-lahan hutan yang semula menjadi penyelamat manusia dari perubahan iklim (contohnya Indonesia -red), telah dikonversi menjadi lahan-lahan sawit yang baru-baru ini tidak hanya sebagai bahan baku industry akan tetapi juga untuk sumber energy alternative (bio diesel), eksplorasi yang makin menjadi-jadi telah membuat kondisi alam yng semula stabil kini malah menjadi tidak teratur akibat kerusakan habitat dan ekologi . Kerusakan alam yang luar biasa akibat kerakusan ekonomi kapitalis ini sangat menggangu stabilitas kehidupan seluruh penduduk dunia, yang paling mengalami dampak serius adalah penduduk di Negara dunia ke-3 ,yang mereka masih menggunakan metode sederhana dalam hal ekonominya, metode ekonomi yang berbasiskan pada pertanian dan kelautan yang masih tergantung secara mutlak pada keadaan iklim , perubahan iklim yang tidak menentu menjadikan kondisi sosio ekonomi mereka makin melemah, hal ini karena dampak yang terjadi dari pemanasan global , yaitu dampak terhadap cuaca, tinggi muka air laut, pertanian, hewan dan tumbuhan serta kesehatan manusia. Akibat pemanasan global ,temperature pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat . curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya.

Pemanasan global akan mencairkan es abadi di kutub . akibatnya tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm selama abad 20, diprediksi pada abad 21 akan terjadi peningkatan tinggi muka air antara 9-100 cm. dan menurut perhitungn IPPC (lembaga international yang bergerak di bidang perubahan iklim) , kenaikan 100 cm muka air laur akan meneggelamkan 6% daerah belanda ,17,5% banglabes, dan ribuan pulau kecil di Indonesia akan tenggelam. Wabah penyakit yang biasanya ditemukan di daerah tropic , seperti malaria dan dbd ,diperkirakan akan meningkat 60% . fatka yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi pada juni 2003 telah menewaskan 25.000 penduduk Eropa . sedangkan menurut BBC , musim dingin yang ekstrim pada 2003 telah menewaskan 2.500 penduduk inggris. Bahkan menurut laporan WHO, pada desember 2003 ,pemanasan global telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun. Menurut perkiraan WHO ,dalam 30 tanun mendatang , angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencapai 300 ribu per tahun.

.

Walhasil, pemanasan global telah menjadi ancaman yang paling nyata akan kelangsungan kehidupan dunia.

Fakta-fakta seperti yang tertera di atas tetap tidak membuka mata hati AS dan knoni-kroninya untuk ikut berperan dalam melindungi bumi dari kepunahan.

Menilik Kembali pada pertemuan UNFCCC ,Setelah berunding selama dua minggu dan molor sehari, para delegasi dari 185 negara akhirnya menyetujui konsensus menekan laju perubahan iklim dalam dokumen “Bali Roadmap”. Seperti kita ketahui bahwa “Bali Roadmap” tidak menghasilkan statemen tegas tentang besaran pengurangan emisi energi (penyebab utama pemanasan global) dalam jangka waktu tertentu. Hal ini karena AS dan negara maju lainnya tetap menolak dengan tegas usulan angka pasti yang mengikat pengurangan emisi industri mereka antara 25 – 40 % hingga tahun 2020 nanti.

Komprominya, rumusan Bali Roadmap hanya menegaskan keharusan negara-negara maju melaksanakan komitmen dalam hal mitigasi secara terukur, dilaporkan dan bisa diverifikasi; termasuk pengurangan emisi yang ‘terkuantifikasi’. Target angka pengurangan emisi secara jelas seperti yang dituntut bukti-bukti ilmiah sains dan kepentingan kemanusiaan pun akhirnya tergusur dan hanya menjadi catatan kaki dan angin lalu. Sungguh sangat tragis. Bahaya pemanasan global telah sangat-sangat nyata kita rasakan dalam seluruh aspek kehidupan , namun upaya pencegahan terganjal oleh sikap ‘angkuh’ serta dominannya AS dan negara maju lainnya terhadap negara-negara berkembang.

Hanya untuk Kepentingan AS dan Negara-negara Maju

Jelas bahwa rumusan ‘Bali Roadmap’ lebih banyak mengakomodasi kepentingan negara maju, terutama AS, baik secara politik dan ekonomi. Hal ini dikarenakan, Pertama: Departemen Kehutanan RI telah meluncurkan Re-ducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD). REDD diharapkan dapat menjadi sebuah skema reduksi emisi karbon dari penggundulan dan kerusakan hutan di negara berkembang. Proposal ini terganjal oleh sikap AS. AS dan negara maju mendesakkan agar insentif dalam REDD dimasukkan dalam konteks penggunaan lahan (land use) (Republika, 13/12). Jelas, AS ingin cuci tangan dalam hal ini. Menurut Walhi, konsep REDD lebih terkesan sebagai upaya mengalihkan inti masalah perubahan iklim menjadi konsesi bagi negara-negara maju untuk tetap menghasilkan emisi yang makin masif. Negara maju berpopulasi 15% dari total populasi global, tetapi emisi karbon yang mereka timbulkan adalah 70% dari total emisi dunia dan menimbulkan apa yang sekarang disebut dengan perubahan iklim. (Okezone, 6/12/2007)

