Gerakan NON-BLOG & NON-BLOK ?
Beberapa hari ini saya sedang sering mengajak adik saya untuk membuat blog , sudah beberapa kali saya mengajaknya , dan tetap saja adik saya ini [ si- Ampon ] tidak mau di buatkan blog , seperti biasa jawabannya selalu ” tidak mau ” dan tadi pagi , tepat nya pukul 09.00 wib , saya kembali lagi mengajak dia untuk bikin blog , dan tidak saya sangka jawabannya seperti ini :
“gak mau ! saya ini NON-BLOG , jadi untuk apa bikin blog ! “
Begitu kata adik saya itu , dan mendengar kata-kata adik saya ini , saya jadi mikir -mikir sendiri dengan perkataan yang keluar dari mulut adik kecil saya ini , kata-kata ” Non-Blog ” terasa terngiang-ngiang di kepala saya , dan pastinya pengertian kalimat “Non-Blog” yang diucapkan adik saya ini menandakan penolakan nya terhadap ajakan saya .
Lau saya mikir-mikir lagi perbedaan akan makna ” Non-Blog ” yang dikatakan oleh adik saya tadi dengan pengertian terminology ” Non-Blok ” yang sesungguhnya , sepertinya ada hubungannya juga , jika “Non-Blok” adalah suatu organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun , yaitu dalam wujud kenetralan Negara-negara tersebut untuk tidak pro Kapitalis Capitol hill ataupun juga pro Sosialis Kremlin , dan pastinya “Non Blog” yang disebutkan oleh adik saya ini adalah upaya penolakannya terhadap ajakan saya untuk membuat blog , karena “Non-Blog” berarti tidak ber-blog , dan adik saya ini memilih untuk tidak ber-blog-ria , atau dalam istilah nya disebut “Non-Blog “.
Dan mungkiin juga adik saya ini ketularan sifat Ayah saya , Ayah saya itu adalah pengagum setia Soekarno , salah satu pendiri Gerakan Non-Blok , dan sewaktu SMP dulu saya juga pernah membuka dan membaca sedikit isi buku Di bawah Bendera Revolusi , buku yang dibuat Soekarno diatas kaleng pispot di saat ia di bui di penjara Sukamiskin pada zaman Belanda , dan di rumah saya juga ada foto Soekarno , ukurannya kira-kira 100 x 75 cm , dan pastinya adik saya ini telah mengikuti jejak ayah saya ….hi hi hi ….(ketularan *Non-Blog*)
Dan saya jadi berfikir lagi , memang apa bedanya antara seorang penganut ” Blog ” dengan “Non-Blog” ?
Dan kalau menurut saya , seorang penganut Blog itu adalah manusia-manusia yang berani untuk kreatif dan terbuka , penganut blog adalah orang-orang yang bisa realistis menentukan pandangannya , pandangan akan apapun , tergantung sudut pandang kebaikan masing-masing yang dimiliki , dan yang paling penting adalah penganut blog itu bukanlah orang-orang yang tertutup atau pun kaku ( walaupun terkadang juga kenyataannya begitu ), dan bukan juga orang-orang pasrah , mereka adalah orang-orang yang lantang dalam mengungkapkan isi pikiran , dan blog merupakan sarana penunjang untuk melatih komunikasi dan relasi social , karena konsep blog itu sendiri bukan lah ke-pasif-an tetapi merupakan hubungan dinamis komunikasi dua arah yang terbuka, terbuka akan kritikan maupun pujian , dan yang paling penting adalah , dengan adanya blog isi maka isi pikiran kita akan mudah tersalurkan , tersalur dalam wujut tampilan kreatif sebuah alat yang bernama Blog .
Dan dalam hal “Non-Blog” yang di sebut kan adik saya itu , ke Non-Blog-an dalam konteks ini menurut saya menandakan tidak terbuka nya seseorang terhadap isi hati, terhadap kesadaran diri , kesadaran akan imajinasi yang harus di realisasikan , ini juga menandakan ketakutan yang berlebihan terhadap hubungan relasi social yang luas , relasi social yang memiliki kemampuan tertentu .
Dan hal ke-Non-Blog-an ini menjadi sangat berbeda jika di hadapkan pada posisi orang-orang yang memang belum mengerti dan mengenal Blog ? contoh nya saja adik saya ini , ataupun orang orang lainnya yang belum kenal dan belum mengerti akan “mahluk” seperti apa Blog itu , karena ke-Non-Blog-an mereka lahir dari ketidak tahuan mereka akan subjek blog itu sendiri .
Tetapi ke-Non-Blog-an dalam artian yang sebenarnya ( terlepas dari pendapat awam adik saya itu ) tentunya sangat berlaku bagi orang-orang yang sudah paham dengan Blog , mengerti akan fungsi blog , tetapi tetap anti dan ilfill dengan blog , dan dalam konteks ini pemahaman akan ketakutan dan ketertutupan diri orang tersebut terhadap eksistensi dunia Blog layak untuk dipertanyakan , apakah hal lahir dari keangkuhan individual ataupun lahir dari ketidak beranian akibat masalah traumatic ? dan meraka ini lah yang layak disebut sebagai The real NON-BLOG .
