<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MUDA BENTARA !</title>
	<atom:link href="http://mudabentara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mudabentara.wordpress.com</link>
	<description>#KITA MELAWAN KARENA HAK KITA DILANGGAR !!!.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 08:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mudabentara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9bd4da3dc6d45ced87eb135747e9202f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>MUDA BENTARA !</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mudabentara.wordpress.com/osd.xml" title="MUDA BENTARA !" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mudabentara.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Media Kampanye, Masyarakat Simbolik dan Strategi Politik.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/18/media-kampanye-masyarakat-simbolik-dan-strategi-politik/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/18/media-kampanye-masyarakat-simbolik-dan-strategi-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 10:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[Prime]]></category>
		<category><![CDATA[gam]]></category>
		<category><![CDATA[Irwandi Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Irwandi-Muhyan]]></category>
		<category><![CDATA[KIP Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Nazar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilukada Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pildada Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1532</guid>
		<description><![CDATA[Selama masa tahapan pelaksanaan Pemilukada Aceh kali ini, terutama Pilkada Gubernur, kini banyak atribut-atribut kampanye yang mulai bertebaran di penjuru kota dan pelosok-pelosok kampung. Sebelum putusan sela MK (Mahkamah Konstitusi) yang dikeluarkan pada tanggal 2 November lalu, ada tiga pasangan yang menjadi calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-1017, yaitu pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1532&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/11/quran1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1533" title="Irwandi Yususf" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/11/quran1.jpg?w=510" alt=""   /></a>Selama masa tahapan pelaksanaan Pemilukada <a class="zem_slink" title="Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Aceh</a> kali ini, terutama Pilkada Gubernur, kini banyak atribut-atribut kampanye yang mulai bertebaran di penjuru kota dan pelosok-pelosok <a class="zem_slink" title="Village" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Village" rel="wikipedia">kampung</a>. Sebelum putusan sela MK (Mahkamah Konstitusi) yang dikeluarkan pada tanggal 2 November lalu, ada tiga pasangan yang menjadi calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-1017, yaitu pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, <a class="zem_slink" title="Muhammad" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad" rel="wikipedia">Muhammad</a> Nazar-Nova Iriansyah dan <a class="zem_slink" title="Ahmad Tajuddin" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Tajuddin" rel="wikipedia">Ahmad Tajuddin</a>-Teuku Suriansyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, rupa ketiga pasangan ini dengan mudah bisa ditemui dalam wujud spanduk-spanduk dan baliho besar yang ada di persimpangan jalan ataupun perempatan pusat kota. Dalam bulan ini, para kandidat berlomba mempublikasikan spanduk/baliho mereka dengan isi pesan mengenai Ibadah Haji dan ucapan selamat hari raya Iedul Kurban.</p>
<p style="text-align:justify;"><a class="zem_slink" title="Dari (Persian)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dari_%28Persian%29" rel="wikipedia">Dari</a> ketiga pasangan ini, ada satu calon pasangan yang desain model media kampanye luar ruangnya menurut saya begitu baik , yaitu milik pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan. Media kampanye luar ruang mereka di dominasi oleh warna latar putih dan merah. Dengan penggunaan pakaian adat dan Kopyah Meukeutop khas Aceh yang berwarnya kuning/oranye.<span id="more-1532"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menarik untuk melihat kembali perihal faktor dibalik kemenangan Irwandi Yusuf pada Pilkada Gubernur tahun 2006 yang kala itu berpasangan dengan Muhammad Nazar. Saat itu, dari beberapa calon yang ada, hanya pasangan Irwandi-lah satu-satunya calon yang menggunakan pakaian adat Aceh sebagai pakaian yang digunakan dalam publikasi kampanye dan foto di lembaran pemilihan di hari penyoblosan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan pakaian adat Aceh dan Kopyah Meukeutop (Kopyah Teuku <a class="zem_slink" title="Umar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Umar" rel="wikipedia">Umar</a>) menjadi pembeda yang khas disaat para calon lain memiliki kemiripan yang sama dari segi kostum. Tampilan pasangan yang lain sama halnya seperti pasangan-pasangan calon kepala daerah lainnya di <a class="zem_slink" title="Indonesia" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333 (Indonesia)&amp;t=h" rel="geolocation">Indonesia</a>, menggunakan jas, peci hitam dan beberapa ada yang menggunakan dasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal berpakaianan, di kampung-kampung, penggunaan dasi ataupun jas masih dilihat sebagai sesuatu yang lain. Di kampung yang masih begitu tradisional, ada anggapan jika pengguna dasi adalah “orang lain” atau “bajee ureung kaphee (pakaian orang kafir)”. Kemunculan stereotype ini mencuat disebabkan oleh pernah adanya statement ulama lokal atau tokoh masyarakat yang menjadi patron mereka sehari-hari. Para ulama kampung adalah ulama yang cenderung berfikir tradisional, sehingga mereka sering mengasosiasikan jika unsur tertentu dari pakaian (yang sebenarnya netral) merupakan bagian dari peradaban ataupun agama lain. Masyarakat kampung adalah tipe masyarakat yang begitu mengikuti pendapat ulama yang mereka percayai.</p>
<p style="text-align:justify;">Di pilkada tahun 2006 itu, alasan utama terpilihnya Irwandi selain alasan bahwa ia mewakili aspirasi eks-kombatan GAM ialah penggunaan pakaian adat yang ia kenakan. Di pemilihan tahun 2006, dalam masyarakat tercipta sentimen-sentimen tertentu ketika memilih untuk mendukung calon peserta Pilkada. Di masyarakat kampung, lahir sentimen jika yang menggunakan pakaian adat Aceh adalah “awak tanyoe (orang kita),” dan yang menggunakan pakaian selain itu adalah “kon awak tanyo (bukan orang kita)”. Tim kampanye memamfaatkan sentimen ini untuk menggiring massa untuk memilih, mereka menggiring sentimen ini untuk mengajak masyarakat memilih kandidat yang mereka dukung, yaitu kandidat pasangan Irwandi Yusuf yang menjadi satu-satunya pasangan yang menggunakan pakaian adat Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Mekanisme transfer informasi paling sederhana yaitu word of mouth menjadi begitu ampuh dalam hal ini. Ketika salah seorang masyarakat ditanya oleh anggota masyarakat yang lain ia akan memilih siapa saat pilkada nanti, maka ia akan menyebutkan “pileeh awak tanyoe nyang sok bajee Aceh (pilih orang kita yang menggunakan pakaian Aceh)”. “Pileeh nyang sok Kupiyah Teuku Umar (Pilih yang menggunakan Kopyah Teuku Umar)”. Sentimen-sentimen simbolik seperti ini bergulir terus menerus hingga menjelang hari-H pemilihan. Ketika keluar dari bilik suara, saat ada yang bertanya kepadanya ia memilih siapa, maka anggota masyarakat akan menyebut “pileeh awak tanyoe”. Kalimat-kalimat seperti itu menjadi media kampanye yang begitu kuat dalam merebut masa.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, kemenangan Irwandi Yusuf pada tahun 2006 disebabkan oleh kemampuan ia dan timnya dalam membaca potensi kecenderungan masyarakat Aceh yang amat simbolistis dalam mengkonsumsi sesuatu. Baik isu politik maupun hal lainnya. Ini terlihat dari strategi mereka yang menggunakan pakaian adat Aceh dan kopyah meukeutop sebagai identitas diri untuk dikenal oleh pemilih.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu terjadi pada tahun 2006. Kini, saya tertarik mengamati gaya kampanye media luar ruang mereka dalam pilkada periode ini, 2011. Seperti yang saya sebutkan di awal, kali ini Irwandi Yusuf yang berduet dengan Muhyan Yunan menggunakan gaya yang sama seperti saat tahun 2006 dahulu. Di Pemilukada kali ini mereka tetap menggunakan pakaian ada Aceh dengan Kopyah Meukeutop menyertai kepala mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, ada hal yang berbeda dari tampilan Irwandi dan pasangannya kali ini dengan saat ia maju di tahun 2006. Di tahun 2006, Irwandi dan Muhammad Nazar menggunakan pakaian adat Aceh yang berwarna hitam dan kopyah meukeutop yang didominasi warna kuning/oranye. kali ini, Irwandi yang berduet dengan Muhyan Yunan menggunakan pakaian adat berwarna kuning/oranye dengan kopyah meukeutop yang juga berwarna sama. <a class="zem_slink" title="Kali" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kali" rel="wikipedia">Kali</a> ini mereka berdua secara keseluruhan menggunakan instrumen warna kuning/oranye sebagai warna pakaian dalam publikasi media kampanye mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara psikologis, penggunaan warna kuning/oranye dalam psikologis warna dikaitkan dengan kecerdasan, ide baru serta kepercayaan terhadap potensi diri. Warna kuning/oranye disimbolkan sebagai warna matahari yang memberikan kehidupan bagi dunia. Warna kuning/oranye begitu sering dugunakan sebagai publikasi, seperti halnya yang digunakan dalam rambu-rambu lalu lintas yang selalu menggunakan warna oranye dan kuning.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini baru dari bagaimana warna kuning/oranye ditejemahkan dalam dimensi pengaruh psikologis. Tapi, selain aspek psikologis, ada hal lain yang menurut saya menarik untuk diamati, yaitu bagaimana pola budaya masyarakat Aceh menerjemahkan dan memaknai warna kuning/oranye.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam budaya, penggunaan warna tertentu memiliki makna simbolisasi tersendiri. Contohnya saja bagaimana masyarakat Indonesia memaknai warna putih sebagai simbol kedaiaman dan kesucian, warna merah sebagai simbol keberanian dan hijau sebagai asosiasi terhadap sesuatu yang bernafaskan Islam. Ini baru dalam lingkup Indonesia, lalu bagaimana dengan Aceh?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam budaya masyarakat Aceh, penggunaan warna kuning/ oranye bermakna sebagai sesuatu yang bersimbolkan kerajaan. Sering masyarakat Aceh menyebut warna kuning dengan sebutan warna para raja. “Nyan kuneng wareuna <a class="zem_slink" title="Raja" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Raja" rel="wikipedia">Raja</a> (Kuning warna raja)”. Kuning dalam bahasa Aceh disebut Kuneng. lalu bagaimana dengan warna oranye? Setahu saya, dalam pola masyarakat Aceh melihat warna, bagi mereka warna oranye adalah warna kuning. Mereka akan menyebut oranye juga dengan sebutan “Kuneng”. Pun, jika dilihat dari segi turunan gradasi warna, oranye adalah bagian dari warna kuning. Jadi pengasosiasian dan generalisasi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh terhadap oranye yang disebut kuning sudah tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hal ini kita bisa melihat bagaimana Irwandi Yusuf dan pasangannya yang menggunakan warna kuning/oranye dalam tampilan publikasi kampanye dapat meraup simpati masyarakat. Dari penggunaan pakaian adat Aceh, mereka telah meraup simpati masyarakat yang cederung simbolistik dalam mengkonsumsi sesuatu. Dari segi psikologi warna, mereka menggunakan warna yang paling sering digunakan untuk meraih perhatian yaitu kuning dan oranye. Dari segi budaya, mereka menggunakan warna yang bagi masyarakat Aceh adalah warna dengan kasta tertinggi dari pranata kehidupan sosial masyarakat yang masih berbau tradisional yaitu kuning yang diasosiasikan sebagai warna para raja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari semua ini, sederhananya bisa disimpulkan jika instrumen kampanye media luar ruang yang digunakan oleh pasangan Irwandi amat efektif dalam menarik simpati massa. Penggunaan pakaian dalam media kampanye mereka mencakup nilai-nilai yang terkandung dalam aspek psikologis, sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan mayarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas apakah hal ini memang sesuatu yang benar-benar direncanakan secara matang ataukah hanya kebetulan-kebetulan belaka. Ini setidaknya menandakan jika instrumen kampanye politik memerlukan kajian yang mendalam dari berbagai sisi. Tak hanya kajian dalam hal strategi politik, marketing ataupun komunikasi. Tapi juga kemampuan dalam menerima dan melihat kecenderungan-kecenderungan tertentu di dalam kehidupan suatu mayarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">__________________________________</p>
<p style="text-align:justify;">*Malam dingin dan kopi.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/prime/'>Prime</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/gam/'>gam</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/irwandi-yusuf/'>Irwandi Yusuf</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/irwandi-muhyan/'>Irwandi-Muhyan</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/kip-aceh/'>KIP Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/muhammad-nazar/'>Muhammad Nazar</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/pemilukada-aceh/'>Pemilukada Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/pildada-aceh/'>Pildada Aceh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1532&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/18/media-kampanye-masyarakat-simbolik-dan-strategi-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/11/quran1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Irwandi Yususf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Darni, Sang Rektor dan Obsesinya.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/15/darni-sang-rektor-dan-obsesinya/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/15/darni-sang-rektor-dan-obsesinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 14:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[Prime]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Tajuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Fianna Fáil]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[INI file]]></category>
		<category><![CDATA[Irwandi Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Kami]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Nazar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1527</guid>
		<description><![CDATA[Kamis lalu (10/11/2011), di sore yang mendung, Prof.Dr. Darni M. Daud. MA selaku Rektor Universitas Syiah Kuala mendatangi kantor KIP Aceh (Komisi Independen Pemilihan) untuk mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur Aceh periode 2012-2017 melalui jalur perseorangan (independen). Konvoi iring-iringan kendaraan yang kebanyakan terdiri dari becak motor mengiringi perjalanan Proffesor yang akrab disapa Darni ini menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1527&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/11/leader.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1528" title="leader" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/11/leader.jpg?w=240&#038;h=240" alt="" width="240" height="240" /></a><a class="zem_slink" title="Kami" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kami" rel="wikipedia">Kamis</a> lalu (10/11/2011), di sore yang mendung, Prof.Dr. Darni M. Daud. MA selaku <a class="zem_slink" title="Rector" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rector" rel="wikipedia">Rektor</a> Universitas Syiah Kuala mendatangi kantor KIP <a class="zem_slink" title="Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Aceh</a> (Komisi Independen Pemilihan) untuk mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur Aceh periode 2012-2017 melalui jalur perseorangan (independen). Konvoi iring-iringan kendaraan yang kebanyakan terdiri dari becak motor mengiringi perjalanan Proffesor yang akrab disapa Darni ini menuju ke kantor KIP. Tak hanya iringan becak, anak-anak muda pun banyak tampak mengikuti konvoi itu, umur mereka rata-rata berada di rentang 20-an tahun. Menurut khabar, anak-anak muda itu adalah mahasiswa Unsyiah yang datang karena ada iming-imingan berupa insentif kehadiran.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pencalonannya ini, Darni menggandeng Dr. Ahmad Fauzi sebagai wakil. Ahmad Fauzi tercatat sebagai dosen aktif di Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Ranirry.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan lalu, ketika pendaftaran calon kepala daerah mulai dibuka oleh KIP, Pak Rektor ini begitu bersemangat. Dalam beberapa forum ia sering mengutarakan secara langsung (tanpa ditanya) keinginannya untuk maju sebagai kandidat calon Gubernur Aceh. Dalam rentang waktu pendaftaran itu, ada beberapa pendekatan dan seleksi dari partai politik yang ia ikuti, sehingga secara personal ia begitu yakin jika nantinya akan ada partai politik yang akan meminangnya untuk dijadikan calon sebelum tenggat waktu penutupan pendaftaran tiba. Hingga tibanya masa penutupan, harapan Pak Rektor ini akhirnya pupus. Kenyataannya, tak ada satupun lamaran yang datang di akhir pendaftaran. Beberapa partai politik besar tak mendaftarkan calon. Ini menjelaskan jika tak ada satupun partai politik yang tertarik kepadanya.<span id="more-1527"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebulan berselang, usaha T.A. Khalid dan Fadhlullah yang memerkarakan putusan KIP. No.17/2011 tentang tahapan pilkada akhirnya melahirkan keputusan baru. Mahkamah Konstitusi melahirkan putusan sela yang mengharuskan KIP membuka kembali waktu pendaftaran bagi calon Gubernur, Bupati dan Walikota di Aceh baik yang melalui jalur Independen maupun Partai Politik sampai dengan tujuh hari setelah putusan sela diucapkan. Pihak KIP dengan terpaksa akhirnya harus mengikuti, toh ini putusan dari institusi hukum tertinggi di Indonesia. Pemilukada yang semula sudah dijadwalkan pada tanggal 24 Desember 2011, akhirnya terpaksa di re-schedule ulang. Dana milyaran rupiah yang sudah terkuras untuk mempublikasikan informasi dalam bentuk baliho dan iklan koran akhirnya terbuang sia-sia akibat dari putusan sela MK.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain dengan KIP yang dibikin pusing tujuh keliling oleh MK, Darni malah senang bukan kepalang. Ia yang sebelumnya berharap maju sebagai calon yang mewakili partai politik, akhirnya bangting stir. Darni memilih jalur independen sebagai sarana berkreasi. Dalam pendaftaran di KIP itu, ia mengklaim memiliki dukungan 1,6 juta suara dan pada pendaftaran di KIP itu timnya menyerahkan 217.420 ribu lembar KTP, ini menandakan jika jumlah pengumpulan KTP yang dilakukan oleh Darni adalah yang tertinggi dari calon independen lainnya yang hanya mampu mengumpulkan sebanyak 150 ribuan lembar KTP .</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika memilih maju sebagai calon gubernur ini, banyak alasan yang melandasi keinginan Pak Rektor Unsyiah ini. Salah satunya adalah perihal suksesi karir. Bagi saya dan beberapa orang lain, keinginan Darni untuk maju sebagai Cagub dikarenakan oleh adanya kegelisahan batin yang dialami. Karirnya sebagai petinggi universitas (pembantu rektor) dimulai ketika ia berumur 40-an tahun, setelah menjabat satu periode sebagai Pembantu Rektor satu (<a class="zem_slink" title="Puerto Rico Highway 1" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Puerto_Rico_Highway_1" rel="wikipedia">PR-1</a>) Unsyiah, di tahun 2006 ia terpilih sebagai rektor untuk periode pertama dan di tahun 2010 ia terpilih lagi di periode kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya kegelisahan ini muncul ketika melihat kenyataan kedepan ketika di tahun 2014 masa jabatan rektor yang a emban akan berakhir. Di tahun itu usia Darni baru mencapai 53-54 tahun. Dan setelah itu karir jabatannya di tataran universitas akan tamat berhubung ini adalah periode kedua baginya menjabat sebagai rektor Universitas Syiah Kuala.</p>
