Dalam umurnya yang hampir 100 tahun itu, Om Liem sedang berbahagia, betapa tidak baru-baru ini dia mendapatkan hadiah yang luar biasa dari anak sulungnya, kepada Anthoni salim sulungnya itu ia berkata begini :
” Anakku, kini kita telah memiliki keledai baru, dulu keledai andalan kita sudah dijemput Tuhan, maklum di akhir umurnya dia tak begitu setia lagi pada kita, dan kini tugasmu adalah memelihara dengan baik keledai baru ini, sekarang dia sudah sukses membawa indomie kita kembali menjadi raja di belantara msg, gandum dan mie instan , engkau harus pelihara dengan baik dia anakku, dan perlu dirimu ingat, untuk saat ini, dia telah menjadi keledai yang paling diincar, kata-kata ibu-ibu di seminari itu ia adalah keledai yang paling tampan betina sarwo edi teleh bertekuk lutut padanya , gosipnya, ketampanan wajahnya melebihi tampannya unta merah dan kuda polo prabowo yang digosipkan sama si Rizal malangronggeng itu seharga 3 milyar rupi’ah itu …
Anakku kini berkat dia indome kita telah meraih kembali singgasananya, dan sekarang kita telah kembali sukses menjadi konglomerasi yang bisa mencekoki otak anak indonesia dengan kekuatan bumbu msg, dulu Wiliam katuari itu boleh berbangga, Mie sedap-nya ada dimana-mana, tapi kini dinasti B-29 itu telah kalah …. takdir telah membawa kita menjadi raja kembali di negara indomie ini..
Anakku, tentunya dalam hal ini kau tak boleh bergerak sendiri, chairul juga harus kau mamfaatkan, group para-nya itu bisa sangat menentukan, indosiar kita kini telah ompong, sinetron mak lampir tak laku lagi kini, cemeti amarasuli tak lagi memiliki energi mistis, gunung merapi pun tak kunjung meletus…
anakku indomaret kita juga telah terjual, indocement juga, kini giliran kita bekerja sama dengan budak binaan kita pemilik group para itu, trans tv dan trans t7 nya itu bagus tuk dijadikan sarana umpan mempromosikan keanggunan keledai kita, ia sukses mempromosikan gerakan indomisasi kita , oh ya anakku, tak hanya itu, kita juga memiliki pesaing lain dalam realita membangun negara indomie ini, itu anak sumitro kamu harus hati-hati, dulu kami itu teman, tapi pada akhirnya kami berbeda, di akhir hayatnya ia melawan keledai kita yang pertama itu, tak apalah toh itu menguntungkan kita, anak tukang kawin itu juga harus diperhatikan , neng gelis itu punya banyak pengikut setia, walaupun dia itu bodoh tapi ia punya kharisma ….
oh ya anakku, ini lagi ada satu, anak bugis itu, si kancil yang lincah itu, kau liat kan kumis lancip yang menempel sexy di sela lubang hidungnya, grade nya itu lebih tinggi dari tingkatan bintang jenderal angkatan darat apalagi admiral, kumisnya memiliki pesona magis, khas cerita di epic la galigo, anakku, dia itu lawan sebenarnya dari keledai kita, kuda prabowo tak ada apa apanya, si kancil ini gesit, rumit sekali tingkah polahnya, berkicau disana sini dengan hentakan kaki berselimut sepatu lokal, dia itu anak bugis, tapi bukan type malaronggeng cengen itu ,mereka sebenarnya bugis palsu, tapi tak apalah, yang penting mereka setia kepada keledai kita ….
anakku, aku tak sanggup berkata lagi ini, umurku sudah tua,tentunya kau bisa mencerna apa yang aku katakan ini, darah tiongkok mengajarkan kita akan peluang, jangan sampai kau siakan ini … ini sudah malam, aku ingin tidur dengan hantu mamakmu yang sedang bergentayangnan di kuburan peking sana …”
Anthony menjawab:
” papa tenang saja, kita ini tak mungkin kalah, msg itu telah membodohi rakyat negeri ini, dan kini mereka berhasil dibodohi, keledai kita ini perlu di umpani lagi, dia masih sangat lugu, budi-anduk juga sama, kita masih perlu lagi pelayannanya…
kepada anak bugis itu ia pernah berkata begini ” ia tak makan mie gandum, tapi makan mie yang menggunakan campuran singkong dan sagu “, papa, ini berarti ia tak hanya mendukung kampanye kita mendirikan negara indomie, tapi juga turut mengiklankan bogasari … ayah, dia memang pantas disebut sebagai keledai tolol, yang bisa kita kontrol sesuka kita, termasuk juga dalam berdagang tepung …. untung saja si bugis itu tak berjualan tepung, kalau tidak dia dengan keledai kita sama bodohnya
“pengakuan Anthoni dalam lubuk hati yang paling dalam “
…………………..
DIarsipkan di bawah: primelista | Ditandai: indomie, jk, mega, prabowo, salim group, sby














aku suka tulisan ini..lugas sekali..
indomaret dijual ke siapa?
kayaknya masih punya salim, tapi mungkin tidak ada apa-apanya dibanding yang lain..
tak apa lah punya “kuda baru”
yang penurut khan..
Hai Muda…
Membaca tulisanmu dahiku jadi berkerut, kamu tegas dalam berkata, aku suka cara kamu menyampaikannya
mungkin bangsa ini sudah terlanjur suka sama indomie, entah janji yang mana dulu yang akan ditepati
teruslah menulis ya..
pakabar?
Ikutan 4th IBSN award yuk..
Informasi dan ketentuan silahkan baca di sini
IBSN= Karena Berbagi Tak Pernah Rugi..
Trimakasih…^_^
hmm………….taj bisa di pungkiri lagi postingan abang memang beda banget dengan blue………ini benar benar ada sisi lain yg akan bisa kita mengertikan arti sebebnarnya,,,,,,,,,,hebat
salam hangat sellau
pa cabar?
bang……kemana zih koq tak ngeblog heheh.
salam hangat selalu
semangat semangat yah
pa cabar?
bahasa bg muda keren!
hmmm…
untung saya gak suka makan mie.. apalagi msg..
malam bang
gimana cabar malam ini
salam hangat selalu
siiip…siip….,bagus..bagus…
Hehehehehehe..
dasar kamu kak..
terlalu jujur kalau budi anduk tu lugu..
hehehehehe..
gk kuat aku bayangin mukanya..
ancurrrrrrrr…
eh ya..
link blogku diganti ya..??
aku pindah blog…
liat blog baruku…
meski blog gratisan…tpi kualitas tetep bagus donk…