Hahaha , entah kenapa beberapa hari ini tulisan saya selalu berbau ideology ? …. Padahal saya kan orang yang gak paham dan ngerti dengan itu semua….huuh jadi bingung neh .;)
Tapi asik juga lah , dari pada asik ngomong doank, kan lebih baik nulis aja ya gak , walaupun tulisan nya cakar ayam… yang penting udah nulis, perkara ada yang merasa tidak suka , tidak setuju , gak apalah , tukan urusan nanti .<:-P
Tapi yang penting adalah , bahwa saya tetap kukuh dengan pendapat saya , walaupun masih terlalu lugu atau apalaah , yang penting saya tetap seperti semula .
Saya sampai kapanpun masih mempercayai Islam sebagai konsep sempurna pengaturan kehidupan manusia , ya alasan saya biasa saja , kita ini yakin gak dengan apa yang kita punya , kita ini yakin gak dengan kepastian agama kita , kita ini yakin gak atas kesempurnaan islam .
Dan sampai kapanpun juga saya tetap yakin dan tidak akan mempercayai konsepsi-konsepsi lain baik dari mahluk yang namanya Sosialis maupun Demoterasi kapitalis….aneh saja rasanya , kok kita orang Islam malah lebih mempercayai ide-ide seperti itu ya ?, bukankah ide-ide itu tak pernah sukses di terapkan , apakah ini lahir dari ke-pesimis-an kita kalau ide Islam itu merupakan sesuatu yang biasa ? atau kah kita terjebak dengan propaganda asing ?<:-P
Ah, saya masih terlalu awam untuk membicarakan hal itu . tapi yang jelas semua itu pasti ada prosesnya, ide-ide itu berkembang karena ada yang mengadopsi dan saya juga belum tentu orang yang sangat baik , tetapi cuma seorang manusia yang mencoba tuk lebih baik. yaa butuh proses lahh .
dan saya merasa dikotomi antara hitam dan putih itu adalah sesuatu yang sah dan dibolehkan, tapi sekali lg ini menurut saya lho ,
menurut saya yang awam ini , hitam dan putih merupakan sesuatu hal perbandingan yang pasti , saya berpendapat jika sesuatu yang benar itu Cuma ada satu ….. contohnya aja surga dan neraka , yang mencerminkan sesuatu yang hitam dan sesuatu yang putih , bukan kah surga itu satu ? Dan neraka juga satu ? walaupun bertingkat-tingkat tetapi tetap juga satu .
Dan menurut saya lagi , abu-abu/campuran itu sungguh tidak ada ( mencerminkan kegelisahan batin para pengikutnya..hahhah ), bukankah sesuatu yang putih akan menjadi sangat ternoda jika dicampurkan dengan sesuatu yang hitam ? begitu juga kebalikannya , dan saya adalah salah satu orang yang meyakini islam itu putih dan yang lain adalah sesuatu yang hitam atau belang-belang ….. klo udah ada yang putih, kenapa saya sebagai orang islam harus memilih yang hitam …. Ahhh….buang-buang waktu saja menurut saya .
Islam itu putih dan tak bisa dicampurkan dengan yang lain , apalagi yang ke-eksisensi-annya masih di ragukan….heheh sekali lagi menurut saya lho.
Saya ini juga bukan orang yang selalu hidup dengan kepastian pilihan , karena menurut saya : untuk mencari sesuatu maka kita tak harus selalu setia terhadap sesuatu . akan tetapi hal ini berbeda dalam hal memandang sesuatu hal yang bernama Akidah , dalam hal ini yang sering saya sebut sebagai Islam sebagai ideology itu . dan dalam konteks hal ini sangat penting dan mutlak ditekankan perlunya pembenaran secara pasti dan 100 persen terhadap eksistensi islam sebagi agama maupun sebagai aturan hidup ,karena ini merupakan aspek keimanan yang tak bisa di kompromikan dan setahu saya aspek ideology itu ( pandangan hidup ) merupakan bagian dari keimanan kita , karena ideology menggambarkan kecenderungan kita dalam memandang hidup , apakah kita memandangnya secara menurut islam atau bukan , karena semua ini menggambarkan kecenderungan kita , apakah sebagai seorang yang pesimistis atau optimistis ?