<p style="text-align:justify;">Meraih suksesi di masa muda dan mengawali stagnasi karir di saat kondisi fisik dan pikiran masih sangat produktif tentu menjadi sesuatu hal yang sangat tidak menyenangkan. Bagi saya, pilihan Darni untuk maju sebagai gubernur secara personal adalah pilihan yang tepat. Ini sebagai bagian dari antisipasi dari kecemerlangan karir yang terlalu dini. Menjadi gubernur adalah awal dari karir yang baru, sehingga ini menjadi antisipasi dari kulminasi berhentinya karir.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah karir adalah salah satu hal yang melandasi dan masih banyak hal lainnya. Seperti yang saya sebutkan tadi, pilihan Darni untuk mencalonkan diri adalah pilihan yang tepat (secara personal subjektif), tapi tentu kita tidak bisa melihat sesuatu hal hanya bersasarkan pikiran personal. Masalah timbul ketika harapan akan kelanjutan kecermelangan karir ini tidak didukung oleh kecermelangan popularitas dan mesin pendukung yang kuat. Banyak kelemahan kalkulasi dalam hal ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tataran Universitas Syiah Kuala saja, bisa dikatakan ada ribuan mahasiswa Unsyiah yang tak kenal dengan yang mana rektornya. Dan bisa jadi ada belasan ribu yang tak pernah melihat rupa fisik rektornya secara langsung. Ini baru dalam tataran Universitas Syiah Kuala. kalau Aceh?</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkat popularitas di Universitas Syiah Kuala setidaknya bisa menjadi sampel bagaimana tidak populisnya Darni sebagai seorang figur pemangku kebijakan tertinggi di universitas. Dalam hal ini, kalkulasi keikutsertaannya dalam kompetisi Pilkada sangat diragukan kemampuan kemenangannya. Apalagi jika harus dihadapkan oleh keberadaan dua incumbent yang juga ikut pada pilkada kali ini yaitu <a class="zem_slink" title="Irwandi Yusuf" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Irwandi_Yusuf" rel="wikipedia">Irwandi Yusuf</a> dan <a class="zem_slink" title="Muhammad Nazar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Nazar" rel="wikipedia">Muhammad Nazar</a>. Irwandi mewakili resource yang besar sebagai incumbent, populisnya <a class="zem_slink" title="Japan Karate Association" href="http://www.jka.or.jp/" rel="homepage">JKA</a> (Jaminan Kesehatan Aceh) dan kemampuan keuangan yang ia miliki tak bisa diragukan lagi. Nazar pun begitu, walaupun secara incumbent Nazar kalah populis dengan Irwandi, tapi ia memiliki mesin partai yang begitu kuat dan telah membangun jaringan di daerah-daerah sejak beberapa tahun lalu. <a class="zem_slink" title="Ahmad Tajuddin" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Tajuddin" rel="wikipedia">Ahmad Tajuddin</a> juga begitu, ia seorang ulama, dan memiliki masa rill di daerahnya. Terlepas dari kemampuan keuangan yang menurut banyak orang cenderung terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">lalu dengan Darni? Apakah masyarakat pernah merasakan kebijakan populis yang ia buat? Apakah masyarakat pernah mendengar namanya? Apakah masyarakat pernah melihat rupanya? Apakah ia memiliki sumber dana yang begitu kuat? Jawabannya adalah tidak. Dalam hal ini kalkulasi hitung-hitungan kemampuan Darni untuk memang teramat kecil dibanding calon lainnnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal lain, Darni juga sering bercerita tentang latar geografisnya yang berasal dari <a class="zem_slink" title="Pidie Regency" href="http://maps.google.com/maps?ll=4.66667,96.0&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=4.66667,96.0 (Pidie%20Regency)&amp;t=h" rel="geolocation">Pidie</a>. Nah, pertanyaannya apakah hanya Darni calon yang berasal dari Pidie? Jawabannya tentu tidak. Muhammad Nazar juga berasal dari Pidie. Jika dilihat lebih kuat mana posisi Nazar dan Darni dalam meraup suara masyarakat Pidie tentunya jawabannya adalah Nazar. Setiap hal yang dilakukan Darni ketika menjabat sebagai rektor Universitas Syiah Kuala tidak pernah berdampak bagi masyarakat Pidie, tapi setiap hal yang dilakukan oleh Nazar melalui kebijakan kepemimpiannnya bisa jadi berdampak. Setidaknya ia menjabat sebagai wakil Gubernur Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal itu semua, keberanian Darni dalam mencalonkan diri sebagai gubernur juga didasari oleh sisi romantisme yang ada. Bahwa ada beberapa rektor Universitas Syiah Kuala yang pernah sukses meraih posisi sebagai Gubernur Aceh. Ada Madjid Ibrahim, Ibrahim Hasan dan Sjamsuddin Mahmud. Trio proffesor ekonomi Unsyiah itu sukses meraih posisi sebagai gubernur dan bisa dikatakan sukses menjalani masa jabatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Romantisme ini yang selalu didengung-dengungkan Darni sebagai landasan pijakannya. Seakan ia berpendapat jika intelektual Unsyiah yang menjadi simbol Jantong Hatee Rakyat Aceh lah yang mampu membenahi permasalahan yang ada di Aceh. Lalu, apakah ia secara total mewakili sisi romantisme masa lalu itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir, disaat semakin dewasanya perkambangan politik di Aceh, semakin rumitnya pranata sistem aturan yang ada, berbicara romantisme ala Darni itu sudah tidak relevan lagi. Di tahun 90-an ke bawah, membicarakan hal itu adalah sesuatu hal yang benar adanya. Karena perkembangan masyarakat saat itu belum sepintar dan se massiv sekarang dalam mengkonsumsi dan mengakses informasi. Di dekade di bawah 90-an, masyarakat akan percaya kepada akademisi Unsyiah apalagi proffesor untuk menjadi orang yang bisa memegang kendali penyelesaian masalah di Aceh. Saat itu akademisi dan Unsyiah selalu diajdikan rujukan solusi. Tapi kini, disaat semuanya berkembang serba cepat, saat Unsyiah melahirkan beberapa proffesor dalam setahun, apakah hal itu masih relevan? Jawabannya adalah tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Menarik jika melihat kembali kejadian di Pemilukada tahun 2006 saat di putaran kedua pertarungan antara Humam Hamid dan Irwandi Yusuf dalam perebutan kursi Aceh 1. Keduanya bertarung di jalur independen. Keduanya mewakili aspirasi GAM dan keduanya adalah akademisi dan dosen Usnyiah lulusan Amerika. Di pemilukada 2006, yang menariknya, Humam Hamid dan Irwandi setahu saya tidak pernah membawa sisi romantisme keberadaan mereka sabagai bagian dari civitas akademika Universitas Syiah Kuala. Mereka tidak memposisikan diri sebagai messiah (juru selamat) dari Usnyiah yang akan mampu menyelesaikan masalah Aceh. Tak seperti yang dilakukan oleh Darni saat ini. Mereka bertarung dalam sentimen geografis, keacehan dan embel-embel semangat etno nationalism, tidak berdasarkan embel-embel lain walaupun mereka berdua dari Unsyiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pola masyarakat Aceh pasca MoU Helsinki 2005 sudah jauh berubah. Kini masyarakat Aceh berdiri berdasarkan sentimen akan ketakutan terhadap konflik. Landasan mayarakat memilih sudah mulai objektif, tidak terjebak lagi pada harapan akan gaya tahun-tahun 90-an dimana orang yang paling pintar adalah seorang proffesor yang memiliki banyak gelar akademik sehingga ia mampu menyelesaikan persoalan kemasayarakatan ketika menjabat sebagai gubernur.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua tahun lalu, ketika masih semester tiga, saya pernah dua kali secara langsung bertanya kepada Darni perihal apa saja yang terjadi di Unsyiah. Saya bertanya ketika Darni menjadi pembicara di Kuliah Umum yang dilaksanakan oleh Fakultas Saya. Saat itu saya bertanya mengenai Unsyiah yang mendapat Akreditasi C. Pertanyaan itu saya ajukan sebulan sebelum berita mengenai akreditasi Unsyiah yang C naik dan booming di media. Dalam jawabannya, Darni cenderung menyalahkan BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Ada kekeliruan dari penelitian tim Accesor katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan ini pada akhirnya membuat saya dipanggil oleh Pak Dekan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perihal akreditasi C ini setelah itu menjadi titik awal keraguan dan ketidak percayaan civitas akademika Unsyiah dan sebagain masyarakat terhadap kredibilitas Darni dalam mengelola Unsyiah. Kubu mahasiswa terpecah dalam hal ini, sebagian menjadi pendukung Darni sebagai rektor dan sebagian lagi menjadi penentang yang menanyakan kejelasan dari mengapa Unsyiah mendapatkan nilai akreditasi C disaat banyak jurusan di Unsyiah mendapatkan nilai akreditasi A. Akhirnya, tulisan di media massa bermunculan menaggapi hal ini, dan Unsyiah tetap harus menyemat nilai akreditasi paling memalukan itu selama 5 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat yang lain, saya juga bertanya kepadanya perihal kepindahan tugas mengajarnya dari FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ke FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik) Unsyiah. Alasan Darni cenderung normatif, yaitu ketika mengambil program doktoral, ia fokus ke bidang politik dan komunikasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini Prof. DR. Darni M. Daud. MA adalah dosen tetap di FISIP Unsyiah, fakultas termuda yang menjadi fakultas saya menuntut ilmu. Dalam satu sisi, saya senang atas kepindahan Darni ke FISIP, setidaknya di kampus saya ada seorang yang bergelar doktor lulusan Amerika yang kini menyemat gelar proffesor dan juga menjadi rektor Universitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ada hal lain saya pikir yang melandasi kepindahannya itu. Landasan kepindahan dari institusi yang mengajarkan perihal pendidikan ke institusi yang mengajarkan perihal ilmu sosial dan politik. Dalam hal ini, saya amat tertarik mengamati kepindahannya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika melihat latar belakang para Proffesor di Unsyiah yang menjabat sebagai Gubernur Aceh, semua dari mereka adalah Proffesor yang berasal dari Fakultas Ekonomi. Sudah menjadi hal biasa di Aceh jika proffesor dari Fakultas Ekonomi menjadi orang-orang yang dijadikan acuan dalam hal pembangunan ekonomi. Ini terlihat dari seringnya proffesor dari Fakultas Ekonomi yang menjadi Kepala BAPPEDA Aceh. Latar kemampuan ilmu ekonomi mereka dianggap mampu menyelesaikan masalah di mayarakat. Dalam salah satu teori, alasan pertentangan kelas dan konflik selalu disebabkan oleh alasan ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kasus Darni, ia memiliki kecendrungan seperti itu. Alasan kepindahan Darni ke FISIP adalah hal yang lumrah dan logis. Karena FISIP adalah satu-satunya fakultas yang ia bisa pindah tanpa memikirkan latar pendidikan dan keahlian spesifik yang ia miliki. Darni tak akan mungkin bisa pindah ke Fakultas MIPA, Teknik, Hukum, maupun Ekonomi karena ia memang tidak memiliki kemampuan keahlian di bidang itu. Tapi ke FISIP, ia setidaknya mengakui memiliki kemampuan sebagi seorang politisi, pejabat universitas dan kemampuan komunikasi yang ia pelajari ketika mengambil study doktoralnya dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, kepindahan Darni ke FISIP mengandung muatan politis. Ini sebagai bentuk penokohan dirinya sebagai seorang dosen/proffesor yang berasal dari institusi keilmuan sosial politik yang paling kredibel, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Terlepas dari kualitas FISIP itu sendiri. Kepindahannya menegaskan jika ia adalah orang yang memang memiliki kemampuan politik secara keilmuan, sehingga tentu saja memiliki kecakapan dalam mengelola setiap hal yang berhubungan dengan politik dan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, kehadiran Darni di FISIP adalah peningkatan branding diri. Penciptaan penguatan penokohan dan kompetensi. Dalam satu sisi, alasan ini di dasari dari pertanyaan bagaimana mungkin seorang dosen FKIP Bahasa Inggris bisa dipercayai untuk mengurus perihal sosial politik pemerintahan daerah? Padahal ia tak memiliki kompetensi keilmuan di bidang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Irwandi dan Humam sangat tepat karena tidak membawa isu-isu posisi mereka sebagai bagian dari akademisi Unsyiah, karena toh latar belakang pendidikan mereka memang tidak memiliki kecakapan dalam hal pemerintahan. Tak ada irisan dengan bidang keilmuan politik dan pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, dari ketiga Gubernur Aceh yang lain, yang berasal dari Fakultas Ekonomi. Posisi mereka menjadi gubernur, didasari kecakapan dan kemampuan mereka dalam hal ekonomi yang menjadi masalah penting pemerintahan dimana-mana.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepindahan ke FISIP menjadi alasan penokohan Darni. Menjadi pengguat di masyarakat jika seorang Darni yang maju sebagai gubernur Aceh adalah seorang yang sangat tepat untuk menjadi Gubernur Aceh dibanding calon lainnya yang tidak berasal dari institusi yang paham akan perihal politik dan sosial pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika nanti Darni diloloskan oleh KIP sebagai calon Gubernur Aceh dan di acara debat kandidat ada yang bertanya kepadanya “Alasan apa yang melatari anda sehingga berani mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh periode 2012-2017,” Kemungkinan besar Darni akan menjawab jika “saya adalah dosen FISIP Unsyiah yang secara keilmuan paham akan ilmu politik dan pemerintahan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini obsesi Darni, sang Proffesor dan juga Rektor (Saya).</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/prime/'>Prime</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/ahmad-tajuddin/'>Ahmad Tajuddin</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/fianna-fail/'>Fianna Fáil</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/ini-file/'>INI file</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/irwandi-yusuf/'>Irwandi Yusuf</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/kami/'>Kami</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/kyuhyun/'>Kyuhyun</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/muhammad-nazar/'>Muhammad Nazar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1527&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/15/darni-sang-rektor-dan-obsesinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/11/leader.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">leader</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melupakan Khadafi? Melupakan GAM.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/12/melupakan-khadafi-melupakan-gam/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/12/melupakan-khadafi-melupakan-gam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 14:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Free Aceh Movement]]></category>
		<category><![CDATA[gam]]></category>
		<category><![CDATA[Misurata]]></category>
		<category><![CDATA[NATO]]></category>
		<category><![CDATA[Sirte]]></category>
		<category><![CDATA[Tripoli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Kamis (20/10/2011), Muammar Abu Minyar al-Qaddafi atau yang lebih populer dengan sebutan Muammar Khadafi menghembuskan nafas terakhirnya. Ia ditangkap ketika bersembunyi dalam saluran drainase setelah iring-iringan konvoi 15 kendaraan pasukannya dibombardir oleh pasukan udara Prancis yang tergabung dalam pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sang Kolonel meninggal di tangan pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1519&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/File:Free_Aceh_Movement_women_soldiers.jpg"><img class="zemanta-img-inserted zemanta-img-configured" title="Women soldiers of the Free Aceh Movement" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a6/Free_Aceh_Movement_women_soldiers.jpg/300px-Free_Aceh_Movement_women_soldiers.jpg" alt="Women soldiers of the Free Aceh Movement" width="200" /></a><p class="wp-caption-text">Image via Wikipedia</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kamis (20/10/2011), Muammar Abu Minyar al-Qaddafi atau yang lebih populer dengan sebutan Muammar Khadafi menghembuskan nafas terakhirnya. Ia ditangkap ketika bersembunyi dalam saluran drainase setelah iring-iringan konvoi 15 kendaraan pasukannya dibombardir oleh pasukan udara Prancis yang tergabung dalam pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sang Kolonel meninggal di tangan pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) saat dibawa dari Sirte, kota kelahirannya ke <a class="zem_slink" title="Misurata" href="http://maps.google.com/maps?ll=32.3666666667,15.0833333333&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=32.3666666667,15.0833333333 (Misurata)&amp;t=h" rel="geolocation">Misrata</a>. Khadafi meninggal di umur 69 tahun setelah 42 tahun menjadi penguasa libya sejak 1 September 1969 hingga 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Reaksi atas kematiannya pun beragam. Beberapa pemimpin negara Uni Eropa menyambut gembira atas tewasnya Khadafi. Begitu juga reaksi pemimpin Amerika Serikat, Barrack Husein Obama. Tak terkecuali sekjen PBB, Ban Ki Moon. Di Tripoli, Sirte, Misrata dan kota-kota lainnya di <a class="zem_slink" title="Libya" href="http://maps.google.com/maps?ll=32.8666666667,13.1833333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=32.8666666667,13.1833333333 (Libya)&amp;t=h" rel="geolocation">Libya</a>, masyarakat pendukung NTC tumpah ruah ke jalan merayakan atas tewasnya Khadafi. Euforia hadir dimana-mana di tanah kaya minyak Afrika, Libya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di belahan bumi lain, di Caracas Venezuela, Hugo Chaves yang merupakan sahabat Khadafi menyatakan kemarahannya atas aksi pembunuhan itu. Chaves menyebut Khadafi sebagai pejuang, martir dan seorang revolusioner besar dari Timur Tengah. Bagi Chaves, Libya adalah Khadafi dan ia tetap akan menolak mengakui keberadaan Dewan Transisi Nasional (NTC) pimpinan Mahmoud Jibril yang kini berkuasa di Libya sepeninggal Khadafi. Ini adalah wujud dari beberapa reaksi penguasa dunia atas meninggalnya Khadafi, kamis lalu.<span id="more-1519"></span><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai rakyat <a class="zem_slink" title="Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Aceh</a>, mendengar nama Khadafi tentulah tak asing lagi bagi kita. Khadafi adalah pemimpin yang sudah memerintah Libya selama empat dekade setelah melakukan kudeta militer tak berdarah terhadap Raja Idris di tahun 1969 yang dikenal dengan Revolusi <a class="zem_slink" title="Fatah" href="http://www.fateh.ps/" rel="homepage">Al Fatah</a>. Setelah itu, Khadafi menjadi pemimpin Libya hingga terjadinya pergolakan di awal februari tahun ini yang mulai mengguncang eksistensi pemerintahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi rakyat Aceh, keberadaan khadafi begitu penting. Kekayaan alam minyak Libya yang melimpah ruah membuat Khadafi menggunakan kekuatan itu untuk melakukan perubahan di dalam negeri dan mendukung gerakan revolusi internasional. Tak terkecuali <a class="zem_slink" title="Free Aceh Movement" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Free_Aceh_Movement" rel="wikipedia">Gerakan Aceh Merdeka</a> (GAM).</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak tahun 1986 hingga tahun 1989, 800-an anak muda Aceh dikirimkan ke Libya untuk mengikuti pelatihan militer di kamp Maktabah Tajurra, 10 kilometer dari ibukota Libya, Tripoli. Di bawah kekuasaan Khadafi, Libya menjadi tempat latihan bagi kelompok-kelompok gerakan revolusioner. Selain GAM, juga terdapat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Yasser Arafat, Sayap militer perjuangan Irlandia (IRA), Geriliawan Afrika Barat, Moro dan Pattani.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun perjuangan GAM dimulai setelah deklarasi pendirian GAM oleh Muhammad <a class="zem_slink" title="Hasan di Tiro" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hasan_di_Tiro" rel="wikipedia">Hasan di Tiro</a> di bukit Halimun pada tahun 1977, pelatihan militer besar-besaran GAM sebenarnya dimulai pada tahun 1986 hingga 1989. Anak-anak muda Aceh dikirim ke Libya untuk mengikuti pendidikan militer tentang taktik gerilya, penguasaan senjata, dan teknik militer para komando. Ratusan alumni kamp pelatihan Tajurra itulah yang kemudian mengendalikan aktifitas gerakan militer GAM hingga tahun 2005. Kemampuan gerilia pasukan militer GAM yang tangguh selama belasan tahun tak terlepas dari kontribusi Khadafi yang memfasilitasi pelatihan bagi pejuang GAM.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ranah militer, GAM tak hanya menjadikan Libya sebagai tempat untuk menuntut ilmu militer, tetapi GAM juga melakukan pengadopsian terhadap pola kurikulum militer milik militer Libya. Dari cara baris-berbaris, penggunaan Bahasa Arab hingga seruan perintah intruksi militer. Beberapa alumni pertama kamp pelatihan militer Tajurra adalah petinggi KPA/PA kini, seperti Muzakkir Manaf dan Darwis Jeunib.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini GAM telah bertransformasi dari gerakan politik dan militer menjadi gerakan politik utuh. Transformasi GAM menjadi organisasi perkumpulan eks GAM yang bernama Komisi Peralihan Aceh (KPA) dan organisasi sayap politik yang bernama <a class="zem_slink" title="Aceh Party" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aceh_Party" rel="wikipedia">Partai Aceh</a> (PA).</p>