Dan tentunya untuk orang-orang yang awam sungguh mereka tidak layak mendapatkan label seperti ini .
Dan pastinya jika , Soekarno dan tokoh -tokoh “Asli” Non-Blog lainnya masih hidup , tentunya mereka tidak akan melakukan politik Non-Blok lagi terhadap blog , apalagi melakukan upaya Non-Blog , dan tentunya mereka akan mendukung sepenuh nya ke eksistensian Dunia blog atau bahkan juga jadi penganutnya ,
Dan pastinya orang-orang seperti Soekarno akan memilih untuk mengkampanyekan “Go Blog” dan bukan Non-Blog , karena Soekarno juga seorang perintis Blog holic , walaupun ia cuma menuliskan kisah-kisah pemikirannya hanya dalam diari saja , dan bukan dalam halaman Blog , walaupun secara teknis kedua hal ini berbeda akan tetapi kedua hal ini juga memiliki kesamaan, yaitu upaya untuk menjaga identitas diri , menjaga keeksistensian ide agar tidak mati dan berani berkata jujur pada hati nurani dalam bentuk coretan tulisan .
Dan , kalau bagi saya pribadi , untuk hal Non-Blok ciptaan Soekarno Cs , saya tetap mendukung hal itu , karena itu adalah solusi terbaik dalam legitimasi politik .
Akan tetapi dalam pengertian Non-Blog yang sebenarnya yang disebutkan adik saya itu , sungguh saya tidak menyetujui nya , karena ke-Non-Blog-an berarti Kekalahan , dan pastinya kekalahan seorang pengecut .
* Ssssttttt … jangan bilang-bilang sama Roy Suryo dan Ahmad Dhani ya ….
DIarsipkan di bawah: menulis, opinion | Ditandai: adik, blog, muda, nin-blog, non-blok, nonblog, nonblok, soekarno














Wah… kalo mas disahut “Go Blog” oleh Soekarno dengan nada tinggi, marah ga?
piss…
Ya tidak lah mas , paling soekarno cuma bisa marah-marah sama saya cuma dalam mimpi ……. mungkin dalam mimpiku malam ini ….
ngeblog sih tergantung niat…
tapi ntar si adikmu itu, kalo tau manfaat ngeblog pasti tertarik juga
asal jangan tersesat aja gara2 ngeblog
khihkhkhkhii si adik. bener juga yaa ttg non blog-nya
……
Kebenyakan mikir deh loh Ben hehe……
sama aja ma jalan ada kiri ada kanan, kalau adanya cuma kiri, repotkan?… halah nyambung gak sih nih yaa
namanya jg manusia
yeahh beda-bedalah
ada yg problog, ada nonblog,
ada jg antiblog….
semua terserah kita…..
bisa2 aja nih si om non-blok disamain sm non-blog
. BTW ajarin ngeblog donk
eheuehueheue
Lagian adek masih kecil diajakin ngblog.
Aktivitas Ngeblogkan berkaitan dengan internet. Sedangkan di internet itu sendiri tidak sedikit pengaruh negatifnya.
Anak kecil kan rentan. Btw adekmu brapa taun tah?
yang non blok atau non blog?
yg mana yg benar ya?
ngeblog adalah salah satu bagian dari hoby seseorang
iseng iseng menambah wawasan
sambil menyalur kan kreativias
hidup blogg
kalo ada go-internasional,
bagaimana kalo go-blog?
Salam
Wah adkmu itu hebat juga, sekali tidak tetap tidak, jangan dipaksa tapi trus aja didoktrin dan di dogma *halah*
bagi pelaku blog …>>> yuk kita kita deklarasikan goBLOG
he he he
wahh.. blog kan hobby ..
kita buat konferensi meja bundar aja deh …
oia, katanya blog bisa ngalahin TV n koran lho ..
waduh ini suatu gerakan baru yah… perlu di buatkan blog nya juga halah…
wah, adiknya umur berapa?
terminologinya bagus tuh, hehehe…
yang ga bisa nge-blog,
mungkin karena kurang kreatif membuat wall of text,
ayo ngePLURK aja..
hahaha!!
hehehe
gerakan ngeblog
—
* Ssssttttt … jangan bilang-bilang sama Roy Suryo dan Ahmad Dhani ya ….
—
Kalo RS sih saya pernah denger statemen anti blognya. Kalo Ahmad Dhani emang kenapa?
Hmm…berarti adik saudara punya prinsip…..itu bagus…biarin aja kalau belum mau…ntar kalau dia sudah tahu mamfaatnya …pasti dia akan cari kakaknya ….mungkin anda bisa menawarkan multiply yang lebih gampang
[...] [ minggu/19/10/2008 ] salah satu coretan bodoh saya yang berjudul Gerakan Non Blog masuk dalam kolom blog di koran Harian Aceh , tak tahu juga kenapa tulisan cakar ayam saya yang [...]