Dan yang lebih penting adalah , saya bukan orang yang menganut bahwa system islam hanya sebagai personal spiritual saja , tetapi juga dalam semua hal , karena Al-quran tidak diturunkan hanya untuk mengurusi ibadah belaka , tetapi juga muamalah dan hal social laiinnya , bukan begitu … ??
Dan tidak semua hal itu menjadi pembenaran pasti , contohnya saja wordpress saya ini ataupun windows yang saya gunakan , setahu saya Islam tidak pernah melarang untuk menggunakannya , lagian windows yang saya gunakan aja windows bajakan dan wordpress-nya pun juga gratis , heheheh
Menurut pemahaman saya islam menandang masalah ini dalam dua hal . Yaitu sebagai Hadlarah dan satu nya lagi Madaniah
Hadlarah berupa peradaban , seperti symbol-simbol agama, bintang david-nya yahudi, topi nya orang yahudi, salib, palu arit , dan simbolisasi lainnya yng mencirikan peradaban tertentu yang bertentangan dengan islam .
Sedangkan madaniah merupakaan unsur kemajuan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ,
Dan yang saya gunakan ini adalah bentuk dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi , sesuatu yang netral dan tidak memiliki nilai hadlarah/peradaban , seandainya bila saya menggunakan symbol palu arit , topi yahudi ataupun lambang bintang david , ataupun juga rosario , itu baru yang tidak boleh …… heheheh, karena mencirikan suatu peradaban tertentu yang secara jelas bertentangan dengan islam . dan kfc ataupun coca-cola itu bukan suatu bentuk peradaban, lagian kan gak haram..hehehe ,:D
tapi kalau komunis, kapitalis, demokrasi, sosialis, haram apa gak ya ? ..jadi bingung nie ..mikir aja ndiri .:D
Saya fakir semua pertenangan dan perbedaan ini terjadi karena gaya pemikiran kita masing-masing yang berbeda , saya adalah orang yang menganut pemikiran monodimensional dalam hal ide dasar , karena menurut saya monodimensional lebih realistic dan lebih logic dibandingkan sesuatu yang berpenafsiran banyak , karena belang-belang itu pertanda ketidak konsistenan dan keraguan yang membuat kita makin pesimis dan apatis .
Dan menurut saya lagi , pemikiran yang liberal dan terbuka itu hanya layak dan cocok digunakan oleh kaum-kaum muktazilah atau kaum-kaum lainnya yang masih mempercayai kalau tuhan itu ada beberapa dan menganggap kekuasaan tuhan adalah sesuatu yang abstrak ….:)
Heheheh…… tulisan ini Cuma coretan biasa , tidak berkualitas menurut saya , , tulisan yang dangkal menurut orang-orang …hehehhe
![]()
Dasar si muda , memang selalu asem .B-)
DIarsipkan di bawah: menulis, opinion, primelista | Tagged: agama, ide, ideologi, islam, muda














gambar otaknya bagus tu mud, ambil di mana..
Hahaha *juga*, entah kenapa saya juga datang ke sini. Padahal saya cuma paham sedikit dan bukan sekedar haqqul yakin dengan apa yang disuapkan dengan dalih agama atau negara. Bingung juga saya
ndak paham tapi yakin??dengan keyakinan mentah2 yang ada pada manusiaYa. Asyik memang. Yang penting itu nulis. Berbagi ide pada siapa saja. Seperti ideologi yang dianggap sesat juga: sosialisme (walaupun Sosialisme Islam), misalnya. Perkara ndak ada yang suka tukan urusan
yang ndak suka. Ah, saya juga mungkin nanti akan tulis tentang… apa ya? Agama yang diusung sebagai ideologi tapi para pengusungnya malah ndak kasi format yang jelas selain kata “Inilah yang terbaik” macam orang jual obat di pasar? Mungkin…. Kalo ada yang ndak suka, ah,… itu kan urusan nantiSilakan. Inilah kebebasan berpikir dan meyakini, yang justru kamu khawatirkan dalam postingan lain. Bukankah kebebasan yang sama ini juga yang membuatmu bebas menentukan pola pikirmu sendiri?