<p style="text-align:justify;">Saat revolusi massa Timur Tengah bergerak dari Mesir ke Libya di awal tahun 2011, dan terjadinya perperangan antara pasukan Khadafi melawan pasukan pemberontak yang bersekutu dengan pasukan NATO di awal Februari, saya amat menanti hadirnya sikap politik dari eks GAM terhadap penyerangan itu. Tapi, sikap politik eks GAM terhadap konflik yang terjadi di Libya tetap tak kunjung hadir. Beberapa alasan mungkin dikarenakan pihak eks-GAM tak ingin ikut campur mengomentari konflik yang terjadi di Libya disebabkan oleh adanya Uni Eropa yang juga turut andil dan memiliki kepentingan dalam konflik perang Libya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa hal, pihak eks GAM bisa jadi takut, dikarenakan pasca <a class="zem_slink" title="Memorandum of understanding" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Memorandum_of_understanding" rel="wikipedia">MoU</a> Helsinki yang ditanda tangani 15 Agustus 2005, andil Uni Eropa terhadap perdamaian dan rehabilitasi/rekontruksi Aceh pasca Tsunami begitu besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, ketika kamis kemarin Khadafi menjemput ajalnya. Hingga kini saya tetap menanti sikap politik eks GAM atas kematian Khadafi itu. Menanti sekadar ucapan politik atas turut berbela sungkawa ataupun menyesali pembunuhan terhadap Khadafi (seperti yang dicontohkan Chavez) yang pernah memberikan kontribusi besar terhadap perjuangan GAM.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, kelihaian taktik perang dan gerilia GAM tak akan ada tanpa kontribusi Khadafi yang memfasilitasi pelatihan terhadap ratusan anak muda Aceh di Libya pada dekade 1980-an itu. Tanpa pelatihan itu, tidak akan ada kemahsyuran kekuatan militer GAM yang begitu disegani. Tak akan ada julukan “eks Libya” terhadap pasukan elite GAM. Tak akan ada kekuatan perang terstruktur dari pihak GAM.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak seperti di akhir tahun 2008, ketika <a class="zem_slink" title="Martti Ahtisaari" href="http://www.ahtisaari.fi" rel="homepage">Martti Ahtisaari</a> mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian oleh panitia Nobel di Oslo, <a class="zem_slink" title="Norway" href="http://maps.google.com/maps?ll=59.9333333333,10.6833333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=59.9333333333,10.6833333333 (Norway)&amp;t=h" rel="geolocation">Norwegia</a>. Saat itu semua pihak seakan latah untuk memberikan ucapan selamat kepada Martti atas jasanya yang telah menjadi fasilitator perundingan MoU antara pihak Pemerintahan Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perdamaian, Martti memang memiliki andil besar. Tapi tentu tak hanya Martti, masih banyak martti-martti lainnya yang juga turut berkontribusi terhadap lahirnya MoU Helsinki. Tapi, dalam hal perjuangan militer rakyat Aceh dan GAM, satu-satunya orang luar Aceh yang memiliki andil besar adalah Khadafi, sang Kolonel. Disaat negara lain tak berani memberikan dukungan, Khadafi hadir dengan memfasilitasi pelatihan militer kepada ratusan anak muda Aceh di negerinya. Diberikan fasilitas militer secara gratis tanpa dipungut biaya. Tanpa diminta untuk memberikan balas jasa dalam bentuk apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu, perjuangan kita selalu dilandasi atas perasaan ketertindasan, tidak adanya rasa keadilan dan balas budi dari pihak luar. Penipuan ala Soekarno, penggerukan kekayaan alam ala Soeharto melahirkan konflik-konflik yang terus menerus berkelanjutan. Dari DI-TII hingga lahirnya GAM di tahun 1977. Semua itu dilandasi dari perasaan atas ketidakadilan yang kita alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Meminjam istilah Soekarno “Jangan sekali sekali melupakan sejarah”, mungkin ini adalah ungkapan yang paling tepat untuk melukiskan hal ini. Kita sebagai rakyat Aceh berharap jika pihak seperti eks GAM yang telah bertransformasi menjadi gerakan sipil dan politik memiliki kebesaran hati untuk tidak melupakan jasa-jasa orang-orang seperti Khadafi. Terlepas dari kontroversi kehidupan yang ia jalani. Kita berharap jika eks GAM dengan rendah hati mau memberikan statemen yang menggambarkan sikap politik mereka atas hal yang menimpa orang yang pernah berjasa dalam perjuangan mereka. Seperti halnya yang mereka lakukan dulu ketika Martti dihadiahi penghargaan Nobel.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap politik tak selalu harus dipublikasikan di surat kabar dalam bentuk iklan ucapan selamat atau belasungkawa yang berhalaman-halaman. Eks GAM cukup mengeluarkan statemen politik, sebagai bagian dari eksistensi mereka yang kini total bergerak dalam kancah politik. Kita butuh memberikan penghargaan kepada orang-orang yang telah berjasa besar dalam perjuangan kita. Jika saja Tiro masih hidup, tentu ia akan melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya dan orang-orang yang berkontribusi terhadap sejarahnya. Bagi saya, kita perlu menghormati Khadafi selayaknya Tiro menghormatinya. Menafikan keberadaan Khadafi dalam perjuangan GAM sama dengan melupakan GAM itu sendiri.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/opinion/'>Opinion</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/free-aceh-movement/'>Free Aceh Movement</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/gam/'>gam</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/misurata/'>Misurata</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/nato/'>NATO</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/sirte/'>Sirte</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/tripoli/'>Tripoli</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1519&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/11/12/melupakan-khadafi-melupakan-gam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a6/Free_Aceh_Movement_women_soldiers.jpg/300px-Free_Aceh_Movement_women_soldiers.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Women soldiers of the Free Aceh Movement</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kol. Husein Yusuf dan Revolusi ala Media.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/09/23/kol-husein-yusuf-dan-revolusi-ala-media/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/09/23/kol-husein-yusuf-dan-revolusi-ala-media/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 13:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Romba Raya. Kolonel Husein Yusuf. Aceh. Revolusi media indonesia.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[“Kok begini ya berita @atjehpost ??? @atjehpost Berapa Lama Waktu Ideal &#8220;Foreplay&#8221;?: Foreplay memegang peran penting dalam menentukan&#8230;” “Sadur berita dari median lain Prof RT@nazarsjamsuddin” “Tapi masih byk cerita or info lain yg bs disadur. @mudabentara@atjehpost Sadur berita dari median lain Prof RT@nazarsjamsuddin” “Arwah Kol. Husein Yusuf pasti tdk suka dg @atjehpost yang begini.@mudabentara Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1511&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/09/revtweet.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1512" title="revtweet" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/09/revtweet.jpg?w=510" alt=""   /></a>“Kok begini ya berita <a href="https://twitter.com/#!/atjehpost">@atjehpost</a> ??? <a href="https://twitter.com/#!/atjehpost">@atjehpost</a> Berapa Lama Waktu Ideal &#8220;Foreplay&#8221;?: Foreplay memegang peran penting dalam menentukan&#8230;”</p>
<p style="text-align:justify;">“Sadur berita dari median lain Prof <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  RT<a href="https://twitter.com/#!/nazarsjamsuddin">@nazarsjamsuddin</a>”</p>
<p style="text-align:justify;">“Tapi masih byk cerita or info lain yg bs disadur. <a href="https://twitter.com/#!/mudabentara">@mudabentara</a><a href="https://twitter.com/#!/atjehpost">@atjehpost</a> Sadur berita dari median lain Prof <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  RT<a href="https://twitter.com/#!/nazarsjamsuddin">@nazarsjamsuddin</a>”</p>
<p style="text-align:justify;">“Arwah Kol. Husein Yusuf pasti tdk suka dg <a href="https://twitter.com/#!/atjehpost">@atjehpost</a> yang begini.<a href="https://twitter.com/#!/mudabentara">@mudabentara</a> Saya dulu juga prnh komplain Prof <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .Smga mrka mendengar RT <a href="https://twitter.com/#!/nazarsjamsuddin">@nazarsjamsuddin</a>”</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah petikan balasan twit saya dengan Prof. Nazaruddin Syamsuddin semalam. Sang profesor mengomentari perihal judul pemberitaan salah satu media online di Aceh yang di feed-kan ke akun twitter media yang bersangkutan. Prof. Nazar mengomentari perihal kenapa media seperti Atjehpost menurunkan berita seperti itu, yaitu mengenai “idealnya waktu ‘Foreplay’ ”.<span id="more-1511"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sedikit memberi komentar atas isi twit Prof. Nazar tersebut, karena sebelumnya saya juga pernah mengalami hal seperti beliau, yaitu menanyakan kenapa pemberitaan Atjehpost banyak yang tidak berbau Aceh dan kesannya terlalu banyak menyadur berita dari pihak luar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari balas-balasan twit yang hanya beberapa kali itu, balasan twit terakhir Prof. Nazar membuat saya manjadi berpikir lain. Saya tersenyum saat membacanya. Isi balasan twit singkat yang berbunyi “Arwah Kol. Husein Yusuf pasti tdk suka dg <a href="https://twitter.com/#!/atjehpost">@atjehpost</a> yang begini ”, tentu memiliki banyak arti.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, balasan twit terakhir Prof. Nazar ini bercerita banyak hal. Bagaimana peranan media menjadi tonggak penting penentu eksistensi suatu negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang pasti tahu siapa yang dimaksud oleh Prof. Nazar sebagai Kol. Husein Yusuf itu. Bagi saya, Kol. Husein Yusuf adalah salah satu tokoh penting penentu kemerdekaan “sebenarnya” Indonesia ini. Kol. Husein Yusuf adalah pimpinan Komando Tentara Republik Indonesia Divisi Gajah I yang berkedudukan di Aceh. Beliau adalah orang yang berperan penting dalam pengusahaan berdirinya radio Rimba Raya pada tahun 1948 di tanah Gayo, yang sebelumnya radio itu berkedudukan di Bireueun.</p>
<p style="text-align:justify;">Peranan Kol. Husein Yusuf dan anggota kesatuannya sangat besar bagi eksistensi keberlangsungan negara ini. Di saat Belanda kembali melancarkan invasi dan penahklukkan ke banyak wilayah Indonesia, Aceh menjadi satu-satunya daerah yang belum dan tak bisa ditaklukkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kol. Husen Yusuf yang menyadari hal itu, menggunakan sarana media radio Rimba Raya ini untuk mengabarkan kepada dunia tentang keberadaan Indonesia yang belum jatuh dalam serbuan Belanda dan pasukan sekutu. Radio Rimba Raya menyiarkan berita tentang keberadaan Indonesia dalam beberapa bahasa; Bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Arab, Cina, Urdu, India, Pakistan dan Madras. Keberadaan radio ini membuat masyarakat international menjadi tahu jika eksistensi indonesia sebagai suatu negara masih utuh dan masih tetap berdiri, bahkan hingga kini.</p>
<p style="text-align:justify;">Balasan twit terakhir dari Prof. Nazar ini menjelaskan banyak hal. Membuka mata jika dahulunya orang-orang seperti Kol. Husein Yusuf ini menggunakan media massa dalam bentuk radio sebagai media perjuangan, media yang bertujuan untuk menciptakan perubahan dan meraih cita-cita kemerdekaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang seperti Kol. Husein Yusuf dan pasukannya adalah orang-orang yang berpikiran visioner, mereka adalah orang-orang yang berpikiran lebih maju dari zamannya. Mereka adalah orang yang paham bagaimana sebuah media bisa memberikan pengaruh besar dalam menciptakan sebuah perubahan dan menciptakan kemerdekaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pikiran saya mencoba menjelasakan jika apa yang ditulis di balasan twit Prof. Nazar itu adalah harapannya akan keberadaan sebuah media. Harapan bagaimana cita-cita media di Aceh ini tetap mengikuti semangat yang dibangun dan dimiliki oleh orang-orang seperti Kol. Husein Yusuf yang menggunakan media sebagai sarana perjuangan dan tak hanya menjadi media hiburan yang hanya mampu melahirkan berita perihal sejenis “idealnya foreplay” seperti yang dikeluhkan oleh Prof. Nazar.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang diupayakan oleh Kol. Husein Yusuf beberapa puluh tahun lalau itu hingga saat ini masih menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh di dunia ini. Mungkin hal itu kini hadir dalam medium yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu radio, kini internet.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu kita mendengar bagaimana pengaruh Facebook dan Twitter yang digunakan oleh anak-anak muda Mesir untuk menggalang aksi massa di Tahrir Square yang pada akhirnya dapat menjatuhkan rezim Hosni Mubarak.</p>
<p style="text-align:justify;">10 tahun lalu, hanya dengan bermodalkan sms yang saling disebarkan, masyarakat Manila Filipina bisa berkumpul bersama di pusat kota untuk melakukan aksi yang pada akhirnya mampu menjatuhkan rezim korup pimpinan Joseph Estrada, aksi people power ini dinamakan Revolusi EDSA II. Contoh lain adalah seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Universitas Indonesia. Dimana dosen dan mahasiswa menggalang aksi massa untuk mengkritisi kepemimpinan rektorat UI yang menurut mereka tidak efektif dan korup. Upaya kampanye penggalangan opini mereka lancarkan melalui sosial media, baik blog, facebook maupun twitter yang pada akhirnya sedikit banyak melahirkan perubahan paradigma dalam internal UI itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu beberapa contoh bagaimana penggunaan media menjadi efektif sebagai sarana perubahan. Sarana untuk mengubah sesuatu agar menjadi lebih baik. Dan di Aceh ini, hal seperti itu sudah lebih dahulu dipraktekkan oleh orang seperti Kol. Husein Yusuf lebih dari 60 tahun yang lalu. Tak ada internet apalagi sosial media. Ia menggunakan fasilitas sederhana yang melahirkan pengaruh yang tentu tidak sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti harapan di twit terakhir Prof. Nazar, media seharusnya memang harus menghadirkan pemberitaan yang bermamfaat  dan mendidik bagi khalayak dalam hal konsumsi pemberitaan. Melahirkan berita yang mampu membuat para pembacanya berpikiran lebih baik, lebih maju dan lebih mengerti atas apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Orang-orang seperti Kol. Husein Yusuf selayaknya menjadi orang yang paling ditiru semangatnya dalam bermedia, dimana ia menggunakan media sebagai sarana perjuangan demi mempertahankan kemerdekaan negerinya dari keterjajahan kaum kolonial.</p>
<p style="text-align:justify;">Semangat seperti itu dibutuhkan kembali dalam komunitas media di Aceh ini, hingga akhirnya yang hadir bukannya pemberitaan yang abal-abal dan membodohkan. Tak hanya menghadirkan pemberitaan yang hanya mampu mengangkat informasi perihal “idealnya foreplay” saja tapi juga menghadirkan pemberitaan yang mampu mengubah dan memperbaiki paradigma pikiran masyarakat dalam melakukan perubahan untuk lebih pintar dan kritis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/radio-romba-raya-kolonel-husein-yusuf-aceh-revolusi-media-indonesia/'>Radio Romba Raya. Kolonel Husein Yusuf. Aceh. Revolusi media indonesia.</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1511&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/09/23/kol-husein-yusuf-dan-revolusi-ala-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/09/revtweet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">revtweet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peunayong dan Eksistensi sejarah kita.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/07/13/peunayong-dan-eksistensi-sejarah-kita/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/07/13/peunayong-dan-eksistensi-sejarah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 10:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Dalai Lama]]></category>
		<category><![CDATA[meulaboh]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Banda Aceh 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1465</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore, saya dan beberapa teman menyempatkan diri untuk datang ke daerah Peunayong. Tujuan kami kesana ialah untuk mengunjungi acara Festival Peunayong yang sedang dilangsungkan di daerah itu selama tiga hari. Festival Peunayong ini adalah festival yang mengambil tema Kampung Cina (Pecinan/China town), ini dikarenakan Peunayong itu sendiri adalah kawasan yang mayoritas penduduknya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1465&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1466" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/peunayong-festival.jpg"><img class="size-medium wp-image-1466  " title="Festival Peunayong" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/peunayong-festival.jpg?w=270&#038;h=180" alt="" width="270" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Festival Peunayong/theglobejournal.com</p></div>
<p style="text-align:justify;">Di suatu sore, saya dan beberapa teman menyempatkan diri untuk datang ke <a class="zem_slink" title="Daerah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Daerah" rel="wikipedia">daerah</a> Peunayong. Tujuan kami kesana ialah untuk mengunjungi acara Festival Peunayong yang sedang dilangsungkan di daerah itu selama tiga hari. Festival Peunayong ini adalah festival yang mengambil tema Kampung Cina (Pecinan/China town), ini dikarenakan Peunayong itu sendiri adalah kawasan yang mayoritas penduduknya adalah etnis Cina keturunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya dan teman-teman datang festival itu pada hari kedua. Ketika kami datang, massa yang mengunjungi festival itu sudah sangat ramai. Setiba di depan arena festival, para pengunjung akan disambut oleh kehadiran sebuah replika pintu gerbang yang mirip dengan pintu gerbang kota pada masa dinasti Cina kuno. Memasuki arena festival, mata saya dan pengunjung lainnya disuguhkan oleh tampilan khas pecinan. Banyak lampion yang bergelantungan di sepanjang jalan yang panjangnya 300-an meter itu. Stand yang ada di festival itu meliputi stand kerajinan produk daerah, dinas pariwisata, stand perusahaan dan selebihnya adalah stand milik komunitas etnis Cina yang terdiri dari sekolah, baik Katolik, Methodist, <a class="zem_slink" title="Budha" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Budha" rel="wikipedia">Budha</a>, dan juga ada beberapa stand Vihara (Tepehkong).</p>
