Ehm … rupanya saya mempunyai pemikiran yang sama dengan teman saya ini ( Alex-andra ) , walaupun dalam konsep solusi pelaksanaannya berbeda , akan tetapi secara ide dasar bisa dibilang sama yaitu dalam memandang :
system islam bukan hanya sebagai solusi personal spiritual saja , tetapi juga dalam semua hal aspek kehidupan , karena Al-quran merupakan integrasi dari itu semua dan tidak diturunkan hanya untuk mengurusi ibadah saja , akan tetapi juga mencakup muamalah dan hal social laiinnya .:D
Walaupun ada perbedaan pandangan di sana sini tetapi saya lebih melihat prsamaannya saja , yaitu konsep islam secara menyeluruh merupakan sesuatu hal yang mutlak dan harus diterapkan , terlepas dari sosialisme islam , ataupun aliran-aliran islam lainnya , yang saya piker itu semua merupakan sumber dari kekayaan khazanah pemikiran islam .
Adanya yang mempercayai ideology sosialisme islam ataupun yang berarti penggabungan kedua ide ini yaitu islam dengan sosialisme merupakan pilihan dan kearifan tersendiri dari para penganutnya dan itu merupakan sebuah jalan yang lumrah , dan dibolehkan , dan saya tidak mengatakan bahwa itu adalah sebuah kesalahan ataupun sang saya katakan adalah sebuah kebenaran yang harus mutlak di ikuti , melainkan ini semua adalah pilihan , pilihan yang tak boleh dipaksakan , sebuah pilihan yang lahir dari kedalaman akal manusia budi manusia . dan seperti yang kita pahami bersama bahwa yang sudah pasti benar itu hanya Islam .
Dan juga , saya masih berpendapat jika islam yang saya maksud juga mengurus masalah social ( dan berbeda dengan sosilisme islam ) karena islam merupakan gabungan dari hablumminannas yang horizontal , dan hablumminallah secara vertical , dan hubungan personal kita terhadap diri sendiri , yang semua ini merupakan pengaturan yang jelas dan sempurna .:D
dan semua itu menggambarkan ke-detail-an islam sebagai konsep yang pasti ,
dan anggapan yang menganggap islam sebagai konsep yang kaku ataupun tidak sesuai dengan konteks kekinian ,saya piker ini merupakan sebuah kesalahan yang harus dibenahi dan di koreksi , karena bentuk pemikiran-pemkiran seperti ini adalah sesuatu yang lahir dari keraguan dan kegelisahan hati para penganutnya terhadap ke-eksistensian agama , eksistensi agama yang tidak hanya mengatur hal personal tetapi juga social , seperti yang biasanya dipahami oleh kaum-kaum sekuleris liberal .:D
Dan mengenai pemikiran saya yang terlalu conservative dalam memandang sesuatu yang hitam dan putih itu adalah penjabaran dari pemahaman saya dalam bentuk ke absahan dan kepastian ide dasar, bahwa sebagaimana kita ketahui islam nmerupakan sesuatu konsep yang sempurna yang menyeluruh yang didalam nya terkandung konsepsi-konsepsi kehidupan , sedangkan konsep yang lain masih membutuhkan banyak waktu untuk membuktikan keeksistensiannya , walaupun saya merasa hal itu tidak mungkin bisa diterapkan.
Dan dalam konteks ke indonesiann kita , konsepsi islam saat ini hanya menjadi suatu hal yang bersifat teori akan idealisme belaka yang menjadi landasan pemanis bagi pemikat rakyat dalam eksistensi perpolitikan ( politik praktis ),:D
saat ini konsep islam yang dapat menjadi solusi berbagai hal hanya menjadi buayan kosong partai-partai politik tanpa implementasi , karena islam hanya menjadi semboyan , tetapi dalam pelaksanaannya tetap juga menggunakan teori selain islam .
Dari Negara ini lahir , islam pada mulanya sama seperti saat ini , hanya dijadikan sebagai konsep yang teoritis saja , yang berupa ide-ide personal , toh nyatanya nasakom juga tetap bercondoneg kan ke arah sosialis komunis , walaupun katanya telah diubah menjadi marhaenisme ,:D
Upaya nasakom yang mencampurkan unsur-unsur nasionnalisme, agama, dan komunis merupakan wujud dari upaya mengkerdlakn islam , islam yang digabungkan untuk kepentingan tertentu,
begitu juga dengan masa orde baru , dimana islam juga hanya menjadi aspek personalitas yang menjadi kunci utama , sedagkan dalam aspek aplikasi kehidupan bernegara yang muncul dan memimpin adalah kapitalisme , kapitalisme yang menjadikan Indonesia menjadi melarat dan makin miskin .
begitu juga dengan saat ini , era yang disebutksn sebagai zaman keemasan demokrasi , toh yang terjadi saat ini, upaya liberalisasi itu malah tambah berkembang , berjalan beriringan , liberalisasi pemikiran dan asset nasional menjadi sesuatu yang tak bisa dielakkan dalam dunia kapitalis , dunia dimana uang menjadi raja nya ,
dan walaupun islam di Indonesia saat ini menjadi lebih maju dan berani akan tetapi konsep dari pemerintahan Indonesia juga tetap tidak berlandaskan pada islam,walaupun bermayoritaskan penduduk islam , Indonesia tetap berbasiskan pada teori hukum belanda yang berasalkan pada kodex gereja katolik roma, system dasar yang juga di gunakan oleh hamper semua agama di dunia .
sebuah keanehan memang , sebuah system yang telah digunakan sangat lama, tetapi malah tidak menimbulkan sebuah kemajuan yang berarti , akan tetapi malah meninggalkan keacuhan dan ketidak jelasan naip-nasip manusia di dunia .
dan seperti diawal tadi , menurut saya kesalahan ini merupakan kesalahan yang bersifat mendasar , berasalkan dari kerusakan structural , yang perlu dibenahi secara bersama-sama , dibenahi dengan sebuah solusi yang lebih baik , bukan sesuatu yang menurut saya, tetapi sesuatu yang lebih baik menurut kita semua , bukankah islam sangat cocok untuk membenahi hal ini ?:D
islam yang bisa menjadi rahmatan lilalamin , dan saya yakin anda juga setuju dengan hal ini ….heheh …. mungkin saja kan ?;)
Cuma coretan biasa yang pastinya sangat dangkal , jika ada yang salah mohon di koreksi ,<:-P
DIarsipkan di bawah: menulis, opinion | Ditandai: cuma coretan biasa, muda