Saya yakin dengan Allah SWT. Dengan Quran, yang bagi saya bukan cuma kitab ngaji yang dibuka cuma saat tadarus bulan puasa atau lomba di MTQ. Bagi saya, itu panduan hidup. Dari sana saya tahu bahwa Allah memberi manusia kebebasan dan tidak memaksa, sehingga kesalahan Adam dan Hawa yang memilih menelan buah khuldi adalah urusan manusia, dan bukan kesalahan Allah seperti pertanyaan filosofi para liberalis lain.
Saya yakin Islam sebagai agama. Sebagai jalan. Ingat: akar kata syariah, din, dan sejenisnya dalam bahasa Arab, selalu berarti jalan.
Tapi saya tidak yakin dengan ocehan dan teori2 mereka yang berkoar Islam sebagai ideologi tapi fakta di lapangan berbeda jauh. Ada yang salah dalam penerapannya. Bukan salah agama, memang. Tapi salah manusia. Itu dalih kamu, dan juga dalih saya. Gampang, tinggal salahkan manusia saja. Hal yang sama juga berlaku seperti dalam mazhab sunni dan syiah, atau ideologi Sosialisme Islam. Paling gampang cari kambing hitam kalau sesuatu tidak terwujud di kenyataan, memang
Saya juga akan merasa aneh kalo ide-ide begitu dipercaya dengan penuh keimanan. Saya juga merasa aneh, kalo ada anak Aceh yang cuma liat oblong Che Guevara lalu merasa jadi revolusioner dan terkagum-kagum dengan sosok orang Argentina itu atau Hugo Chavez dari Venezuela, sementara figur yang sama ada pada Umar ibn Khattab, Abu Dzar Al-Ghiffari dalam khazanah Islam.
Oh ya: Saya lebih heran lagi ketika sebuah konsep diakui tidak dipahami (seperti awal postingan ini) tapi kukuh dipercayai. Iman adalah dasar dari keteguhan hati, itu benar. Tapi kalau merasa beriman cuma karena terpukau dengan simbol-simbol religius macam tulisan arab melayu di kantor-kantor yang pejabatnya korup, bagi saya itu kebodohan yang dalam Islam sendiri dicela.
Dalam Islam, apapun bisa dipertanyakan, karena bertanya adalah bagian dari hidayah-Nya juga. Apapun, “…kecuali Dzat-Ku” kata Allah.
Jadi, kalau saya tidak yakin dengan konsep dan teori-teori yang disebut ideologi-Islam itu, apa itu salah? Saya sudah katakan, saya pernah fanatik. Sebentar-bentar “Islam is Peace”, “Islam is the only Solution” seperti pajangan stiker-stiker organisasi berbasis agama. Then what? Cuma sampai di situ saja. Cuma sebatas itu.
Islam, dimana Allah memasukkan pelacur ke dalam Surga hanya karena memberi minum anjing haus, selama ini cuma jadi sekedar konsep yang “Pokoknya Islam” saja. Tapi bagaimana mengentaskan pelacuran yang berpangkal pada kemiskinan dan kebodohan, bungkam semua. Ya… ya… salahkan orangnya, seperti argumen biasa.