<p style="text-align:justify;">Corak Tionghoa manjadi sangat dominan di arena festival itu. Di stand milik komunitas warga Cina keturunan, mereka menampilkan berbagai macam produk dan ragam karya budaya; dari buku, pakaian khas etnis Cina, seni permainan tradisional, senjata tradisional, makanan, dan benda prosesi keagamaan.<span id="more-1465"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Rata- rata warga Cina keturunan yang ada di stand festival itu adalah warga Peunayong itu sendiri, karena sebagian besar etnis Cina di <a class="zem_slink" title="Banda Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Banda%20Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Banda Aceh</a> memang tinggal di kawasan Peunayong. Pun pusat peribadatan seperti gereja dan vihara juga berada di daerah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya dan teman-teman berkeliling ke beberapa stand milik etnis Cina. Kami melihat-lihat benda-benda apa saja yang belum pernah kami lihat secara langsung. Misalkan pakaian tradisional Cina, benda benda ritual budaya keagamaan dan senjata tradisional.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat menghampiri salah satu stand, saya mencoba bertanya ke salah satu penjaganya, umurnya kira-kira 16 tahun. Saya menanyakan mengenai barang-banrang yang dipamerkan dalam etalase di stand yang ia jaga. Sambil melihat-lihat, saya menanyakan jenis patung-patung apa saja yang ada di etalase itu. Ia menjawab jika patung kecil yang ada di dalam etalase itu ialah patung Budha dan patung raja cina. Lalu saya bertanya lagi mengenai aliran viharanya, Hinayana atau Mahayana, ia tidak menjawab dan melirik penjaga lain yang ada disitu untuk menjawab pertanyaan saya. Si lelaki yang lebih tua darinya itu menjawab jika aliran vihara mereka adalah Mahayana. Ketika saya menyinggung <a class="zem_slink" title="Dalai Lama" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dalai_Lama" rel="wikipedia">Dalai Lama</a> dan Tibet, ia langsung menyahut jika itu Budha juga tapi alirannya lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai dari stand itu saya mengunjungi stand lainnya, stand beberapa sekolah Kristen yang beraliran Methodist, dan Katolik. Di stand itu tidak banyak hal yang menarik, karena yang dipamerkan di stand-stand mereka adalah barang-barang yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Di stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, saya dan beberapa teman mengambil brosur peta kota. Di brosur itu, tertera peta kota Banda <a class="zem_slink" title="Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Aceh</a> dan spot objek-objek wisata dan pusat kuliner yang ada didalam kota dan daerah sekelilingnya. Ini semacam peta panduan bagi setiap orang yang ingin mengenal dan menikmati objek  wisata yang ada di Banda Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, saat yang tepat untuk berkujung ke festival ini adalah malam hari, karena ketika malam hari, suasana arena festival akan terasa jauh lebih hidup dibanding siang hari. Pun atraksi-atraksi yang dipamerkan juga lebih banyak. Misalkan seperti <a class="zem_slink" title="Lion dance" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lion_dance" rel="wikipedia">Barongsai</a>, maupun kehadiran orang-orang yang berpakaian Cina tradisional yang lalu lalang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di malam hari, suasana akan lebih hidup lagi ketika ratusan lampion dan pencahayaan stand yang didominasi warna merah berpadu dengan cahaya lampu, sehingga menjadikan tempat itu bak China town sesungguhnya seperti yang ada di daerah lain. Sekilas, mungkin akan terlihat seperti di <a class="zem_slink" title="Singkawang" href="http://maps.google.com/maps?ll=0.9,108.983333333&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=0.9,108.983333333 (Singkawang)&amp;t=h" rel="geolocation">Singkawang</a> saat perayaan Imlek berlangsung tiap tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Festival Peunayong/kampung Cina kali ini sebenarnya adalah yang pertama kali berlangsung  di Banda Aceh. Ini tahun pertama Barongsai resmi bisa ditampilkan dan dinikmati secara luas oleh masyarakat kota Banda aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara Festival Peunayong ini dilangsungkan dalam rangka perayaan ulang tahun kota Banda Aceh yang ke-806 dan juga dalam rangka running event Visit Banda Aceh Years 2011 yang sedang giat-giatnya dikampanyekan oeh pemerintah kota Banda Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika berbicara tentang etnis Cina di Aceh, bagi saya itu adalah hal yang tentunya sudah tak asing lagi. Saya mulai memiliki teman beretnis Cina ketika bersekolah di SMP Negeri 2 di kota <a class="zem_slink" title="Meulaboh" href="http://maps.google.com/maps?ll=4.13333333333,96.1166666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=4.13333333333,96.1166666667 (Meulaboh)&amp;t=h" rel="geolocation">Meulaboh</a>. Bisa dikatakan SMP saya saat itu jumlah presentase etnis Cinanya 10 persen dari total keseluruhan siswa/i yang bersekolah disitu. Saat itu saya mulai mengenal beberapa kawan yang beretnis Cina, misalkan Awong, Willy, Edison, Sylvia maupun Yanti. Mereka semua etnis Cina keturunan yang ayah dan ibunya juga berdarah Cina. Awalnya saya berpikir jika semua warga etnis Cina itu beragamakan Budha, tapi setelah saya mengenal mereka lebih dekat, rupanya tak semua etnis Cina itu beragamakan Budha sepeti di visuaisasi film-film yang saya saksikan di tv.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya datang ke rumah Awong, saya melihat ada foto lukisan Maria dan Jesus yang dipajang di dinding ruang tamu rumahnya, sedangkan Willy dan Yanti mereka berdua adalah penganut Budhisme. Edison sama seperti Awong, ia seorang Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Periode saya mulai mengenal teman-teman Cina ini adalah masa ketika Gusdur menjabat sebagai Pemimpin negara ini. Saat itu Gusdur mulai memberikan hak istimewa kepada etnis Cina di Indonesia untuk mengekspresikan bagian dari kebudayaannya. Misalkan pengakuan agama <a class="zem_slink" title="Confucianism in Indonesia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Confucianism_in_Indonesia" rel="wikipedia">Konghucu</a>, pengesahan perayaan Imlek  sebagai hari libur nasional dan hal lainnya yang berhubungan dengan ekspresi kebudayaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada hal unik dari teman-teman Cina saya ini. Mereka semua adalah individu-individu yang diikat kuat oleh tradisi. Ketika Imlek misalnya, semuanya ikut merayakan, tidak hanya Willy dan Yanti, tapi juga Awong dan Edison. Mereka semuanya larut dalam merayakan Imlek. Saya teringat saat pertama sekali mendengar kata “angpao”. Seorang teman saya menceritakan jika ia mendapatkan angpao dalam jumlah sangat banyak tahun itu, jumlahnya jutaan, ucapnya bangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Tradisi mereka begitu kuat, mereka semua dipersatukan oleh itu dimanapun mereka berada. Ketika Imlek, baik yang beragama Budha, Konghucu, Kristen, Katolik dan Islam semuanya berkumpul. Saya memiliki seorang teman yang ayahnya berdarah asli Aceh dan ibunya berdarah Cina keturunan yang sudah memeluk Islam. Walaupun ia dan ibunya tidak melakukan penyembahan terhadap patung-patung, tapi mereka juga ikut merayakan Imlek, ia juga mendapatkan banyak pemberian angpao. Dan dirumahnya, ibunya juga memasang lampion dan bentuk khas perayaan Imlek lainnya. Awalnya saya berfikir jika Imlek ataupun tradisi cina lainnya adalah bentuk dari bagian agama Budha, walaupu sebagaian isi dari ritual mereka saya pikir juga kesitu arahnya. Tapi setelah lama kelamaan, saya baru tahu jika semua itu adalah bentuk tradisi yang berkembang tanpa adanya latar agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu contoh bagian budaya Cina yang terkenal adalah mengenai perbintangan yang dalam tradisi cina disebut Shio. Shio hampir sama dengan astrology perbintangan yang dimiliki oleh <a class="zem_slink" title="Unani" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unani" rel="wikipedia">Yunani</a> ataupun konsep Peuraja yang dimiliki oleh masyarakat Aceh. Dalam hal astrolagy, konsep Shio yang dimiliki oleh tradisi Cina dan konsep Peuraja yang dimiliki oleh sebagian masyarakat Aceh sebenarnya hampir sama. Keduanya sama-sama menggunakan hewan sebagai subjek lambang dalam tafsiran-tafsiran makna astrology.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara tentang Peunayong, orang yang pertama sekali mengenalkan saya terhadap Peunayong ini adalah Ayah saya. Saat itu saya diminta mengantarkan ayah saya ke terminal untuk mengirimkan sebuah paket barang kepada ibu saya yang berada di kota lain. Dalam perjalanan melewati jalanan Banda Aceh itu, ketika melewati situs-situs sejarah atau jalanan tertentu, maka ayah saya akan menceritakan mengenai sejarah dan hal apa saja yang beliau ketahui tetntang tempat itu kepada saya. Beliau akan menjelaskannya satu persatu, dan kepala saya pun setelah itu akan melahirkan puluhan pertanyaan-pertanyaan baru untuk ditemukan jawabannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan pulang dari terminal, kami melewati daerah Peunayong. Ketika melewati persimpangan dibawah turunan jembatan Peunayong (depan pasar ikan), ayah saya bercerita jika dulunya di tahun 1966, deretan toko yang ada di persimpangan itu dan jalan lainnya dijarah oleh warga. Saat itu adalah masa dimana stigma akan PKI terhadap kaum Cina mulai muncul. Masyarakat menjarah toko-toko di daerah itu, warga Cinanya diusir dan  rata-rata pindah ke Medan. Kata ayah saya, makanya di Medan ada kampung Cina Aceh dan kini banyak Cina kaya disana merupakan Cina Peunayong yang diusir itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela cerita beliau, ayah saya berkata jika beliau dulunya juga ikut menjarah toko-toko Cina itu. Kata ayah saya, beliau yang saat itu berumur 15 tahun hanya ikut-ikutan, karena letak rumah kakek saya saat itu adalah di kampung yang berdekatan dengan Peunayong, yaitu kampung Lampriet. Sambil tertawa beliau melanjutkan ceritanya dan mengatakan saat penjarahan itu beliau mendapatkan sebuah pulpen bagus nan mahal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan sepulang dari terminal itu ayah saya juga bercerita tentang sekolah SMA nya, yaitu SMA Negeri 2 Banda Aceh. SMA 2 juga terletak di daerah sekitaran Peunayong. Ayah saya bercerita jika dulu SMA 2 itu awalnya adalah sekolah Cina, lalu diambil oleh pemerintah dan diubah namanya menjadi SMA Darussalam. Lalu diubah lagi namanya menjadi SMA Negeri 2 Banda Aceh. Ayah saya tinggal di Banda Aceh sejak lulus dari SMP di kampung  hingga menyelesaikan perkuliahan. Beliau hijrah ke Banda Aceh tahun 1965, saat kakek saya dipindah tugaskan ke Banda oleh Gubernur saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya dan ayah saya memiliki cerita tersendiri mengenai etnis Cina dalam kehidupan kami. Jika ayah saya memiliki riwayat cerita mengenai sejarah dan sentuhannya dengan kehidupan Cina masa transisi 1966 di Banda Aceh, maka saya memiliki cerita tersendiri ketika memiliki teman-teman yang beretnis Cina yang baik-baik itu saat saat bersekolah di Meulaboh .</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah saya memiliki riwayat “kisah” tentang Cina nya saat ia masuk SMA. Dan saya saat masih SMP. Dahulu SMP saya itu pada masa Belanda dinamakan Native school atau sekolah pribumi. Di samping sekolah saya berdiri sebuah SD, saya lupa nama SD tersebut, yang jelas SD itu adalah SD yang mayoritas siswanya adalah etnis Cina keturunan. Dahulu, sebelum berubah menjadi SD, disitu berdiri SPG (Sekolah Pendidikan Guru) dan di masa Belanda sekolah itu dulunya dinamakan Chineese school (Sekolah Cina). Belanda dengan jelas membuat pemisahan antara sekolah Cina dan pribumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak dahulu, keberadaan akan entitas Cina sebenarnya sudah begitu kuat di Aceh. Misalkan seperti adanya kampung cina Puenayong, sekolah ayah saya yang dulu sekolah Cina dan  SD disamping sekolah saya yang dulunya juga sekolah Cina.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekalahan Belanda, masuknya Jepang, kelahiran Indonesia dan problem politik yang rumit lambat laun mencabut akar eksistensi keberadaan etnis Cina di kedua kota ini. Sekolah-sekolah Cina berubah menjadi sekolah negeri. Mereka distigmakan PKI, sebagian besar dari mereka diusir.</p>
<p style="text-align:justify;">___________________________</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang teman menceritakan kepada saya tentang adanya situs yang berisikan koleksi peta kuno daerah koloni Hindia Belanda yang dimiliki pemerintahan Belanda. Saya menelusuri situs peta kuno tersebut dan memasukkan satu persatu nama daerah yang petanya ingin saya lihat. Ketika melihat tampilan peta kuno Banda Aceh yang dibuat Belanda dalam rentang waktu tahun 1880-an hingga 1940-an, saya melihat jika bentuk peta Banda Aceh saat itu dengan peta yang dibuat masa kini tidaklah jauh berbeda. Bentuk wilayah, nama kampung, jalan-jalan protokol, semuanya hampir sama. Cuma yang membedakan peta kuno itu dengan peta saat ini adalah bahwa banyak nama-nama jalannya kini sudah berubah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya melihat peta kuno itu, saya melihat jika komplek tempat KODAM Iskandar Muda kini berdiri dahulunya adalah daerah “military camp” milik Belanda, dan daerah Peunayong yang ada disebelah KODAM itu dulunya dinamakan oleh belanda sebagai Chinesse quarter (daerah Cina). Di peta itu akan jelas terlihat jika dulu nama-nama jalan yang kini telah berubah nama itu dulunya dinamakan dengan nama kota-kota besar yang ada di negara Cina. Misalkan ada jalan di Peuanyong dulunya bernama Peking Weg,  Nanking Weg ataupun Shanghai Weg. “Weg” adalah bahasa belanda untuk menyebut jalan, sedangkan Peking adalah nama lama untuk Beijing, sebelum ejaan tulisan di negara Cina diperbaharui.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, kenyataan Peunayong sebagai wilayah pecinan adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Peunayong adalah saksi bisu betapa multikulturnya pola masyarakat yang hidup di Banda Aceh pada masa lalu. Betapa tolerannya kehidupan masyarakat saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak hanya pada masa Belanda, pada masa Kerajaan Aceh pun eksistensi keberadaan Peunayong sudah kuat berdiri. Pada masa itu, Peunayong adalah tempat nan ekslusive. Ada yang mengatakan jika nama Peuanyong sendiri berasal dari kata “geupayong/dipeupayong” yang artinya dipayungi. Sejak awal kehadirannya, Peunayong merupakan daerah pusat kediaman diplomatik yang disana hidup beragam etnis suku bangsa luar nan beragam. Hal itu didasari oleh betapa luasnya jaringan hubungan diplomatik yang dimiliki oleh Kerajaan Aceh saat itu. Saat itu, kerajaan Aceh sudah memiliki hubungan diplomatik dengan wilayah Eropa dan Kekhalifahan Turki Usmani. Salah satu bentuk betapa kuatnya jaringan diplomasi kala itu ialah saat kerajaan Aceh mengirimkan utusan/konsul ke Eropa yang saat itu diwakili oleh Syah Bandar Abdul Hamid.</p>
<p style="text-align:justify;">Keberadaan Etnis China di Peunayong adalah bagian dari fakta sejarah betapa kuatnya eksistensi Kerajaan Aceh dan jaringan diplomatik yang dimilikinya. Cina-cina keturunan di Peunayong adalah bukti akan hal itu, mereka adalah sisa-sisa betapa di Banda Aceh dulunya pernah berdiri sebuah Imperium kerajaan yang memiliki daulat yang kuat dan memiliki kualitas relasi diplomatik yang tinggi pada masanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara tentang Peunayong tidak hanya berbicara tentang etnis Cina yang mendiaminya, tapi lebih dari itu. Berbicara Peunayong adalah berbicara tentang betapa majunya dahulu peradaban pendahulu kita dalam interaksi hubungan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Peunayong tidak hanya tentang Cina, bangunan tua, gereja ataupun vihara. Peunayong adalah tentang sejarah hidup eksistensi keberadaan sejarah kita.</p>
<p style="text-align:justify;">________________________________________________________________</p>
<div id="attachment_1471" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/peking.png"><img class="size-full wp-image-1471" title="Peunayong lama" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/peking.png?w=510&#038;h=300" alt="Peunayong lama" width="510" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Peunayong lama</p></div>
<div id="attachment_1470" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/meulaboh.png"><img class="size-full wp-image-1470" title="meulaboh" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/meulaboh.png?w=510&#038;h=299" alt="" width="510" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">meulabohmeulaboh</p></div>
<div id="attachment_1469" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/banda-aceh-lama.png"><img class="size-full wp-image-1469 " title="Banda aceh lama" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/banda-aceh-lama.png?w=510&#038;h=297" alt="Banda aceh lama" width="510" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">Banda aceh lama</p></div>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/banda-aceh/'>banda aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/dalai-lama/'>Dalai Lama</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/meulaboh/'>meulaboh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/visit-banda-aceh-2011/'>Visit Banda Aceh 2011</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1465/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1465&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/07/13/peunayong-dan-eksistensi-sejarah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/peunayong-festival.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Festival Peunayong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/peking.png" medium="image">
			<media:title type="html">Peunayong lama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/meulaboh.png" medium="image">
			<media:title type="html">meulaboh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/banda-aceh-lama.png" medium="image">
			<media:title type="html">Banda aceh lama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gie dan Relasi-relasi.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/07/08/gie-dan-relasi-relasi/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/07/08/gie-dan-relasi-relasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 10:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Diskusi Kutu Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Banda Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1457</guid>
		<description><![CDATA[Finally, diskusi buku perdana yang sudah lama saya dan kawan-kawan rencanakan pada akhirnya dapat terlaksana juga. Kami menamakan forum diskusi ini dengan nama; “Kelompok Diskusi Kutu Buku”. Seorang kawan menelurkan ide ini saat kami sedang duduk-duduk santai di suatu sore di sebuah warung kopi di sudut Banda Aceh. Si kawan melemparkan ide, satu-persatu dari kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1457&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/film-soe-hok-gie.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1461" title="film-soe-hok-gie" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/film-soe-hok-gie.jpg?w=211&#038;h=300" alt="" width="211" height="300" /></a>Finally, diskusi buku perdana yang sudah lama saya dan kawan-kawan rencanakan pada akhirnya dapat terlaksana juga. Kami menamakan forum diskusi ini dengan nama; “Kelompok Diskusi Kutu Buku”. Seorang kawan menelurkan ide ini saat kami sedang duduk-duduk santai di suatu sore di sebuah warung kopi di sudut <a class="zem_slink" title="Banda Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Banda%20Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Banda Aceh</a>. Si kawan melemparkan ide, satu-persatu dari kami menyahutinya. Akhirnya disepakati jika nama forum diskusi buku yang akan kami buat adalah Kelopok Diskusi Kutu Buku. Kelompok diskusi ini membahas perihal mengenai buku dan setiap hal yang terkandung didalamnya. Untuk diskusi perdana, kami memilih buku Catatan Harian Seorang Demonstran sebagai buku yang akan kami diskusikan. Buku ini adalah kumpulan catatan harian milik Soe hok gie yang dibukukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya, kami merencanakan diskusi perdana ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni. Tapi karena ada satu dan lain hal, akhirnya diskusinya diundur menjadi 7 July. Acaranya kami jadwalkan dimulai pukul 16.30. Dalam diskusi perdana kali ini, ada sekitar 10 orang yang hadir. Beberapa dari kami sebelumnya sudah membaca isi buku ini, dan sebagiannya lagi hanya membaca sebagian isinya. Setidaknya, siapapun yang belum membaca buku ini, tentu kemungkinan besar sudah pernah menonton film Gie yang diperankan oleh Niicholas Saputra.</p>
<p style="text-align:justify;">Diskusipun dimulai, forumnya terbuka dan santai. Saya dan kawan-kawan mulai membahas satu persatu mengenai isi buku itu. Tentang Gie dan kompleksitas yang ia miliki. Diantara 10 orang yang hadir, hanya dua orang yang membawa buku tersebut, salah satunya adalah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Obrolan mengenai Gie dan bukunya mengalir santai. Saling sahut-menyahut pun terjadi. Ada yang berperan sebagai mediator, penanya dan yang beropini. Semuanya memiliki penilaian tersendiri mengenai Gie.<span id="more-1457"></span></p>
<p style="text-align:justify;">______________________</p>
