Saat-saat ini , Indonesia kami sedang berbahagia , karena ia barus saja memperingati hari kemerdekaannya , kemerdekaan yang telah berumur 63 tahun , sudah cukup tua pastinya , semoga saja umur Indonesia kami ini tak seperti halnya umur-umur kami , manusia-manusia penghuninya .
jika disamakan dengan kami , tentunya umur 63 tahun itu sesuatu yang renta , dan pastinya rentan akan kematian , dan semoga saja Indonesia kami ini tidak cepat mati , mati seperti kami . semoga saja disintegrasi ini tak terjadi lagi , cukup sudah berlalu dan hanya menjadi kenangan lalu , kenangan kelam yang tak perlu dikenang pastinya .
Umur Indonesia kami ini sudah tua , sudah renta kurasa , pastinya tak ada orang Indonesia yang tak mengingat tanggal 17 itu , tanggal yang bagi Soekarno merupakan sesuatu yang sacral , karena Al-quran juga diturunkan pada tanggal 17 ( 17 Ramadhan tepatnya ) , dan jumlah rakaat shalat fardhu yang seharinya juga 17.
tentunya kami orang-orang Indonesia tak pernah lupa akan hari jadi negeri ini , negeri dimana orang tua kami beranak pinak diatasnya , negeri dimana kami menjerit pertama kali di pangkuan bidan sebelum dipangku bunda tercinta , negeri dimana tempat kami menuangkan airmata , negeri tempat kami berkarya sampai hari tua .
Tapi semua itu terasa aneh , menjadi elegi ketika negeri yang kami sudah tua ini namanya masih saja tidak diingat secara fasih oleh penghuninya . Mereka masih saja menyebutkan Indonesia kami ini dengan sebutan Endonesia , apakah nama Indonesia telah berubah ?
Oh , tentunya tidak ! ,
Indonesia kami ini tidak pernah berubah namanya , ia bukan selebriti yang tak mensyukuri pemberian Tuhan , yang merubah nama desanya demi rejeki kota , bukan juga demi menghindari kemalangan seperti kebiasaan penerawangan manusia-manusia yang disebut paranormal , walaupun kelihatannya mereka memang tidak normal .
dan pastinya yang berubah adalah sikap para penghuninya , dari Presiden , Ketua MPR , sampai para Pejabat teras , mereka semua telah melupakan Indonesia kami ini , mereka telah lupa dengan identitas tanah airnya , mereka lebih bangga dengan ke-Endonesia-an nya dibandingkan Indonesia itu sendiri , bukankah katanya mereka adalah pemimpin-pemimpin bangsa ,tempat tumpuan ratusan juta manusia-manusia negeri ini ? orang-orang yang katanya nasionalis yang berdiri dalam barisan partai-partai apatis , partai-partai iblis . dan apakah ini yang mereka sebut nasionalisme ?
Jika menyebut nama tanah airmu saja kalian tidak becus ? bahkan di upacara 17 agustus itu pun kalian masih menyebutnya dengan sebutan Endonesia , mungkin pantas saja jika negeri ini menjadi kacau balau , karena memang tak pernah di kenal , mereka tak pernah mengenal Indonesia yang mereka kenal cuma Endonesia , Endonesia yang entah dimana .
Mungkin tak salah juga jika orang-orang Malay menyebut nama Indonesia dengan sebutan INDON , dikarenakan kesalahan kita sendiri , yang menyebut Indonesia dengan sebutan Endonesia , dan pastinya Endonesia itu sama dengan INDON , sebuah kata yang bermakna perendahan , dan Indonesia itu tetaplah Indonesia , karena indonesia ini cuma milik kita , orang-orang Indonesia .
DIarsipkan di bawah: opinion | Tagged: endonesia, indonesia, kita














Partai seperti apa yang di sebut apatis? dan partai seperti apa yang bisa di katagorikan dalam golongan partai iblis, juga dalam barisan mana mereka yang disebut nasionalisme?
Saya pribadi lebih bangga jadi orang Aceh dari pada orang Endonesia, eits Endonesia loh bukan Indonesia.
hati-hati jangan sampai atm membahas ini karena persoalan ashabiyah!
Negri kita memang sudah sangat tua ya. Tapi bukan ucapan Indonesia saja yang sering salah. Banyak orang indonesia tidak hafal lagu kebangsaan kita lho…..
Say Indonesia Not Endonesia. boleh bantu lapak temen ga? hehe