Don…
Dimana kau kini? Sudah lama kita tak jumpa, rindu juga. Don, masihkah kau tinggal di Spanyol? Aku punya cita-cita tuk mengunjugi tanahmu Barcelona, kenalkan aku dengan Pablo, aku ingin bertanya banyak padanya tentang bikini.
Sudah lama aku ingin ke tempatmu Don, namamu masih Antonio Gracia kan? Aku dengar dari Jensen kini kau sibuk kesana kemari berlalu lalang ria, Barcelona-Sevilla, Bogotta-Buenos airess-Illinois, apakah kau masih menekuni bisnis itu?
Apa kabar dengan kartel bisnismu kini? Masihkah kau dikejar tentara bayaran Jimmy Carter? Apakah setoranmu tak cukup? Don, aku juga rindu dengan serbuk putihmu itu, bunganya indah, aku suka, tapi jagan berikan aku marijuana Don, karena ditempatku rasanya lebih enak, ditempatku kualitasnya nomer satu, banyak manusia pucat Amsterdam memajangnya di outlet resmi mereka, di Amsterdam sana.
Jika kau nanti sempat kesini, akan kujamu dirimu dengn gulai marijuana, biar kau tahu, sensasinya mengalahkan kenikmatan anggur burgundy yang paling lama.
Don, jangan lupa itu don, kenalkan aku pada mahakarya Pablo, Picasso, aku penasaran dengan seni lukisan bikininya itu, bawa aku ke galerinya, kalau kau bijak, belikan aku satu koleksinya, uangku tak cukup don, harganya jutaan dolar, bukankah kita teman baik?
Don, rencananya dari Barca aku akan ke Roma, di Roma aku berniat bertemu Angelo juga Rafael, seni pahat Angelo bagus, seni kuasnya juga, Rafael pun begitu, karya mereka telah menghapuskan kejayaan Caesar, pamannya Brutus. Don, mungkin mereka mau ku ajak tuk membangun istanaku, tapi sayang, mereka tak sehebat Isa-nya Alamgir dari Istanbul.
Aku berencana ke Vatikan Don, tunjuki aku patung-patung yang tak berkelamin itu, aku ingin tertawa didepannya, sembari membayangi rupa sang Paus yang sedang marah saat memegang palu tuk membuat patung-patung santa menjadi lemah karena kelaminnya telah tiada. semoga saja namanya Urbanus.
Disana aku berencana memotret Maria beserta Magdalena dari depan Piazza, penasaran aku dengan karanuman Magdalena, apakah the last supper Angelo bisa memuaskan rasa penasaranku Don? Aku ingin menyaksikan visualisasi pelacur itu, kata Brown, wajahnya terselip sedikit diantara 13 manusia yang dianggap oleh titisan Ibrani sebagai Apostel.
Don, aku tahu ibadatmu tidak bagus, dalam puluhan pengejaran kau tak bisa menyembah patung kaku itu, tak ada doa untuk Maria apalagi Santa, dulu kau sering berkata padaku” Tuhanku tak bisa membebaskan dirinya sendiri, dia berkata eli-eli lama sabakhtani”. Dia cengeng katamu. Kau juga sering bilang, semoga Yudas mengampuninya, menurutmu paling tidak Yudas tak pernah merengek.
Kini kau bermunajat kepada siapa Don? Mungkinkah kini kau menjadi pemuja dewa Inca? Aku pikir, selama dalam pengejaran tentunya kau tak melahap buku-buku moral kaum Budhism kan? Aku tahu, pasti kau tak suka, bagimu dunia ini tak sesederhana kehidupan di Lama, Dalai telah menjadi pesakitan kini Don, titisan Mao, maniax sex itu telah mengkebiri kebebasan mereka menjalani ritual Hinayana di kaki Himalaya.
Don, jika nanti kau ke Buenos aires lagi, sempatkanlah sedikit lagi mengunjungi Chile, menginaplah di hotel terindah yang ada di Santiago, pilih yang dipinggir laut, jangan pernah menghadap Amazon, Brazil telah menjadi antek Amerika. di seberang sana ada tanahku don, orang Malay menyebutnya Indon, dibalik Pasifik itu.