<p style="text-align:justify;">Secara personal, saya adalah orang yang menganggap Gie dan bukunya sebagai sesuatu yang biasa. Obrolan mengenai Gie, pernah saya bicarakan dengan kawan-kawan saya yang lain di awal 2007, saat ketika filmnya sedang hangat-hangatnya diperbincangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar mahasiswa akan jatuh hati dan terpesona terhadap sosok Gie setelah membaca buku ataupun menonton visualisasi kehidupannya dalam film arahan Riri Riza yang juga berjudul Gie itu. Sebagian dari mereka  mungkin akan menjadikan Gie sebagai seorang isnpirator dalam hal melakukan aktivitas pergerakan. Saya sering sekali mendengar teman saya yang sesama mahasiswa, yang dalam perkataan ataupun tulisannya acap kali menjadikan Gie sebagai contoh tauladan idealnya seorang mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Obrolan saya dan kawan di awal 2007 itu sedikit menyimpulkan jika Gie adalah sosok yang bagi kami cenderung biasa saja. Bahwa Gie adalah seorang tokoh yang menurut kami memang sengaja dimunculkan. Sama seperti kemunculan penokohan Ahmad Wahib yang juga mati muda seperti Gie. Menurut kami saat itu, pemunculan ini adalah upaya untuk menciptakan sebuah icon tokoh muda yang dianggap ideal, sehingga bisa menjadi patron figur yang bisa diikuti oleh generasi muda setelahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua tokoh ini, baik Gie maupun Wahib, bisa dikatakan beraliran sama. Yang memunculkan kutub yang berlainan tapi berhaluan sama. Gie dikenal sebagai seorang Kristen yang sekuler. Wahib hadir dengan wajah seorang intelektual muda Islam yang liberal dan humanis. Kedua tokoh ini dimunculkan, dibukukan catatan hariannya, difenomenalkan kehidupan dan ide-idenya. Jika Gie hadir dalam bentuk visualisasi film, maka Wahib hadir dalam bentuk award tahunan salah satu lembaga sosial yang memerjuangkan ide demokrasi dan liberalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua tokoh ini sama-sama mati muda, dan hadir dalam perspektif liberal sekularis. Perspektif anak muda yang dalam visualisasinya adalah anak muda yang pintar, gemar baca buku, kritis dan humanis. Mereka hadir untuk menjadi pengenal ataupun pioner akan ide-ide baru yang memang sedang berkembang pesat saat ini. Ide dimana melihat agama bukanlah sebagai sesuatu hal yang menurut mereka dapat menjadi solusi permasalahan manusia di zaman moderen ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak ingin berlama lama membicarakan Wahib disini. Wahib itu hal lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, melihat Gie tidak cukup hanya dengan melihat visualisasi film, membaca buku dan membedah ide-ide dan perjalanan hidup yang ia miliki dalam rangkuman tulisan catatan hariannya. Itu tidaklah cukup.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya menganggap Gie sebagai sosok yang biasa. Saya mengenal beberapa orang yang menurut saya jauh lebih hebat dari Gie. Orang-orang yang saya kenal itu adalah orang-orang yang tidak hanya memiliki idealisme, tapi juga ber-ideologi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pola pikir yang jelas, terkonsep dan tau bagaimana cara melaksanakan setiap hal yang ada dipikiran mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, Gie jauh tertinggal dari orang-orang yang saya kenal itu. Katakanlah Gie adalah seorang yang idealis, seorang anak muda yang pintar, kritis dan humanis. Tapi, Gie secara sadar dalam catatan-catatan hariannya mengakui jika ia tidak tahu mau dikemanakan akhirnya ide-ide yang ada dikepalanya dan selama ini ia perjuangkanitu . Gie menjadi buta akan kondisi ideal seperti apa yang dia inginkan, sistem seperti apa yang ia yakini akan membawa perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Onani” yang sia sia. Ya, itu yang ia lakukan. Menjadi deviant, berbeda, opposan hanya untuk menentang arus mainstream yang berkembang pada ahirnya tidak menyelesaikan masalah itu sendiri. Saya pikir, jika Gie kini masih hidup, ia juga akan seperti teman-teman seangkatannya. Ia akan seperti Marsilam Simanjuntak yang ikut menjadi cecungguk pemerintah, ataupu seperti Rahman Tolleng yang menjadi cendekiawan konyol dalam industri media yang ia tekuni.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, dalam keseharian, saya banyak melihat orang-orang yang bercorak seperti Gie. Orang-orang yang ketika adanya ketidakadilan maka mereka akan turun ke jalan, menentang dan memaki pemerintah ini-itu, memaki kebijakan ini-itu. Mereka  bikin aksi dan berdemonstrasi. Dan, ketika isu tidak ada, mereka diam. Ketika ada pola kondisi politik yang berubah, mereka akan terseret arus.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah jenis idealisme yang tanpa ideologi. Ketika seseorang memiliki ideologi, maka dalam aksinya, ia tidak hanya menjadi orang yang lihai menangkap isu dan memperjuangkannya, bukan hanya menjadi orang yang suaranya akan keluar jika ada persoalan, bukan orang yang nantinya akan mau membantu masyarakat jika jerih payah keringatnya dibiayai oleh lembaga donor dalam bentuk gaji bulanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ideologi menjadikan manusia memiliki kesatuan antara pikiran dan perbuatan. membuat mereka memiliki konsep dan cara implementasi setiap hal yang diperjuangkan. Bukan penjual isu, bukan penghamba donor, tapi pendobrak sistem.</p>
<p style="text-align:justify;">_______________________</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, terkadang saya melihat Gie berperan sebagai korban. Ia adalah korban dari  kapitalisme ide. Ketika kita melihat sampul dan isi bukunya, maka yang muncul adalah foto aktor tampan, potongan gambar scene film, dan visualisasi film yang aduhai. Lantas relasi idenya dimana? Ya. ide itu terbungkus rapi dalam dunia yang cenderung kapitalis. Saya tak heran, toh ini hanya Gie yang sudah mati, Gie yang menjadi bagian dari industri. Agama saja kini dijadikan industri, apalagi hanya seorang Gie.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat dari segi boomingnya pesona Gie, ini tak lepas dari peran saudaranya; Arief Budiman. Saya berkata kepada seorang kawan, jika nasip Gie sebenarnya sama seperti Marx. Marx yang tak akan hidup idenya jika Engels tak ada. Pembukuan ide-ide Gie adalah bentuk dari subjektifitas seorang Budiman yang sebagai abang. Terlepas dari kualitas catatan harian Gie itu sendiri.  Terlepas lagi dari testimoni dan pengatar Budiman di awal-awal tulisan yang ada dalam buku Gie.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal lain, kehadiran Gie juga tak bisa dilepaskan dari identitas aslinya yang merupakan WNI keturunan. Gie memiliki relasi dengan Ojong.P.K, dengan Jacoeb Oetama. Semua juga tahu jika Jacob dan Ojong adalah pendiri Kompas. Salah satu media besar nan kuat yang pada akhirnya melahirkan ketokohan akan diri Gie. Saat itu, tulisan-tulisan Gie juga tak hanya muncul di Kompas, tapi juga di media lainnya. Relasi yang bisa ditarik disini adalah bahwa Gie dan beberapa pimpinan media masa itu adalah orang-orang yang ber-etnis sama. Semangat akan ras yang sama tak bisa dilepaskan dari kemunculan tokoh Gie secara intens dalam media-media besar tersebut. Ini sedikit memaparkan jika kehadiran Gie tidak serta-merta murni sebagai penentang, ataupun sebagai kritikus yang ulung dalam penyampaian ide dalam bentuk tulisan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika melihat periodeisasi kemunculan tokoh Gie, kita juga bisa melihat jika pasca 1965-1969 adalah masa dimana stigma “PKI” yang dimunculkan terhadap etnis Cina sedang gencar-gencarnya berlangsung. Sebagian besar orang Cina keturunan dianggap dan distigmakan ber-afiliasi dengan PKI. Di beberapa daerah, termasuk di Aceh, pada rentang waktu itu, etnis Cina di usir, sekolah-sekolah Cina dinasionalisasikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan negara RRC yang saat itu  merupakan negara terbesar penganut ideologi komunis. Ada anekdot yang lucu dalam hal ini, Konon dikisahkan jika nama AIDIT itu adalah akronim dari “Anak Indonesia Didikan Tiongkok”. Ini stigma yang dihadirkan untuk menghubungkan relasi antara komunisme negeri Cina dengan PKI yang berafiliasi dengan etnis Cina keturunan di indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara pribadi, Gie adalah pendukung asimilasi etnis Cina di indonseia. Ia tidak menentang perihal himbauan agar waga Cina keturunan untuk mengubah namanya menjadi nama yang berbau Indonesia, seperti halnya yang dilakukan oleh saudara kandung Gie, Budiman. Sampai kematian menjemput, Gie tetap menggunakan nama Cina-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemunculan Gie dalam rentang waktu tahun 1965 hingga masa kematiannya tidak lepas dari relasi-relasi yang bisa jadi tidak kebetulan muncul. Stigma akan etnis Cina yang terlibat PKI, penguasaan media oleh orang-orang Cina keturunan, semuanya bisa secara subjektif disimpulkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki citra etnis Cina  dalam kacamata keindonesiaan yang saat itu dicurigai dan distigmakan oleh elit penguasa. Gie hadir dalam relasi-relasi subjektif itu. Diluar kualitas ide yang dimilikinya saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Publikasi menegnai Gie adalah ekspresi kecermelangan ide, kemalangan, perbaikan citra dan kapitalisasi penokohan. Kehadiran penokohan Gie saat ini, bisa dilihat dari sisi masa kahidupan Gie dan masa setelah ide-idenya dibukukan. Kehadiran Gie hidup dalam dua dimensi yang jauh berbeda. Dimensi yang ie usahakan sendiri dan usaha orang lain yang punya kepentingan akan ide-idenya.</p>
<p style="text-align:justify;">______________</p>
<p style="text-align:justify;">Gie itu biasa saja. Tapi secara personal, sosok Gie mendiami ruang-ruang penerkaan yang dimiliki oleh siapapun yang melihat kenyataan kehadirannya secara luas baik secara  objektif maupun subjektif.</p>
<p style="text-align:justify;">_____________________________________________________________________________________________________</p>
<p style="text-align:justify;">Banda Aceh. 8 July. Di tengah keramaian.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/banda-aceh/'>banda aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/diskusi/'>diskusi</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/kelompok-diskusi-kutu-buku/'>Kelompok Diskusi Kutu Buku</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/visit-banda-aceh/'>Visit Banda Aceh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1457&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/07/08/gie-dan-relasi-relasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/07/film-soe-hok-gie.jpg?w=211" medium="image">
			<media:title type="html">film-soe-hok-gie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak butuh Nasionalisme di perbatasan.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/06/09/tak-butuh-nasionalisme-di-perbatasan/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/06/09/tak-butuh-nasionalisme-di-perbatasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 18:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[asia]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Colotomy]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kini]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Banda Aceh 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1426</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, disalah satu berita televisi, seorang ibu mengeluh. Ia mengeluhkan perihal kesulitan yang ia dan orang sekampungnya hadapi. Belakangan ini, mereka sulit untuk mendapatkan pasokan bahan kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan desa mereka dengan pasar terdekat telah diputus. Kini akses mereka untuk menuju kesana putus total. Keluhan mereka akhirnya direspon oleh pejabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1426&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/ironis-nasionalisme-bahasa.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1423" title="Nasionalisme" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/ironis-nasionalisme-bahasa.jpg?w=300&#038;h=168" alt="nasionalisme" width="300" height="168" /></a>Semalam, disalah satu berita televisi, seorang ibu mengeluh. Ia mengeluhkan perihal kesulitan yang ia dan orang sekampungnya hadapi. Belakangan ini, mereka sulit untuk mendapatkan pasokan bahan kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan desa mereka dengan pasar terdekat telah diputus. Kini akses mereka untuk menuju kesana putus total.</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Keluhan mereka akhirnya direspon oleh pejabat terkait yang saat itu mengunjungi tempat mereka. Sang pejabat dengan bersemangat dan penuh rasa simpatik nan dalam  menjanjikan beberapa hal kepada penduduk setempat. Banyak janji-janji manis yang keluar, tapi dari tahun ke tahun sepertinya semua itu hanya berupa janji, tak akan serius untuk direalisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Janji-janji itu diliput oleh banyak media. Banyak tape recorder yang tampak didepan muka sang pejabat. Beberapa camera televisi juga tampak terangkat di depan mata kepalanya. Setelah memberikan berbagai rupa janji dan ini itu kepada rakyat. Sang pejabat lalu mulai angkat bicara lagi. Dengan nada tegar dan penuh kepercayaan, ia menyesalkan adanya pemutusan akses jalan ke pasar yang disebutkan. Seharusnya tak terjadi, katanya. Dan ia ikut menyayangkan. Nada bicaranya tersirat ada rasa simpati yang begitu dalam.<span id="more-1426"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya bisa tersenyum menyaksikan berita seperti ini. Pasalnya, sang pejabat adalah pemegang mandat dari negara yang bertugas mengurusi macam urusan yang ada di perbatasan Indonesia dan Malaysia di kalimantan. Si ibu yang berkeluh kesah adalah masyarakat Indonesia yang tinggal disana. Dan yang memutuskan akses ke pusat perbelanjaan diduga adalah pihak Malaysia. Tempat masyarakat membeli bahan baku keperluan sehari hari itu adalah pasar milik Malaysia yang letaknya ada di dekat tapal batas perbatasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyimak berita seperti ini, saya tidak tahu harus menyikapinya seperti apa. Apakah harus ikut menertawai ataukah prihatin. Yang jelas, kedua hal itu bergabung di kepala saya dalam bentuk umpatan yang kuat namun tak terucap. Tak ada guna berucap umpat di depan tv yang hanya benda mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, mungkin ini adalah salah satu kado “terindah” yang bisa diberikan untuk memperingati perayaan 103 tahun Hari Kebangkitan Nasional yang kemarin diperingati.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun kemarin, seharian, orang-orang yang dikatakan pintar, menyemat gelar nan wah, yang di sebut tokoh ini dan tokoh itu, bapak ini bapak itu, pahlawan ini pahlawan itu. Mereka semua, dengan mulut berbusa, giat memberi kuliah dan sejenis ceramah bagi siapa saja yang mereka sebut sebagai anak bangsa. Ini semua katanya dilakukan untuk memupuk kembali rasa kecintaan pada negeri, agar menjadi nasionalis kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin, bagi ibu warga perbatasan yang berkeluh kesah di berita televisi yang saya saksikan tadi malam. Dalam kepalanya, ia dan puluhan koleganya lainnya secara bersama mengumpat dengan penuh kekesalan dan rasa marah yang membuncah kepada pendahulu mereka. Kenapa dahulu kakek-nenek mereka mau memilih untuk bergabung dengan Indonesia dibanding dengan malaysia. Kenapa dengan begitu bodohnya mereka mau menerima bujuk rayu mulut berbusa para pendiri bangsa yang katanya sangat nasionalis itu. Kenapa tapal batas wilayah Malaysia tak melewati perkampungan mereka walau hanya beberapa meter sehingga mereka bisa mengecap kemakmuran seperti halnya yang dinikmati oleh warga Malaysia kini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, mungkin mereka hanya bisa berandai dan mengeluh. Sembari meratapi kebodohan tingkah laku para pendahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">_______________________</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa rasa bersalah, sang pejabat dengan bijaknya menyesalkan ketidak simpatian Malaysia. Menyalahkan malaysia karena tidak memberikan akses jalan. Lalu dengan rasa percaya diri yang begitu besar menjelaskan kepada masyarakat dan mass media jika kedepannya akses transportasi ke daerah mereka akan ditingkatkan hingga tidak ada lagi ketergantungan dengan akses publik negara jiran.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita bicara objektif dalam hal ini. Apa pasal kesalahan terletak pada Malaysia? Apa urusan menyebut malaysia tidak bisa bekerja sama?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, tak ada sedikitpun kesalahan yang dilakukan oleh Malaysia. Malaysia punya kedaulatan. Mereka menutup akses jalan dikarenakan setiap barang pokok yang diperjualbelikan disana rata-rata disubsidi oleh negara. Dan subsidi itu hanya diperuntukkan bagi  warga negara Malaysia dan bukan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat perbatasan memilih berbelanja ke Malaysia karena disana bahan pokok yang mereka butuhkan harganya lebih murah di banding di Indonesia. Sarana akses jalan pun lebih baik. Mereka memilih melakukan hal itu karena di indonesia, mereka tidak memiliki akses semudah menginjakkan telapak kaki ke tanah Malaysia. Barang-barang yang bisa mereka akses di indonesia cenderung mahal, membutuhkan biaya tinggi untuk memperolehnya dan tidak sesuai dengan standar pendapatan Indonesia yang mereka miliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini sekelumit kecil kisah di perbatasan. Jika sebelumnya beberapa tahun lalu kita disibukkan dengan pemberitaan mengenai Askar Wataniah Malaysia yang mempekerjakan warga Indonesia perbatasan sebagai tentara sewaan.  Lalu ketika melihat berita ini tadi malam, saya dalam tingkat kesadaran yang paling dalam akhirnya membenarkan laku seperti itu. Toh mereka juga butuh makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa melihat, saban hari, ketika berbicara tentang kemerdekaan, kebangkitan nasional, patriotisme dan nasionalisme. Orang-orang besar dan berpengaruh akan berkata jika negara kita tercinta ini kini sedang mengalami krisis multidimensi. Kriris nasionalisme dan rasa kebangsaan.Ketika dihadapkan pada situasi di perbatasan, mereka menghimbau agar orang-orang di perbatasan untuk sedikit bersabar, lebih menjadi nasionalis lagi dan bangga dengan menjadi Indonesia dan ideologi Pancasilanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka orang-orang besar dengan mudah bisa berkata seperti itu. Mereka berucap perihal nasionalisme saat perut mereka dipenuhi kekenyangan, saat hidup mereka dilimpahi kemewahan, saat akses terhadap dunia bisa mereka dapatkan dalam sekejap mata. Tapi, bagi orang orang di perbatasan? Nasionalisme itu tak begitu ataupun memang tak perlu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka tidak membutuhkan ucapan filosofis dan semboyan wah ini itu. Yang mereka butuhkan hanya tindakan nyata dan bukan omong-kosong  birokrasi khas kaum negarawan. Bagi orang perbatasan, yang penting bukan apa yang telah mereka lakukan, tapi apa yang telah negara ini berikan untuk menghargai kemauan mereka yang tetap masih mau bergabung dengan negara seperti Indonesia ini. Buang segera janji manis betapa indahnya nasionalisme. Letakkan manisnya ungkapan kebangsaan pada orang-orang yang sudah berperut kenyang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika berbicara perihal nasionalisme di perbatasan, ini sungguh seperti sebuah bentuk nyata penipuan. Ada Papua, Nusa Tenggara Timur,  Aceh dan perbatasan Kalimantan. Semua daerah ini adalah wilayah perbatasan. Lalu, apakah orang-orang yang ada di daerah ini tidak nasionalis? Apakah orang-orang di daerah ini tidak cinta kepada Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, mereka tidak perlu lagi diajari bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Indonesia, tidak perlu!. Mereka telah memberikan lebih dari apa yang seharusnya mereka berikan. Mereka telah memberikan lebih dari sekedar ungkapan kecintaan yang dinamakan nasionalisme yang nyatanya absurb itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, di Atambua dan daerah Nusa Tenggara Timur lainnya, ada 104.436 jiwa pengungsi eks Timor Timur yang menjadi pesakitan. Mereka disana sudah lebih dari satu dekade. 12 tahun yang lalu mereka dijanjikan akan mendapatkan keuntungan jika memilih bergabung dengan Indonesia. Mereka dijanjikan kemakmuran. Buaian dan bualan janji manis membuat mereka rela memberikan harta bahkan nyawa untuk bergabung dengan pasukan pro integrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas nama rasa cinta kepada Indonesia, mereka rela berperang dan menjadi lawan sesama orang-orang sebangsa sendiri. Tapi, 12 tahun berlalu dan apa yang kini mereka dapatkan? Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Yang mereka dapatkan hanya berupa identitas sebagai penghuni barak pengungsian yang anak-anak mereka kemungkinan besar akan bermasa depan suram. Padahal kini di nagara Timor, setiap rumah sudah menggunakan rekening listrik pra bayar. Selangkah lebih maju dari Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tanah Papua yang penduduknya hanya 4 juta jiwa, nasip yang mereka terima juga sama. Mereka dulunya juga dijanjikan kesejahteraan jika mau turut bergabung dengan kebhinekaan Indonesia. Operasi Trikora dan janji kaum tiran membawa mereka dalam rengkuhan teritori Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kini, setelah 50 tahun bergabung? Mereka toh juga tidak mendapatkan apa-apa.  Padahal, di tanah mereka terkandung sumber daya alam yang begitu kaya. Perusahaan raksasa tambang seperti Freeport McMoran dengan bebas bisa mengeruk hasil alam mereka hanya dengan bermodalkan izin konsesi usaha yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1967.</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu menghasilkan emas terbanyak di dunia, dan itu dari tanah Papua. Tentu tak hanya emas, tapi juga tembaga, besi dan berbagai hasil mineral lain. Beberapa puncak gunung tinggi kini berubah menjadi danau buatan besar. Gunung batu yang dulunya menjulang tinggi bak piramida kini menjadi danau dengan kedalaman bak piramida pula.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu dengan kekayaan alam yang sebegitu besar, apa yang didapatkan oleh rakyat Papua? Apakah mereka sejahtera? jawabannya tentu saja tidak. Freefort Indonesia pada tahun 2010 membukukan pendapatan sebesar USD 5,9 milyar dolar, dengan setoran pajak ke pemerintah Indonesia sebanyak 11,8 triliun rupiah pada tahun itu. Ini baru pendapatan tahun 2010, belum lagi hitungan pendapatan puluhan tahun sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan apa yang didapatkan oleh Papua?. Papua jelas tidak mendapatkan apa-apa dari kekayaan alam yang mereka miliki. Walaupun tanah mereka begitu kaya, tapi Human Development Index rakyat Papua merupakan yang paling rendah di Indonesia, walaupun nyatanya mereka adalah Provinsi penghasil pundi uang terbesar bagi Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Penghasilan 5,9 milyar dolar per tahun yang dimiliki Freeport semuanya dibawa terbang ke Amerika. Diperjudikan di pasar saham Dow Jones di jalanan Wallstreet Manhattan. Setoran ke pihak Indonesia dijadikan modal subsidi untuk pembangunan daerah lain dan bukannya Papua. Dana tanah Papua disubsidi ke provinsi lain yang miskin dan minim sumber daya, tanpa memikirkan dan menutup mata bahwa itu uang adalah milik dan hak penuh rakyat Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saja kita melakukan pengandaian, dari penghasilan milyaran dolar yang dikeruk dari tanah papua pertahun, lalu dikalikan puluhan tahun dan dibagi rata dengan jumlah penduduk papua yang hanya 4 juta. Bisa dipastikan per individu rakyat Papua memiliki kekayaan ratusan juta. Jika hasil kekayaan tanah Papua diberikan secara adil kepada mereka, tentu tak ada lagi  suku-suku yang menggunakan koteka. Tak ada lagi penipuan yang berkedok atas nama pemeliharaan dan perlindungan terhadap unsur budaya nasional. Itu semua wujud pembodohan agar yang masih berkoteka tak sadar-sadar juga jika setiap detik kekayaan tanahnya dikeruk oleh perusahaan asing yang di backup oleh penguasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Aceh adalah daerah yang bernasib sama seperti Papua. Berbatasan dengan beberapa negara Asia. Bertetangga dengan Thailand, Malaysia, Sri Langka dan India. Nasib Aceh tak ubahnya dengan Papua ataupun daerah di perbatasan lainnya, atau malah lebih parah.</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/248637_224454197565903_100000039735976_1018636_2701263_n.jpg" alt="" /></div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Di Aceh, Arun dan Exxon Mobile mendapatkan hak konsesi pertambangan sejak tahun 1968. Pada tahun 2008, tahun itu pendapatan Exxon mencapai 40 milyar dolar. Pada masa dekade 70 dampai 90-an, blok minyak dan gas di Aceh merupakan salah satu penyumbang keuntungan terbesar bagi pendapatan Exxon per tahun secara global. Exxon adalah perusahaan dengan penghasilan tertinggi di dunia. Sejak masa awal pengeboran, Exxon telah menghasilkan ratusa milyar dolar keuntungan dari hasil bumi Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kini, apa yang didapatkan oleh rakyat yang ada disekitar area penambangan? Sama seperti rakyat Papua, rakyat Aceh juga tidak mendapatkan apa-apa. Jika kita datang ke area sekitaran tempat yang menghasilkan uang ratusan milyar dolar bagi perusahaan Amerika tersebut, maka kita akan melihat jika masih banyak rumah yang tak layak huni yang masih ditempati masyarakat. Masih banyaknya anak yang putus sekolah, jalanan berbatu dan wujud ketertinggalan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam statistik ekonomi, bahkan Aceh Utara kini merupakan salah salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbesr di Aceh. Walaupun dari kemiskinan penduduknya itu, uang yang dihasilkan dari tanah mereka mampu membangun puluhan pencakar langit di Jakarta dan Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, melihat fenomena seperti ini, lantas  bagaimana kita bisa mencerna dan secara sadar menerima bentuk-bentuk pemaksaan nasionalisme yang didengungkan oleh orangorang pintar yang ada di ibukota sana kepada orang-orang yang ada di daerah perbatasan ini?. Nasionalisme seperti apa lagi  yang harus mereka tampakkan kepada para penguasa negara itu? Nasionalisme mana lagi yang mereka harus berikan?</p>
<p style="text-align:justify;">Bukankah mereka telah memeberikan semuanya? Memberikan lebih dari apa yang seharusnya diberikan. lebih dari sekedar rupa kecintaan yang hanya jadi obrolan panggung opera kaum negarawan. Lebih dari sekedar retorika omong kosong. Lebih dari sekadar sumbangan nyanyian dendang semangat dan doa.</p>
<p style="text-align:justify;">lalu, apa lagi yang patut diminta dari mereka? Pemberian apalagi yang harus dipersembahkan untuk sang tuan? Apakah harus digolakkan kembali pemberontakan?</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/asia/'>asia</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/banda-aceh/'>banda aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/choi-minho/'>Choi Minho</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/colotomy/'>Colotomy</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/kini/'>Kini</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/malaysia/'>Malaysia</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/timor-timur/'>Timor Timur</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/visit-banda-aceh-2011/'>Visit Banda Aceh 2011</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1426&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/06/09/tak-butuh-nasionalisme-di-perbatasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/ironis-nasionalisme-bahasa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nasionalisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/248637_224454197565903_100000039735976_1018636_2701263_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strauss-Kahn, Perancis, Sex dan Amerika</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/19/strauss-kahn-perancis-sex-dan-amerika/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/19/strauss-kahn-perancis-sex-dan-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 09:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Dominique Strauss-Kahn]]></category>
		<category><![CDATA[George W. Bush]]></category>
		<category><![CDATA[International Monetary Fund]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Bloomberg]]></category>
		<category><![CDATA[New York]]></category>
		<category><![CDATA[Nicolas Sarkozy]]></category>
		<category><![CDATA[United States]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Washington D.C.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[“Sel penjara pria berumur 62 tahun itu dijaga ketat oleh aparat keamanan, demi menghindari kemungkinan terjadinya upaya bunuh diri.” Ini adalah salah satu petikan isi berita yang dibacakan oleh news anchor di salah satu stasiun tv swasta dalam beberapa hari belakangan ini. Beberapa hari ini, berita mengenai lelaki 62 tahun yang baru saja dipenjara ini banyak lalulalang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1411&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sel penjara pria berumur 62 tahun itu dijaga ketat oleh aparat keamanan, demi menghindari kemungkinan terjadinya upaya bunuh diri.”</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><img class="size-full wp-image-1412 alignleft" title="straus kan" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/straus-kan.jpg?w=510" alt="Strauss Kahn, Perancis, Sex dan Amerika"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah salah satu petikan isi berita yang dibacakan oleh <strong><em>news anchor</em></strong> di salah satu stasiun tv swasta dalam beberapa hari belakangan ini. Beberapa hari ini, berita mengenai lelaki 62 tahun yang baru saja dipenjara ini banyak lalulalang menghiasi pemberitaan di pelbagai media massa, baik media tv, online maupun cetak. Tentu saja ini bukan berita biasa. Dua hari belakangan ini salah satu channel tv berita di Indonesia dalam sehari bahkan bisa sampai delapan kali menurunkan berita perihal kasus lelaki tua ini. Tentu cakupan booming pemberitaannya tak hanya di indonesia, tapi mendunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita ini berkenaan dengan <strong>Dominique Strauss-Kahn</strong> (<strong>DSK</strong>), lelaki tua berkebangsaan Perancis yang berumur 62 tahun. Hal ini menjadi heboh karena Strauss-Kahn adalah <strong>Direktur Pelaksana IMF (<a class="zem_slink" title="International Monetary Fund" href="http://www.imf.org/external/index.htm" rel="homepage">International Monetary Fund</a>), lembaga Moneter Internasional.</strong>Dan kehebohan ini terjadi karena ia dituduhkan melakukan upaya pelecehan seksual terhadap seorang pelayan perempuan berumur 32 tahun di salah satu hotel bintang lima di kota  New York.</p>
<p style="text-align:justify;">Di daratan Eropa, nama Dominique Strauss-Kahn tentu tak asing lagi. Ia merupakan salah satu figur paling berpengaruh di sana. Sebelum menjabat sebagai Direktur IMF, Strauss-Kahn adalah petinggi di Partai Sosialis Perancis dan juga mantan Menteri Keuangan dan Ekonomi Perancis pada masa kepemimpinan Perdana Menteri <strong>Lionel Jospin</strong>.<span id="more-1411"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pun, dalam pemilu kedepan, ia diprediksi akan menjadi kandidat terkuat yang akan bersaing dengan Sarkozy di pemilihan umum Perancis tahun 2012. Banyak pihak yang menyayangkan hal ini terjadi pada Strauss-Kahn. Ditengah kecemerlangan karir profesional dan politiknya, kasus dugaan tindak asusila ini kemungkinan besar akan memupuskan semua kisah kesuksesan yang telah ia bangun selama puluhan tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang bisa di analisa dalam kasus Strauss-Kahn kali ini, misalkan selain dari sisi benar atau tidaknya kasus perbuatan asusila yang dituduhkan kepada Strauss-Kahn. Ada kemungkinan jika kasus ini sengaja dimunculkan demi kepentingan politik yang bertujuan untuk menjegal dan menurunkan popularitas Strauss-Kahn yang berencana akan ikut dalam pemilu Perancis tahun depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini didasari oleh menurunya dukungan rakyat Perancis atas kepemimpinan Sarkozy belakangan ini. Ambisi Sarkozy di Timur Tengah, kebijakan menaikkan masa pensiun dan  ikutnya Perancis dalam konflik internal Libya membuat kepercayaan rakyat terhadap Sarkozy semakin menurun drastis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika simpati rakyat Perancis terhadap pemerintahan Sarkozy menurun, Strauss-Kahn yang menjabat sebagai Direktur IMF sekaligus petinggi Partai Sosialis Perancis menjadi sosok baru yang dijadikan tumpuan harapan sebahagian rakyat Perancis dalam pemilu kedepan. Pun pada masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan dan Ekonomi Prancis, Strauss-Kahn pernah mencatatkan kesuksesan dengan memangkas defisit anggaran publik, sehingga pada akhirnya Prancis dapat bergabung dengan Uni Eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kemungkinan adanya intrik politik, nasib sial lainnya yang dialami oleh Strauss-Kahn bisa jadi  karena perihal pelecehan seksual yang dituduhkan padanya terjadi di wilayah yuridiksi negara Amerika Serikat. Apalagi hal itu terjadi di kota New York. <strong>Michael   R. Bloomberg</strong> yang menjabat sebagai walikota New York adalah bisnismen dan taipan media yang paling berpengaruh di Amerika Serikat, dan ia pun merupakan salah satu pengusaha paling powerful di dunia. Dengan segala kekuatan yang dimilikinya, Bloomberg tentu tidak akan dengan mudah membiarkan dan memberi ampunan kepada seorang warga negara asing yang diduga melakukan pelecehan terhadap warga kotanya. Dengan kekuasaan, jaringan media dan sumber dana yang ia miliki, Bloomberg terkenal sebagi figur yang keras.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun, dalam hal konstitusi, Amerika Serikat adalah negara yang sangat menghargai hak-hak hukum warga sipilnya. Bahkan dalam konstitusi <strong><a class="zem_slink" title="Alien Tort Statute" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alien_Tort_Statute" rel="wikipedia">Alien Torts Claims Act</a> (ACTA) dibuat tahun 1789, Amerika Serikat memberikan hak kepada warga negara non Amerika untuk menggunakan konstitusi ACTA milik Amerika ini jika ia merasa hak-hak hukumnya dilanggar atau dilecehkan dan ia tidak mendapatkan keadilan di tempat lain ataupun negaranya sendiri. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini kondisinya tentu akan  menjadi lain jika perihal tuduhan pelecehan ini terjadi  di negara selain Amerika Serikat, dimana lembaga sekuat IMF maupun negara pemilik hak Veto seperti Prancis bisa mudah ikut campur mengintervensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Powerfulnya hukum Amerika Serikat membuat Strauss-Kahn tak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya dipaksa pasrah pada keadaan. Upaya untuk melakukan pembayaran jaminan (<em>b<strong>ail</strong></em>) yang dilakukan oleh pengacaranya juga tidak membuahkan hasil. Nasib professor bidang ekonomi lulusan <strong><em>Université de Paris </em></strong>ini akhirnya berujung di tahanan, sembari menunggu pemeriksaan dan sidang dengan kemungkinan ancaman tuntutan hingga 25 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal pada 2008 lalu, upaya bantuan “<strong><em>bail out</em></strong>” yang dilakukan oleh Strauss-Kahn melalui IMF untuk mempertahankan ekonomi Amerika menjadi tonggak sejarah penting selamatnya Amerika dari kebangkrutan jangka panjang yang disebabkan  oleh kredit macet hipotek perumahan yang jumlahnya ratusan milyar dollar. Amerika tak mengizinkan Strauss-Kahn melakukan “bail” walaupun Strauss-Kahn pernah membantu mem”bail-out” dan menyelamatkan ekonomi Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini Strauss-Kahn seakan bak tua bangka yang paling menderita. Ia kini menjadi pesakitan. Kasus dugaan asusila mengancamnya untuk menghabiskan masa tua di penjara.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat kedekatan antara Amerika dan Perancis, hubungan keduanya sudah berlangsung sejak lama. Kedua negara terlihat saling mendukung satu sama lain baik dalam sidang PBB maupun ketika penggunaan hak veto. Psrancis kerap mendukung kebijakan Amerika dalam segala hal. Kedua negara ini banyak memiliki kesamaan, dari kesamaan sistem ekonomi yang mengadopsi Kapitalisme, sama-sama mengadopsi Sekularisme dalam pengelolaan relasi agama dan negara dan juga merupakan negara utama tujuan para imigran.</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu, ketika J<strong>acques Chirac</strong> dan <strong>George W. Bush</strong> masih berkuasa, relasi antara Paris dan <a class="zem_slink" title="Washington, D.C." href="http://maps.google.com/maps?ll=38.8951111111,-77.0366666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=38.8951111111,-77.0366666667 (Washington%2C%20D.C.)&amp;t=h" rel="geolocation">Washington D.C</a> berjalan baik. Ini terbukti dari ikut terlibatnya Prancis mendukung Amerika dalam program invasi ke Afghanistan dan Irak. Kerjasama kedua negara besar ini juga berlanjut hingga era <a class="zem_slink" title="Nicolas Sarkozy" href="http://www.sarkozy.fr/home/" rel="homepage">Nicholas Sarkozy</a> dan Barrack Obama berkuasa. Prancis dan Amerika masih menjadi sahabat dekat yang yang memiliki kedekatan erat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedekatan kedua negara ini sedikit banyak memunculkan masalah tersendiri dalam situasi politik internal Perancis. Simpati masyarakat yang mulai menurun terhadap Sarkozy dan pemerintahannya  disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya ialah karena ikut sertanya Perancis dalam setiap program upaya militer yang dicetuskan oleh Amerika, sehingga menurut banyak kalangan, hal seperti ini pada akhirnya hanya akan merugikan Perancis dan semakin memperburuk perekonomian Perancis yang belakangan ini sedang mengalami resesi akibat dampak  krisis ekonomi 2008 yang belum pulih total.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hasil jajak pendapat terbaru yang diterbitkan pada Senin (11/4) oleh LPSOS  untuk majalah Prancis Le Point menunjukkan jika hanya 29 persen rakyat Perancis yang mendukung kinerja dan kebijakan Sarkozy, sementara 68 persen lainnya menilainya kurang baik dan tidak mendukung.</p>
<p style="text-align:justify;">Manurunnya popularitas Sarkozy dalam satu sisi tentu dapat membahayakan kepentingan Amerika Serikat. Menilai posisi Perancis amat penting bagi stabilitas politik dan ekonomi Amerika. Dalam hal ekonomi, Perancis memegang kendali penting di Uni Eropa yang bisa berdampak bagi pengendalian nilai mata uang Euro yang pada akhirnya dapat mengamankan nilai tukar dollar yang belakangan sedang terpuruk. Selain pengendalian atas Euro, peran Perancis bagi Amerika juga sebagai pendukung Amerika atas setiap Veto di PBB.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari penjabaran diatas dapat dilihat  bahwa adanya kemungkinan relasi antara kuatnya kepentingan Amerika terhadap Perancis yang diwakili oleh kedekatan Obama dengan Sarkozy pada akhirnya mewarnai sikap Amerika terhadap penangkapan Strauss-Kahn, sehingga dalam hal ini posisi Amerika cenderung tidak lunak kepada Strauss-Kahn yang notabene merupakan pimpinan lembaga moneter internasional yang pernah membantu perekonomian Amerika pada 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">Obama dan Sarkozy  memiliki kepentingan besar dalam kasus Strauss-Kahn kali ini. Jika dilihat dari sisi Obama, dengan adanya kasus yang menimpa Strauss-Kahn ini, sehingga kemungkinan Prancis pada tahun 2012 akan dikuasai Partai Sosialis yang merupakan partai oposisi sayap kiri  menjadi pupus, karena kandidat terkuat dari partai ini yaitu Strauss-Kahn sendiri kemungkinan sedang menjalani masa tahanan jika tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan padanya menurut juri terbukti benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Katidakhadiran Strauss-Kahn pada pemilu tahun 2012 memungkinkan untuk terpilihnya kembali Sarkozy sebagai Perdana Menteri Perancis untuk kedua kalinya. Dan hal ini tentu berdampak baik bagi Amerika, karena arah kebijakan Prancis dalam mendukung setiap kebijakan yang mereka hadirkan akan terus berlanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Sarkozy sendiri, kasus yang menimpa Strauss-Kahn tentunya akan membawa angin segar tersendiri. Karena dalam pemilu kedepan, banyak yang berpendapat jika calon lawan terkuatnya adalah Strauss-Kahn. Pun yang mengusung Strauss-Kahn adalah Partai Sosialis yang pada pemilu sebelumnya calon yang mereka usung menjadi lawan terkuat Sarkozy dan Partai republik pada pemilu tahun 2007 lalu. Jika nanti dalam pengadilan Strauss-Kahn terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual, tentu peluang Sarkozy untuk menjadi Perdana Menteri yang kedua kalinya  menjadi lebih mulus.</p>
<p style="text-align:justify;">Partai Sosialis tentu akan kewalahan untuk mencari pengganti Strauss-Kahn mengingat pemilu Prancis yang hanya tinggal satu tahun lagi. Butuh upaya kuat untuk menciptakan figur baru yang bisa menggantikan citra Strauss-Kahn yang sudah begitu kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya saja Strauss-Kahn tidak terkena kasus dugaan pelecehan seksual ini, bisa jadi kemungkinan besar ia akan menjadi Perdana Menteri yang akan menggantikan Sarkozy pada pemilu tahun depan. Toh dari <em>track record</em>, Strauss-Kahn memiliki runutan prestasi karir yang sangat gemilang dibandingkan Sarkozy. Walaupun sebelumnya Strauss-Kahn juga pernah diterpa beberapa kasus, tapi kasus-kasus yang dilayangkan padanya tidak pernah mampu untuk membuktikan bahwa dirinya bersalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun, seandainya saja Strauss-Kahn menang, Amerika Serikat tentu saja kemungkinan besar akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintahan baru Perancis. Jika Strauss-Kahn menang, maka upaya jalinan relasi kepentingan yang sudah bertahun-tahun terjalin antara Amerika dan Perancis belum tentu akan berlanjut. Hal ini didasari oleh haluan politik partai yang menaungi Strauss-Kahn, yaitu Partai Sosialis Prancis merupakan partai berhaluan sayap kiri, yang dalam pemerintahan Sarkozy menjadi oposisi dan kerap menjadi penentang dari setiap kebijakan pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Katakanlah kalaupun Amerika Serikat melakukan pendekatan lobi ala Yahudi dengan Strauss-Kahn yang juga merupakan atnis keturunan Yahudi, hal itu juga belum tentu membuahkan hasil. Karena lobi ala Yahudi di Amerika dan Eropa maupun Perancis itu jauh berbeda. Perancis adalah negara dengan ragam etnic terbanyak di Eropa, dan juga memiliki banyak partai politik, tak seperti di Amerika yang siklus politik hanya dikuasai oleh dua partai, yaitu Partai Demokrat dan Republik. Pendekatan lobi ala Yahudi tentu akan sulit mengingat keragaman yang dimiliki Perancis.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun, dalam basis sejarah kehidupan Strauss-Kahn, pada masa mudanya ia adalah seorang yang haluan politiknya cenderung Komunis dan dalam karir politiknya terlibat aktif di Partai Sosialis. Walaupun citra sebagai seorang Direktur Pelaksana IMF cenderung kapitalistik, tapi ketika berbicara mengenai Prancis tentu tak bisa dilakukan pendekatan  seperti itu, karena di Prancis Strauss-Kahn adalah figur tokoh Partai Sosialis yang kuat dan dominan. Pengaruh Sosialisme Strauss-Kahn terlihat ketika ia turut membantu proses bail out melalui lembaga moneter yang dipimpinnya. Secara esensi, praktik bail out adalah perilaku sistem ekonomi Sosialisme yang biasanya dilakukan oleh negara untuk mengamankan sistem ekonomi, termasuk memberi bantuan dan dana talangan bagi perusahaan swasta non pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Strauss-Kahn menang pada pemilu 2012, tentu Amerika akan mengalami kerugian besar. Kemungkinan besar mereka akan kehilangan pendukung setianya. Amerika akan kehilangan sekutu dalam mendukung kebijakan invasi ke Afghanistan, Irak ataupun negara lainnya, hilangnya pendukung veto di PBB dan juga hilangnya penentu arah pengendalian Euro untuk mengamankan perekonomian Amerika Serikat. Kehadiran Euro dan kuatnya nilai tukar belakangan ini telah membuat ekonomi Amerika dan stabilitas dollar menjadi terancam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedepannya, kita tunggu saja bagaimana kisah kelanjutan kasus yang dialami oleh Strauss-Kahn, apakah juri nantinya akan memutusnya bersalah atau tidak.</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><img class="alignleft" src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/228344_223996944278295_100000039735976_1015723_2165236_a.jpg" alt="" width="180" height="223" /></div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Strauss-Kahn  akan menerima banyak kesulitan dalam menghadapi kasus ini. Pengadilan  Amerika sangat mungkin menyudutkan Strauss-Kahn. Hal ini disebabkan karena sistem peradilan Amerika yang menggunakan sistem juri, dan kasus yang ia alami merupakan kasus sensitif yang bisa saja mempengaruhi emosi para juri dalam membuat keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan sistem peradilan juri di Amerika, perilaku tindak asusila berupa pelecehan seksual merupakan kasus yang begitu sensitif, apalagi bagi kalangan juri yang merupakan elemen masyarakat sipil. Pun sebelumnya Strauss-Kahn juga pernah diisukan terkena kasus yang sama sebelumnya, walaupun ia diputuskan tidak bersalah. Hal lainnya yang memberatkannya ialah bahwa Strauss-Kahn  adalah warga negara Prancis dan bukannya Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Patung Liberty, hadiah 100 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pemberian rakyat Prancis yang ada di kota New York tak akan bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Strauss-Kahn, walaupun New York adalah simbolisasi Paris-nya Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Strauss-Kahn menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Paris Prancis, tempat kelahirannya. Dan bisa jadi kedepannya jika tuduhan ini terbukti benar, maka ia akan menghabiskan sebagian lagi sisa hidupnya di Paris-nya Amerika yaitu New York. Paris dan New York memiliki patung Liberty yang sama, dan kini memiliki Strauss-Kahn yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>La France a plus besoin de moi que j&#8217;ai besoin de la France._</strong></p>
<p style="text-align:justify;">__________________________________________________</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>POSS Unsyiah, Mei 19. Tanpa kantuk dan cafein mabuk.</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/diary/'>Diary</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/banda-aceh/'>banda aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/dominique-strauss-kahn/'>Dominique Strauss-Kahn</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/george-w-bush/'>George W. Bush</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/international-monetary-fund/'>International Monetary Fund</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/michael-bloomberg/'>Michael Bloomberg</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/new-york/'>New York</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/nicolas-sarkozy/'>Nicolas Sarkozy</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/united-states/'>United States</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/visit-banda-aceh/'>Visit Banda Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/washington-d-c/'>Washington D.C.</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1411&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/19/strauss-kahn-perancis-sex-dan-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/straus-kan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">straus kan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/228344_223996944278295_100000039735976_1015723_2165236_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pembatikan&#8221; Indonesia.</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/14/pembatikan-indonesia/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/14/pembatikan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 09:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[aceh blogger]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerawang]]></category>
		<category><![CDATA[Languages]]></category>
		<category><![CDATA[Motif Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Tenunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1404</guid>
		<description><![CDATA[Acara Expo Aceh Fair sudah enam hari berlangsung. Expo yang berlangsung di lapangan Blang Padang Banda Aceh ini merupakan ajang pameran dan promosi produk-produk kerajinan, jasa andalan daerah, program sosial perusahaan swasta, BUMN, juga Instansi pemerintahan. Setelah lima hari berlangsung, sore kemarin saya baru sempat berkunjung ke arena expo Aceh Fair. Saya berkunjung kesana bersama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1404&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1405" class="wp-caption alignleft" style="width: 241px"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/indonesia_culture_by_widjana.jpg"><img class="size-full wp-image-1405   " title="Aceh" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/indonesia_culture_by_widjana.jpg?w=510" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Culture?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Acara Expo <a class="zem_slink" title="Aceh" href="http://maps.google.com/maps?ll=5.55,95.3166666667&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=5.55,95.3166666667 (Aceh)&amp;t=h" rel="geolocation">Aceh</a> Fair sudah enam hari berlangsung. Expo yang berlangsung di lapangan Blang Padang <a class="zem_slink" title="Banda Aceh" href="http://www.lonelyplanet.com/indonesia/sumatra/banda-aceh" rel="lonelyplanet">Banda Aceh</a> ini merupakan ajang pameran dan promosi produk-produk kerajinan, jasa andalan <a class="zem_slink" title="Daerah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Daerah" rel="wikipedia">daerah</a>, program sosial perusahaan swasta, BUMN, juga Instansi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah lima hari berlangsung, sore kemarin saya baru sempat berkunjung ke arena expo Aceh Fair. Saya berkunjung kesana bersama seorang teman. Sesampainya disana, kumpulan masa sudah sangat ramai memenuhi dua tenda raksasa yang menampung puluhan stand. Saya dan teman berkeliling melihat-lihat stand yang ada di arena expo itu, dari stand instansi pemerintahan provinsi, perusahaan dan stand milik pemerintahan kabupaten/kota.</p>
<p style="text-align:justify;">Jumlah pengunjung yang begitu ramai menyulitkan saya dan pengunjung lainnya untuk menikmati tampilan produk dan layanan yang dipamerkan oleh tiap stand. Di saat mengelilingi stand itu, saya banyak melihat stand milik umkm ataupun lembaga binaan instansi pemerintah yang menjual produk textile, kebanyakan adalah kain bermotif <a class="zem_slink" title="Batik" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Batik" rel="wikipedia">batik</a>. Di box penjelasan tertera jika kain-kain itu ialah kain batik khas Aceh, ada unsur motif keacehan disitu, misalkan seperti motif Pintu Aceh, Pucok Reubong, Bungong Jeumpa dan Cakra Donya.<span id="more-1404"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Stand yang menampilkan produk batik ialah stand seperti milik Dharma Wanita, Dekranas  , Deperindag dan umkm. Puluhan lembaran batik dipamerkan di etalase dan  juga manequin. Puas mengelilingi stand binaan instansi pemerintahan, lalu saya memilih berkeliling ke stand milik kabupaten dan kota. Tidak semua kabupaten/kota di Aceh ikut hadir memeriahkan expo Aceh Fair ini, hanya sebagian dari total 18 kabupaten dan 5 kota yang ada di Aceh ikut memeriahkan expo ini. Setiap stand kabupaten/kota menghadirkan keunggulan dan keunikan tersendiri yang mereka  miliki. Dari bentuk kerajinan tangan, tenunan, cendera mata dan profil objek-objek wisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang menarik perhatian saya adalah stand salah satu kabupaten dari daerah kawasan Gayo. Stand kabupaten itu berbeda dengan stand lainnya. Stand mereka begitu unik dan memiliki ciri khas. Didominasi oleh motif karawang/kerawang yang rata-rata bercirikan warna latar hitam dengan jahitan motif menyerupai bentuk geometri. Jahitan dan bordirannya  didominasi warna merah, hijau dan kuning.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada seorang bapak-bapak berumur 50-an tahun yang menjaga stand itu. Saya bertanya ke beliau beberapa hal tentang motif itu. Saya bertanya, apakah motif karawang/kerawang antara Gayo Lues dan Gayo Takengon dan Gayo Alas itu sama, dan si bapak menjawab bahwa motif dari kerawang yang ada di tiga daerah Gayo itu sebenarnya sama, cuma ada perbedaan sedikit saja. Lalu ketika saya bertanya ke si bapak dari mana asalnya motif itu, si bapak mengatakan kepada saya, jika saya ingin mengetahui tentang asal usul motif kerawang, nanti di bulan Juli akan diadakan seminar bedah motif dan nanti akan ada pemberitahuannya  secara umum sehingga saya bisa secara jelas tahu dari mana asal usul motif ini berasal dan apa saja filosofi yang ada dibaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu contoh motif kerawang ini adalah seperti corak motif yang ada pada pakaian penari Saman.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mengakhiri pembicaraan dengan si bapak dan melangkahkan kaki ke stand kabupaten lain. Satu persatu stand kabupaten saya datangi dan lewati. Bisa dikatakan semua properti yang ditampilkan cukup tidak menggugah rasa ingin tahu saya dan para pengunjung lainnya untuk menikmati sejenak tampilan keunikan hal hal yang mereka hadirkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai mengunjungi stand, saya dan sang teman berkeliling mengitari pinggiran arena expo. Dan hadirlah rupa-rupa bentuk pasar rakyat yang sesungguhnya. Berbagai macam jenis barang dijajakan di pinggiran arena pameran. Dari sendal jepit hingga jam tangan, dari makanan hingga pakaian dalam. Di pinggiran arena pameran itu, jumlah orang yang lalu lalang sama banyaknya dengan yang ada dalam arena expo pameran. Pedagang pakaian juga banyak disitu, dan hampir semuanya menjual pakaian bermotif sama, yaitu batik. Batik dari ukuran balita hingga tua.</p>
<p style="text-align:justify;">_______________________</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, popularitas batik sepertinya sedang pada masa puncak-puncaknya. Diklaimnya batik oleh pihak Malaysia, lalu  diakuinya batik oleh <a class="zem_slink" title="UNESCO" href="http://maps.google.com/maps?ll=48.85,2.306&amp;spn=0.01,0.01&amp;q=48.85,2.306 (UNESCO)&amp;t=h" rel="geolocation">UNESCO</a> sebagai warisan budaya dunia asli <a class="zem_slink" title="Indonesia" href="http://www.lonelyplanet.com/indonesia" rel="lonelyplanet">Indonesia</a>. Pada akhirnya  melahirkan euforia tersendiri dalam dunia batik itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ada orang luar Aceh yang nantinya berkunjung ke Banda Aceh dan menyempatkan diri datang ke arena PKA (Pekan Kebudayaan Aceh), mungkin mereka akan tercengang ketika melihat fenomena yang ada di tempat itu. Di arena tempat eksebisi terbesar kebudayaan Aceh yang diselenggarakan tiap lima tahun sekali itu, kini hanya ada satu bentuk klinik sentra kerajinan yang ada di sana, dan itu adalah sentra kerajinan kain batik. Dan menurut para pekerja dan pengelolanya adalah sentra batik khas Aceh. Sentra produksi batik ini dikembangkan oleh Dekranasda Aceh dan diketuai oleh istri kepala daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu tak hanya di Banda Aceh saja, di daerah lain misalnya, seperti di Kabupaten Aceh Utara, pihak Dekranaskab juga serius mengembangkan  batik motif Aceh. Dan kini, produk batik Aceh telah menjadi komoditas utama andalan mereka. Batik yang mereka produksi bahkan mengalahkan keunggulan dari produk kerajinan lainnya yang notabene merupakan produk asli Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, pihak Dekranas, Dharma Wanita dan UMKM kecil binaan pemerintah cenderung menjadikan batik sebagai komoditas kerajinan utama andalan daerah dan cenderung mengenyampingkan produk budaya asli khas daerah mereka. Tentu hal ini tidak hanya terjadi di Aceh, tapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia lainnya. Karena kini, setiap daerah juga mengklaim memiliki motif batik khas daerah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, euforia akan batik terjadi dimana-mana. Seperti halnya dalam keseharian yang saya jalani. Saat ini saya kuliah di dua jurusan yang berbeda dalam satu kampus yang sama. Di jurusan pertama, jumlah satu angkatannya sebanyak 60-an orang, dan untuk leting satu angkatan itu, kami memiliki pakaian seragam angkatan dan itu merupakan pakaian berjenis batik. Pakaian itu akan kami gunakan ketika memenuhi undangan acara tertentu. Misalnya pernikahan teman, acara wisuda dan bentuk seremonial lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di salah satu jurusan lain tempat saya kuliah juga begitu. Beberapa orang teman membuat inisiatif agar kelas kami ketika setiap perkuliahan di hari jumat, kami sekelas dianjurkan untuk menggunakan pakaian batik. Saya tidak tahu alasan apa yang mendasarinya, mungkin ini hanya untuk pembeda. Saya tidak mengikuti inisiatif ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Seminggu yang lalu, beberapa teman saya mengeluh di akun jejaring sosial mereka. Mereka mengeluh karena untuk menghadiri acara dies natalis fakultas mereka (Fakultas Kedokteran), maka setiap mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian batik. Beberapa teman saya yang tidak memiliki pakaian batik, dengan terpaksa harus mengeluarkan dana untuk membeli pakaian batik. Jika tidak, maka mereka tidak bisa menghadiri acara dies natalis itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini sekelumit hal tentang batik yang ada di sekeliling saya. Jika dilihat, selain dari efek kebanggaan  terhadap disahkannya batik menjadi warisan budaya dunia asli Indonesia oleh UNESCO. Sebenarnya, penyebaran besar-besaran terhadap penggunaan batik juga disebabkan oleh adanya klaim Malaysia terhadap batik beberapa tahun yang lalu. Malaysia mengklaim batik adalah produk asli mereka, sehingga klaim ini melahirkan kemarahan massa di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Publikasi media masa Indonesia yang begitu kuat berkenaan dengan klaim Malaysia itu, pada akhirnya melahirkan perasaan “memiliki” terhadap batik yang begitu tinggi pada masyarakat Indonesia. Saat itu batik telah menjadi sarana pemersatu masyarakat dalam melawan klaim sepihak Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">Klaim Malaysia ini pada akhirnya berdampak baik bagi perkembangan batik itu sendiri, sehingga melahirkan gerakan masyarakat sadar batik dimana mana. Pasca klaim Malaysia tersebut, kampanye penggunaan batik di Indonesia mulai digalakkan secara massif. Banyak kantor yang sebelumnya tidak mewajibkan karyawannya menggunakan batik pada akhirnya mewajibkan pekerjanya menggunakan batik dalam kegiatan aktiitas kerja sehari-hari. Mereka menyebut ini sebagai bagian dari kepedulian akan nasionalisme dan identitas kebangsaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya saya menganggap penggunaan batik adalah sebagai hal yang biasa. Bagi saya batik hanyalah bentuk dari motif pakaian biasa. Tapi, kini ketika batik memenuhi pameran  kerajinan yang ada di daerah saya, menjadi satu-satunya produk yang dikembangkan di arena pekan kebudayaan daerah saya, menguasai dan menggeser produk kreasi seni tenun asli daerah saya, maka tentulah kini saya harus melihat batik dalam perspektif lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, ada sesuatu yang salah disini. Pemerintah seperti melakukan pemaksaan terhadap suatu produk budaya. Pemerintah secara sadar mencoba melakukan “pembatikan” Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">________________________</p>
<p style="text-align:justify;">Bunda saya adalah seorang ibu rumah tangga dan hobi beliau adalah menjahit. Di lemari beliau ada beberapa jenis koleksi kain tenunan, dari Songket, Kerawang, Ulos dan juga batik. Dulu saat saya masih kecil, ketika bunda saya merapikan lemari beliau, kadang -kadang saya ikut memperhatikannya. Sambil bertanya yang beliau pegang itu jenis kain apa? kapan dibeli? dan siapa yang membeli?</p>
<p style="text-align:justify;">Bunda saya dengan senang hati akan menjawab, biasanya bunda saya akan menjawab jika kain itu dibeli saat saya belum lahir ataupun saat saya masih kecil. Dan biasanya saya akan meminta satu dari puluhan kain itu untuk saya kenakan. Saya senang melihat motif kain Ulos, ataupun Songket koleksi bunda saya. Kainnya indah, warna dan tenunanya begitu apik dan rapi, tidak seperti kain batik yang menurut saya sangat biasa. Ulos maupun Songket yang dimiliki oleh bunda saya adalah produk tenunan tradisional, kainnya dipintal dari bahan baku benang dengan menggunakan alat pemintal tradisional dan dalam  pembuatannya memakan waktu berbulan bulan hanya untuk menyelesaikan selembar kain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada unsur seni, keuletan, ketekunan dan kedalaman nilai budaya disitu.</p>