Itu sebabnya saya cari alternatif sementara. Saya tidak suka dengan liberalisme kebablasan, yang membuat saya tidak sehaluan dengan pembela Ahmadiyah itu. Tapi saya juga tidak suka kepicikan berpikir dengan mentah menerima slogan begitu saja. Sorri. No offense
Oh well… salahkan pada propaganda asing. Pola pengalihan yang biasa itu. Sama seperti kalau di Aceh ada pelacuran, pasti kerjaan orang kafir. Tidak… tidak… orang-orang muslim baik semua. Teori saja Islam kok. Mana mungkin mau melacur… pasti propaganda kebebasan seks maka di Aceh ada pelacur…
Sampai kapan akan terus menyalahkan orang lain, sementara kita tidak berbenah? Seperti sekolah: jika satu sekolah ada yang lari siswanya ke sekolah lain, mesti ada evaluasi di sekolah tersebut. Saya tidak bicara tentang Iman. Bagi saya rukun Iman dan rukun Islam itu sudah syarat mutlak. Tapi saya bicara konsep. Apa yang dihasilkan dari retorika Islam Is The Only Solution ketika itu cuma OMDO dan menjadi beralih pada kultus individu atau cuma karena perasaan religius memegang bendera berbahasa Arab?
Been there, done that
Kalau kamu mau dipahami bahwa kamu sedang menjalani proses, maka kamu juga mesti memahami proses yang sudah dan sedang dijalani orang lain. Termasuk saya, misalnya. Saya paham itu semua proses. Tapi saya tidak menyalahkan Islam seperti kamu menyalahkan sosialisme Islam, misalnya. Saya cuma gamang dengan konsep yang setengah-tengah tapi diklaim kaffah. Islam? Well… kalau kita memang Islam, maka jangan macam ulama yang berani fatwa rokok haram, tapi ndak mau fatwa hukuman mati untuk koruptor.
Tentu saja itu menurutmu. Tidak masalah
Tapi, konsekuenlah. Kamu sudah memutuskan SAH, maka mesti SAH diterapkan dalam keseharian. Jangan dengar musik, misalnya, apalagi dari band-band barat. Karena revolusi industri Inggris dan perang Vietnam antara Komunis vs Kapitalis pernah dan masih mempengaruhi musik barat…. Juga, jangan teguk Coca-cola: Bahaya! Itu tiap sennya, kata anak2 religius, disumbangkan ke Israel. jangan lupa untuk berhenti menggunakan produk Unilever seperti odol, sabun, dll.Itu produk2 non-muslim dan dicurigai memberi profit pada Yahudi™ juga
….
Saya ndak ngerti, Urusan bisa ke surga dan neraka?
Yang dibicarakan ini iman atau ide? Kalau Iman, saya juga percaya Allahu’ ahad. Tuhan itu satu. Saya masih hafal itu surat Al-Ikhlas.
Tapi hitam dan putih itu apa iya bisa diterapkan benar-benar? Maaf… bagi saya itu bullshit.
Misal:
Lihat banner EEF di sidebarmu? Pernah cari tahu apa itu EEF? Electronic Frontier Foundation.
Ide utama di sana: Kebebasan arus informasi. Dan kamu sadar efek sampingnya? Konten porno dan segala kebebasan untuk mempertontonkan kitab dalam lubang WC pun akan dilindungi oleh mereka. Akan diadvokasi. Dan kamu bilang kamu ndak suka kebebasan?
Ya. Saya juga mencium bau kegelisahan batin yang sama disini ini (hahaha juga)
Kata Rinso: Berani kotor itu baik
Bercanda? Tidak.
Ingat Umar bin Khattab? Dari penentang Rasul sampai jadi sobat setia. Dan ia yang peling teguh dalam urusan tauhid. Maaf, saya bukan selevel dia. Tapi karena pernah “kotor” dengan ideologi salah kaprah, saya bisa lebih adil menilai sekarang ini. Dan tetap, masih marah ketika Islam diperolokkan, ketika Quran dicampak ke lubang WC, dan ketika ayat2 dipelintir di podium.
Di matamu. Di mata saya. Di mata muslim lainnya. Tapi… di mata yang lain?
Eh ya… justru saya melihat ini jadi campur aduk antara Islam sebagai agama yang benar, dengan Islam yang dijadikan pembenaran yang sudah sering saya lihat
Ah ya, saya ingat cerita tentang tetangga yang berkata “Buang-buang waktu mencari tahu tentang orang lain” tapi justru ia sibuk meributkan “Si anu itu sikap begini… Si itu pemikirannya begini… ”
Menurut saya…
Kalau sudah “menurut saya” ya sudah. Selain saya setuju (catat: dalam urusan Tauhid, utamanya), saya juga menghargai kata “MENURUT SAYA” itu. Saya harap, kamu juga
Ternyata kita sama
Alhamdulillah, kalau ada kesadaran demikian. Syukurlah….
….
Ya, ya. Banyak dalih yang bisa dipakai, meski kita sudah mengatakan KAFFAH dan KAFFAH…. Akan panjang kalo diperdebat-kan. Bagi saya tetap saja itu hipokrit namanya. Membenci satu golongan, mencurigai dengan paranoid, tapi masih menggunakan karya mereka dengan segudang alasan kejayaan masa lalu. Tetap saja yang bikin kedua itu adalah orang kafir™
Oh ya? Darimana kamu tahu itu bertentangan dengan Islam? Dari simbolisasi?
Bintang David itu dalam sejarah sendiri memang stempel dari Nabi Daud. Perkara itu dipakai di bendera Israel, apa berarti Nabi Daud salah?
Topi Yahudi? Apa yang salah dengan topi Yahudi? Karena kamu dan saya tidak memakainya? Lalu sorban? Kopiah?
Topi pet?
Apa simbolisasi BUlan Bintang dan Ka’bah juga tidak memiliki pertentangan dengan Islam, ketika simbol itu nempel di organisasi yang memperkaya diri sendiri, yang rakus dengan tanah rakyat, yang orang seperti Al Amin Nasution dari PPP ditangkap KPK dengan betina lain?
Saya suka Naif. Tapi kenaifan begini…. entahlah….
Coba cek dulu sebelum
ngocehberpendapat. Misal, ke http://knowmore.org tentang produk yang kamu bilang bukan bentuk suatu peradaban itu. Nyadar nggak kalau The Coca Cola Company dengan Pepsinya, misalnya, jadi icon betina-betina yang menggelinjangkan syahwat ala Britney Spears? Kamu bisa hitam putih ke yang lain, tapi di titik ini kamu jadi bermain pembenaran lhoHaram, ketika itu sudah mempertuhankan segalanya. Sama haramnya dengan ideologi yang dilabel Islam tapi mempertuhankan habib ini dan itu, ulama ini dan itu, dan segala wali-wali yang tak beda dengan syirik.
Itu pendapat saya
Tentang monodimensional, saya tidak mengerti itu. Arahnya kemana, saya tidak paham. Terlalu bodoh untuk tahu apa makna dan tujuan dari pelabelan monodimensional itu
Menurut saya juga, pemikiran dari pemaparanmu belakangan ini juga cuma cocok untuk kaum wahabbi atau mungkin FPI. Atau Amrozi. Atau mungkin sekedar pemikat leting baru di kampus, seperti gaya khas kaderisasi parpol di kampus. Sebuah utopia akan masa depan yang lebih baik, tapi dengan membawa-bawa nama agama untuk dipasarkan, kalau menurut saya….
Jujur saja, saya sendiri melihat ada kedangkalan dalam tulisan belakangan ini. Tapi bisa jadi bukan karena kedangkalanmu berpikir, tapi cara pemaparan saja yang mungkin membuat saya yang tolol ini dengan dangkalnya melihat kedangkalan ini…
Ah sudahlah
Tetap saja menulis. Tetap saja mencari tahu jalan pemikiran. Tapi… sekali waktu mesti dijalani juga itu jalan
# # #
There’s a difference between knowing the path and walking the path
Eh? Komentar saya dimoderasi? Lagi?
Jeh si nyak nyoe…he, tulisan qe udah bagus-bagus kok. Aku aja iri liat tulisan qe yang ‘hi-quality’ (menurut aku ya..:) ) hehehe…
Tapi bukankah kita harus jadi diri sendiri saja, ya kan?bukannya aku ga mau perubahan dalam perbaikan tulisan dan pola pikir…tapi ya segini aja kemampuan ‘otak’ ku dalam mengolah kata-kata. Hihihi…
Iko nandak ka Taluak lai patang ko..Ikuit ang ndak? haha…