Jangan lupa kau mengunjungi Galapagos, aku tahu kini kau tak lagi bertuhan, semasa dulu kau masih agnostic, kau bilang padaku rahipmu itu menipu ibumu dan kau trauma akan hal itu. Oh ya Don, setahuku kau pernah bercerita kalau rahip itu mati kau bunuh, jasadnya kau semayamkan dimana? Di bawah altar pengakuan dosa kah?
Don, Galapagos tak jauh dari Santiago, dia kepulaun kecil, sebenarnya dari Ekuador lebih dekat, tapi kau harus menikmati dulu Santiago.
Di galapagos sana mungkin saja masih ada pertinggal sejarah kelam Darwin, kau perhatikan burung-burungnya, burung finch apakah berbeda? Oh ya, sebelum ke situ jangan lupa kau beli The origin of spesies dulu, tak usah takut don, manusia Santiago itu juga titisan Eropa, mereka kebanyakan peranakan Spanyol dan Portugis mereka juga berbahasa sepertimu karena Inca telah punah, tak ada lagi kini perindu Matahari, Ra telah menjadi ilusi.
Kau sapa saja pedagannggnya dengan sebutan signore Don, tapi jangan sampai kau singgah pula di pantainya, karena menurut khabar, signorina disana sungguh rupawan, eksotik, nan menggoda, mereka tak seperti perempuan di Sao Paulo, tubuh mereka tak ditamam silicon implant sehingga bisa berbusung dada.
Di Galapagos kau bisa menyelami kebodohan Darwin, kau bisa menelusuri gelapnya pemikiran si korban trauma anastesi itu.
Kau tahu don? Kau tahu kenapa aku menyuruhmu membacanya? Telah banyak manusia yang terjerat kebodohan karya itu, Ia pencuri Don, Ia berbahagia diatas kemiskinan Wallacea, ia mencuri hasil penelitian Ilmuan miskin itu saat berada di Cellebes.
Di inggris Marx mati menjadi sampah, Lenin bak vampire Stalin pun menjadi iblis, di Palestine Theodore Herzel menjadi pembunuh. Itu dilemma don, kau jangan sampai terlarut dalam alunan ilusi kehidupan materi ala Charles. Para penguasa itu mati sia-sia, Marx menjadi nyata karena kebaikan Angels, Gorbachep menjadi messiah bagi manusia kutup utara, walaupun setelah itu yang lahir hanya kebodohan .
Ah Don … bukankah di awal tadi kita berbicara tentang Pablo? Sungguh, aku sangat penasaran dengan selera bikininya itu, terlalu lama ia mendiami Paris, sehingga hapal betul akan ejaan “Brassier” itu.
Don, Picasso sangat senang bermain dengan “pantai”, tapi aku lebih menyukai Rembrand, kemistisan Rafael atupun kedetilan Angelo.
Van Gohg! Don, aku juga penggemar kegilaannya , Vincent “sang juara” kata ibundanya menyebut namanya saat dilahirkan di bumi Wilhelmina. Don, Pablo dan Da vinci itu berbeda, senyuman monalisa tak pernah sanggup di tahklukkan oleh Pablo, aku pernah bermimpi Don, bermimpi jika Leonardo melukisku tuk dijadikan model anatomi Vitruvian. Semoga saja kelak rambutku panjang tapi tak pirang.
Don… bagaimana kabar adikmu Angelina Amora Gracia? Sudah luluskah ia beribadat ilmu di Munich? Don, sama seperti adikmu, aku juga pecinta Bavaria.
Maafkan aku Don Gracia, dibelakangmu dulu aku selalu merayunya …. Ia perempuan baik Don. Aku sering menghadiahinya puisi Omerus.
Angelina Amora Bernadette Gracia … Angi, apakah Yahudi Bavaria baik kepadamu?
DIarsipkan di bawah: aceh, curhat, perempuan, sastra | Ditandai: aceh, barcelona, bavaria, don, galapagos, mariyuana, micaelangelo, pablo picasso, roma, spanyol, van gogh, vatican














Angi !
armando, don pablo, guiterezz, alberto, estevania, cecilia, sebastian.. pngen ktemu org yg pnya nma kyk gtu.. hohoho
Cerpen yang asyoy… Mantebs negh, ada ilmu yang bisa diambil… Makasih! Menarik!!!!!
goods….
manteb banget bang
pa cabar?
salam hangat selalu
semangat semangat
lama nih gag apdet
mana y semangatnya
salam hangat selalu