<p style="text-align:justify;">_______________________</p>
<p style="text-align:justify;">Saya adalah orang Aceh, yang ketika saya besar, konflik bersenjata sedang berada pada masa puncanya. Ketika saya SD, beberapa teman saya bercerita kenapa nama belakang dari nama mereka memakai nama agak ke jawa-jawaan. Contohnya seperti nama Rudy Novrianto dan Dedi Harianto. Mereka berdua adalah keturunan Aceh tulen. Mereka bercerita jika kenapa nama mereka menggunakan nama yang agak ke jawa-jawaan karena menurut kakek  dan orang tua mereka, orang-orang yang menggunakan nama yang ada unsur jawanya nantinya akan dimudahkan mendapatkan pekerjaan ketika kelak mencari kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya SMP, saya memiliki seorang teman Cina yang bernama Wilianto, nasipnya sama dengan WNI keturunan lainnya yang harus menanggalkan nama Cina mereka dan mengunakan nama pribumi yang agak men-jawa untuk nama mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, “pembatikan” Indonesia dan “jawanisasi” nama merupakan “pemaksaan” yang dilakukan oleh institusi pemerintahan. Pemerintah melakukan penyeragaman dengan mematikan keragaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang saya terpikir, apakah ini semua terjadi karena lima dari enam presiden Indonesia adalah orang Jawa?</p>
<p style="text-align:justify;">Dulunya saya berpikir jika bentuk penyeragaman seperti ini seperti halnya yang dialami oleh teman SD dan SMP saya itu tidak akan ada lagi ketika rezim Soeharto tidak berkuasa lagi. Karena pada masa pemerintahan Soeharto, pola pemerintahannya memang sentralistik. Semuanya diatur seperti arahan garis komando yang terpusat. Tapi kini, setelah era reformasi lahir, adanya otonomi daerah dan perkembangan globalisasi . Rupanya pemikiran-pemikiran penyeragaman seperti itu juga masih ada, walaupun dalam bentuk yang berbeda, contohnya saja “pembatikan” Indonesia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir, pemerintah berdiri pada posisi tidak adil disini. Mereka berat sebelah dalam mempopulerkan dan mengadopsi suatu identitas kebudayaan. Pemerintah menyerukan institusi dalam lingkup mereka untuk menggunakan batik, menyerukan kepada sekolah-sekolah, kampus-kampus dan sebagainya. Tapi, pemerintah menutup mata dari kekayaan keragaman lainnya yang juga memiliki akar budaya begitu kuat dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, seni tenun indonesia yang memiliki kualitas paling rendah adalah batik (maaf), karena batik hanya merupakan seni motif corak warna dan bukannya kesatuan tenunan yang utuh. Tidak seperti kain tenun lainnya yang ada di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi maupun daerah Nusa Tenggara.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang saya berfikir apakah ini semua adalah bentuk dari sisa-sisa “Jawanisasi” Indonesia? Sama seperti halnya yang dilakukan oleh Soeharto terdahulu. Sama seperti yang terjadi pada pengangkatan Kartini sebagai icon perlawanan perempuan Indonesia yang patut dijadikan panutan. Bisa jadi, Ini jelas-jelas bentuk dari “Jawanisasi”.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah seharusnya adil dalam hal kebudayaan, tidak berat sebelah, tidak melakukan peyeragaman dan mematikan keseragaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika pemerintah kita  masih memiliki pola pikir seperti ini, dapat kita bayangkan kedepannya apa yang akan terjadi. Mungkin kedepannya anak-anak Aceh beberapa tahun kedepan tidak tahu lagi bentuk motif Kerawang itu seperti apa, anak anak Medan tidak tahu lagi bentuk Ulos, anak-anak Melayu tidak kenal lagi mana yang namanya Songket. Tapi yang mereka kenal nantinya hanyalah batik, batik dan batik. Bagian budaya Jawa yang dipaksakan menjadi identitas yang harus mereka kenakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang paling menyedihkan, kini pun, sebagian batik yang dikenakan oleh kita masyarakat Indonsia ini, yang katanya pemilik sah nama batik adalah produk batik buatan Cina. Pemaksaan keseragaman yang dilakukan oleh pemerintah pada awalnya melahirkan histeria kebanggaan tersendiri, tapi lambat laun melahirkan masalah baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini pedagang batik asli jawa kewalahan menghadapi serbuan produk batik buatan cina yang secara harga jauh lebih murah. Dan kini juga, para pedagang tenunan tradisional Indonesia juga kewalahan karena tenunan mereka menjadi kurang laku dikarenakan dominannya publikasi terhadap batik. Dan yang lebih menyedihkan adalah, bahwa batik yang menggeser penjualan tenunan khas daerah mereka bukanlah batik asli buatan Indonesia, melainkan batik Cina.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya heran, di era zaman yang sudah maju begini, disaat semua negara mencoba mengumpulkan identitas kebudayaan dan secara bersamaan dikembangkan, tapi kita di Indonesia malah cenderung berusaha mematikan bentuk-bentuk kebudayaan itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Globalisasi budaya, mengharuskan tiap negara untuk mampu bertahan dengan cara melahirkan berbagai macam bentuk keragaman baru, dan bukannya bentuk keseragaman baru. Ini contohnya yang dilakukan oleh Malaysia. Malaysia secara serius melakukan pendataan dan penciptaan terhadap produk budaya baru, salah satunya juga dengan mengklaim beberapa budaya milik Indonesia untuk menjadi budaya mereka. Malaysia tahu, kedepannya, negara yang akan bertahan dalam era globalisasi adalah negara yang memiliki identitas budaya yang paling beragam dan paling kuat. Keragaman adalah kunci untuk menarik kunjungan wisatawan di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya di Indonesia maupun Aceh, nantinya kita bisa bayangkan ketika gelombang globalisasi mendatangi indonesia, dan para turis secara massif mendatangi setiap daerah secara bebas, ketika mereka mendatangi gerai-gerai kerajinan produk daerah, dan disetiap gerai yang mereka temui semuanya menghadirkan sesuatu yang sama, semua daerah memamerkan batik khas daerah mereka. Bisa dibayangkan, betapa keragaman yang kita miliki saat ini nantinya akan mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah tidak perlu membatikkan Indonesia untuk melahirkan nasionalisme dan kecintaan terhadap negara. “Pembatikan” Ini sama halnya dengan “Jawanisasi” Indonesia. Kami orang Aceh, sudah sering menikmati kepahitan hasil pemaksaan ide “jawanisasi” yang menyedihkan. Penipuan sana sini oleh pemimpin pertama Indonesia, operasi militer pleh Soeharto, pengambil alihan sumberdaya alam, semuanya itu cenderung menindas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah harusnya lebih terbuka dan adil dalam budaya. Bagi saya, Cut Nyak Dhien dan Laksamana Malahayati jauh lebih hebat dari Kartini, yang membuat kartini hebat hanya karena ia seorang Jawa. Jika kita ke kuburan Belanda (Kherkhoff) yang ada di Banda Aceh, ataupun membaca sejarah dengan sumber data yang minus manipulasi . Maka kita akan ketahui jika dulunya para marsose Belanda adalah para pribumi yang dikirim dari Jawa untuk memerangi Aceh. Banyak nama-nama marsose yang merupakan nama jawa yang ada di dinding kuburan belanda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dulu pada masa pra kemerdekaan marsose dari jawa menyerbu Aceh, lalu pada masa awal kemerdekaan terjadinya penipuan-penipuan terhadap orang Aceh oleh semangat “jawanisasi” ala Soekarno, lalu dilanjutkan oleh  diskriminasi ala Soeharo. Kini, selayaknya, pola-pola pemaksaan seperti itu hendaknya tidak terulang kembali. Biarkanlah kami orang Aceh menikmati kekayaan budaya tenunan kami tanpa ada pemaksaan dari bentuk budaya lain. Biarkanlah arena PKA kami dipenuhi oleh sentra kerajinan seni dan tenunan tradisional asli Aceh. Biarkanlah semua daerah menjadi bangga dengan identitas yang mereka semat sejak lama tanpa ada kudeta budaya dari seni kain batik Jawa.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/diary/'>Diary</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh-blogger/'>aceh blogger</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/banda-aceh/'>banda aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/batik/'>Batik</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/karawang/'>Karawang</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/kerawang/'>Kerawang</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/languages/'>Languages</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/motif-karawang/'>Motif Karawang</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/tenunan/'>Tenunan</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/ulos/'>Ulos</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1404&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/14/pembatikan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/indonesia_culture_by_widjana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya data di Backup!</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/14/pentingnya-data-di-backup/</link>
		<comments>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/14/pentingnya-data-di-backup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 08:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muda Bentara !</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Discuss]]></category>
		<category><![CDATA[Prime]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[Visit Banda Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=1395</guid>
		<description><![CDATA[Puluhan file note tulisan saya di akun facebook hilang. Ini bermula ketika beberapa hari yang lalu saya menonaktifkan akun facebook untuk sementara waktu. Lalu, ketika akun facebook itu saya aktifkan kembali, sepintas akun facebook saya itu kembali seperti sedia kala, seperti  halnya saat sebelum saya nonaktifkan. Di petunjuk notifikasi, ada beberapa notifikasi yang masuk, semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1395&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/data-recovery-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1396" title="data recovery " src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/data-recovery-2.jpg?w=243&#038;h=173" alt="" width="243" height="173" /></a>Puluhan file note tulisan saya di akun facebook hilang. Ini bermula ketika beberapa hari yang lalu saya menonaktifkan akun facebook untuk sementara waktu. Lalu, ketika akun facebook itu saya aktifkan kembali, sepintas akun facebook saya itu kembali seperti sedia kala, seperti  halnya saat sebelum saya nonaktifkan. Di petunjuk notifikasi, ada beberapa notifikasi yang masuk, semua fitur dan game yang saya gunakan masih bisa digunakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah muncul ketika saya mencoba meng-update sebuah postingan di note facebook. Ketika halaman note saya buka, saya tidak melihat satupun daftar note-note yang pernah saya tulis. Dari 70-an note dan puluhan draft tulisan yang saya posting, tidak ada satupun tulisan yang bersisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memilih menunggu untuk beberapa waktu, tujuannya yaitu untuk menunggu “pemulihan” akun facebook yang sebelumnya saya nonaktifkan, karena biasanya beberapa fitur ketika facebook dinonaktifkan, maka otorisasi atas fitur itu akan hilang beberapa saat ataupun terhapuskan. Tapi yang aneh, kejadian hilangnya puluhan note baru kali ini saya alami. Pun dalam penjelasan halaman nonaktif facebook, ketika akun facebook dinonaktifkan, maka otorisasi yang hilang hanya otorisasi atas pengendalian halaman ”page”, dan bukannya note.<span id="more-1395"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hilangnya puluhan note ini membuat saya begitu kesal. Betapa tidak, dari puluhan note itu, hanya sebagian kecil yang backupnya saya miliki, baik dalam bentuk file tulisan di pc maupun mcbook saya. Selebihnya, puluhan note lainnya  saya tidak memiliki backupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini menjadi pengalaman penting bagi saya, betapa keamanan pengelolaan data sebuah akun sosial media itu tak setangguh seperti apa yang kita bayangkan. Espektasi saya terhadap  kecakapan pengelolaan dan backup data sistem server facebook akhirnya sirna. Sebenarnya, facebook telah menyediakan layanan download file facebook untuk setiap akun pengguna. Saya pernah mendownload file akun facebook saya lima bulan yang lalau, tapi hasil download file yang disediakan oleh facebook tidaklah slengkap apa yang diharapkan oleh semua orang. File yang bisa di download hanya sebagian file dan tidak semuanya. Sehingga mengandalkan solusi download file facebook sebagai solusi backup data juga tidak maksimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini note saya hanya berisi satu postingan note, dan itu adalah note terbaru yang saya posting beberapa hari lalu. Sedangkan puluhan yang lain telah hilang. Memang, saya bisa mem-posting ulang note yang sebelumnya sudah saya download melalaui link fasilitas download facebook, tapi tentu saja hal itu tidak maksimal. Tulisan note-note itu dulunya saya posting biasanya disesuaikan dengan waktu dan kejadian yang berkembang pada waktu itu, pun setiap note memiliki ranah diskusi sendiri yang dikomentari dan dikritisi oleh teman-teman yang membacanya. Kalaupun note-note itu saya posting ulang, tentu akan menghilangkan esensi diskusi yang hadir dari note sebelumnya yang telah hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya ketika membuat note di facebook, saya jarang membuat backup, kecuali note yang saya post sebelumnya di blog dan selanjutnya di post di note facebook, jika note seperti itu tentu ada pertinggalya di blog.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan saya menggunakan akun blog di wordpress.com, beberapa bulan lalu ketika hosting wordpress.com di serang oleh hacker Cina, saya dan beberapa teman pengguna blog di wordpress.com tidak bisa mengakses akun wordpress selama beberapa hari. Saat itu yang menjadi ketakutan saya adalah bagaimana jika hosting wordpress.com nantinya benar-benar down ataupun mati sehingga saya tidak bisa menggunakan fasilitas blog disitu lagi. Lalu, dua hari setelah kejadian down-nya server wordpress itu, akun wordpress saya dan pengguna lainnya akhirnya bisa di akses. Hal yang saya lakukan setelah itu adalah menbackup data tulisan file blog saya. Saya menggunakan fasilitas aplikasi HttTrack, aplikasi yang bisa digunakan untuk mendonwload file blog secara keseluruhan, sehingga bisa dibaca secara offline sebagai website yang utuh tanpa menggunakan koneksi internet.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/didyoubackup.jpg"><img class="size-full wp-image-1397 aligncenter" title="didyoubackup" src="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/didyoubackup.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk menbackup file tulisan yang ada di dunia maya selain dengan menggunakan solusi download file facebook. Salah satunya adalah dengan cara men-sincronize antara akun blog dan akun facebook, sehingga katika akun blog diupdate dengan postingan baru, maka secara otomatis juga akan ter-update di facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini banyak dilakukan oleh teman-teman saya yang masih sering mem-posting tulisan mereka di blog. Akan tetapi, karena saya menggunakan note facebook untuk memposting tulisan yang sifatnya tidak seserius di blog, sehingga tidak semua tulisan yang ingin saya tulis akan saya posting di blog. Hal ini menyebabkan tidak adanya pertinggal dari beberapa tulisan yang saya update di facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini adalah masalah sederhana karena yang hilang hanya berupa note facebook, tapi jika terjadi pada file lain yang lebih penting?</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika seorang dosen saya pernah bercerita jika ada temannya yang akhirnya terkena depresi akibat komputer yang menjadi tempat penyimpanan hasil penelitian disertasinya terserang virus sehingga semua datanya hilang tak bisa diselamatkan. Ia depresi karena tidak memiliki backup pertinggal file disertasinya, sehingga hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun lalu, dalam sebuah presentasi pelatihan fotografi di <a class="zem_slink" title="Banda Aceh" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Banda_Aceh" rel="wikipedia">Banda Aceh</a>, seorang fotografer menceritakan pengalamannya ketika kehilangan data foto-foto sebanyak lebih dari 6 GB . Ini terjadi karena notebook yang ia gunakan terserang virus yang membuat sistem operasinya crash dan terpaksa harus diinstall ulang. Belajar dari hal itu, kini ia membagi setiap file yang ia miliki dalam beberapa bentuk backup, baik dalam harddisk maupun kepingan DVD, sehingga ketika noteboknya rusak lagi, maka ia masih memiliki backup foto-foto sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu cerita pengalaman teman dosen dan fotografer itu berbeda dengan apa yang saya alami saat ini. Yang saya alami adalah hilangnya file yang disebabkan oleh kelemahan sistem pengamanan file yang dimiliki oleh facebook dan bukannya oleh penyebab virus ataupun rusaknya peralatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu ini menjadi pelajaran berharga, agar kedepannya setiap file yang ditulis atau apapun itu hendaknya di backup secara baik dengan tidak membiarkannya tersimpan hanya pada satu tempat media penyimpanan. Bagi saya, sang teman dosen ataupun fotografer yang sudah merasakan bagaimana rasanya kehilangan kumpulan file, tentu ini akan menjadi pelajaran berharga, agar kedepan bisa lebih hati-hati lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak solusi yang bisa digunakan untuk menghindari hal ini, misalnya tidak hanya menggunakan komputer sebagai media penyimpan file. Lakukanlah penyimpanan file di beberapa media penyimpanan baik offline maupun online, sehingga ketika suatu media penyimpanan mengalami masalah ataupun rusak, maka akan ada backup dari media penyimpanan lain, sehingga masalah kehilangan file tidak akan terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dalam pengunaan fasilitas akun dunia maya, hendaknya setiap file yang ditulis atau dibuat, dipecah dan dipublikasikan dalam beberapa akun. Ataupun dengan melakukan  singkronisasi antara setiap akun yang saling terkait. Solusi yang paling baik adalah, dengan menggunakan aplikasi download website, sehingga semua file yang ditulis bisa dibaca secara offline.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua metode cara backup file sebenarnya dilakukan untuk melindungi setiap karya yang kita miliki, sesederhana apapun itu. Sehingga, setiap file yang ditulis akan menjadi rekaman kehidupan yang kedepannya bisa menjadi suatu hal yang bisa dipelajari kembali di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">_______________________.</p>
<p style="text-align:justify;">10 Mei-Kantin FISIP/POSS.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/discuss/'>Discuss</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/category/prime/'>Prime</a> Tagged: <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/banda-aceh/'>banda aceh</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/data/'>data</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/personal/'>personal</a>, <a href='http://mudabentara.wordpress.com/tag/visit-banda-aceh/'>Visit Banda Aceh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mudabentara.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mudabentara.wordpress.com/1395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mudabentara.wordpress.com&amp;blog=3171409&amp;post=1395&amp;subd=mudabentara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mudabentara.wordpress.com/2011/05/14/pentingnya-data-di-backup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af3c54acbde17b579386d188227aa659?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muda Bentara !</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/data-recovery-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">data recovery </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudabentara.files.wordpress.com/2011/05/didyoubackup.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">didyoubackup</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