Kedua: Adanya program Clean Development Mechanism (CDM) yang digagas pada UNFCCC Montral, Desember 2005 yang lalu. Dengan mekanisme CDM ini, industri di negara berkembang dapat menjual upaya pengurangan emisinya kepada negara maju. Artinya, negara-negara maju bisa ‘berlepas tangan’ tatkala sudah memberikan bantuan sejumlah dana kepada negara-negara berkembang dalam mempertahankan dan memperbaiki hutannya untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan penyerap dari emisi karbon. Dengan kata lain, CDM melegalkan ‘perdagangan karbon’. Inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran sejumlah kalangan, termasuk Ketua ICOP-13, Rachmat Witular. “Saya sangat menyadari, perubahan iklim telah berbelok menjadi persoalan bisnis,” ujar Rachmat (Republika, 3/12).

Sayang, seperti bantuan-bantuan lainnya, bantuan program CDM ini masih sarat dengan kepentingan politik dan ekonomi negara-negara maju. Sebagai misal, bantuan tahap pertama AS untuk perbaikan hutan di Indonesia sebesar 181,3 miliar selama 10 tahun, masih mensyaratkan Pemerintah Indonesia untuk memperteguh sikapnya terhadap perang melawan terorisme dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

Jelas, Konferensi Bali sejatinya untuk kepentingan AS dan negara-negara maju, baik hasilnya maupun keputusan turunannya. Ailun (Greenpeace China) menegaskan bahwa negara-negara berkembang datang ke Bali dengan usulan jelas. Yang mereka dapatkan hanyalah strategi kotor dari Bush yang menantang semua bahasan, terutama terkait dengan ratusan juta umat manusia yang telah menderita akibat perubahan cuaca. AS lah yang berperan di Bali. (Okezone, 16/12)

Khatimah

Pemanasan global dan perubahan ilkim merupakan ancaman yang sudah nyata bagi penduduk dunia, hal ini disebabkan akan kerakusan manusia akan konsumsi energy, konsumsi energy yang utamanya di gunakan oleh AS untuk mengkokohkan posisinya terhadap imperium global , kondisi ini adalah kondisi nyata dari system kapitalisme liberal yang telah menghancurkan tatanan kehidupan global , hal ini menjadi bukti bahwa, betapapun hebat nya manusia tetapi mereka juga tidak bisa memberikan keadilan bagi semesta , hal ini menuntut kita untuk lebih respect terhadap kondisi global , Karena itu, sudah waktunya kita meninggalkan AS dan sekutunya, termasuk para komprador yang senantiasa membebek kepada mereka. Sudah saatnya system Islam dijadikan solusi terhadap segala permasalahan yang menimpa peradaban manusia. system islam yang merupakan produk dari representative kekuasaan Allah akan manusia ,

kekuasaan untuk mengendalikan ciptaan Nya , yang berbasiskan akan kedaulatan di tangan Allah, kedaulatan yang akan membawa kemuliaan bagi semesta , system yang memanusiakan manusia bukan seperti kapitalisme yang selalu menghinakan manusia.

Demikianlah sikap negara-negara kafir. Padahal Allah, Pemilik sejati alam ini, telah memerintahkan manusia untuk menjaga lingkungan hidup mereka. Dan Ini adalah sebuah kewajiban. Allah SWT telah berfirman:

Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya. (QS al-A‘raf [7]: 56).

Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. Siapakah yng lebih baik hukumnyadaripada hukum Allah bgi orang-orang yang yakin? (QS al maidah[5]: 50)

Tidakkah kalian memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, yaitu Neraka Jahanam? Mereka nmasuk ke dalamnya dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (QS Ibrahim [14]: 28-29).

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia , supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka ,agar mereka kembali ke jalan yang benar (Ar-rum 30:41)

Dan bila dikatakan kepada mereka : janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. ( )

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []

One comment on “AS dan Perubahan iklim

  1. Jonathan Haryanto
    17 November 2008

    Sangat ironis investor-investor mencari selamat dengan “cut lost” portfolio-portfolio diakibatkan “krisis kepercayaan”. siapa yang percaya Lehman Brothers menjadi “almarhum”, AIG nyaris menjadi sejarah, Bank-bank “Super” rugi ratusan milyar dolar. Pasar uang mendadak menjadi begitu ketat dan suku bunga Libor mencatat rekor tertinggi walaupun masing-masing Bank Central telah memotong suku bunga dan mengucurkan bantuan yang sangat besar untuk menstabilkan sektor keuangan dan pasar modal, tetapi “Chaos” tetap terjadi. Para investor sudah skeptis karena ketakutan “the worse has not rich the bottom” jadi masing-masing tetap cari selamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 Maret 2008 by in Prime and tagged .
Fisip Aceh
visitor stats

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3.676 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: