Ehm…. Mohon maaf teman apabila tulisan saya membuat anda tidak berkenan , akan tetapi itulah pendapat saya selaku manusia yang masih terlalu bodoh ini .
Dan saya nampak nya kembali lagi tidak setuju dengan pendapat teman-teman saya yang baik ini
Saya ingin menaggapi kembali komentar bang alek dan arol di tulisan cakar ayam saya yang berjudul ” Islam , Ideologi dan Pemahaman . “
Menurut saya pendapat bang alex dan arol ada benar nya juga , tetapi juga ada yang kurang benar ( ini menurut saya lho ), dikarenakan dengan adanya perbedaan dari saya dan beliau-beliau ini dalam memandanag sesuatu hal
Dan saya pikir semua itu lahir dari keunikan pola pikir kita yang berbeda-beda, walaupun agama-nya sama tetapi pola pikir dalam memandang sesuatu hal mungkin saja berbeda .
Dan dalam menyikapi hal ini, saya cenderung bersifat memilih salah satu dan tidak menjadi setengah-setengah , karena bagi saya setengah-setengah itu sesuatu hal yang tidak ada . Karena setahu saya konsepsi ideology itu terlahir dari berbagai factor yang beragam yang memiliki keunikan tersendiri .dan pastinya ideology itu berbeda dengan agama .
Adanya tiga ideologi yang eksis saat ini telah membuat manusia menjadi terbagi pemikiranya dalam memandang sesuatu hal , dan semua itu menandakan kemajemukan kita selaku manusia sebagai mahluk yang memiliki akal budi . Dan Menurut saya, jika berbicara tentang ideology, maka islam adalah yang paling utama dan tak da yang lain. Karena islam memiliki semua konsepsi dalam menyelesaikan persoalan kehidupan manusia
dan islam sangat berbeda dengan agama -agama lain , karena islam tidak hanya sebagai agama yang mengatur hal-hal personal spiritual, akan tetapi juga memiliki suatu perangkat peraturan yang menyeluruh dalam aspek kehidupan yang kesemuanya termaktub dalam Al-quran, As-sunnah maupun ijtihat para ulama .
kalau kita perbandingkan dengan agama Kristen, di dalam ajaran Kristen,konsepsi yang ditawarkan oleh injil-injil mereka yang ada hanya pengaturan agama dalam bentuk personal spiritual saja dan tidak temasuk sosial , dan fenomena ini juga kita temui di agama-agama lain, baik katolik , yahudi , budha , hindu , konfucu , maupun aliran kepercayaan yang lainnya , semua hanya berbasiskan pada subjek pengaturan individual di karenakan keterbatasan dan ketidak sempurnaan agama mereka ,
dan fenomena itu sungguh sangat berbeda dengan islam, islam memiliki Itu semua ,islam mempunyai semua solusi dalam kehidupan manusia , dari manusia bangun sampai manusia tertidur kembali , setiap detik tak pernah terlepas dari ruang lingkup ke-lima aspek hukum islam , baik wajib,sunah,mubah,makruh maupun haram . kesemuanya memiliki aturan yang pasti , taat dapat imbalan pahala , melanggar dapat dosa .dan dalam lingkup social kita juga mengenal pengaturan islam dalam hal ekonomi,yang kita kenal dengan ekonomi syariah, system pendidikan nya berbasiskan akidah , dan tidak seperti sekarang yang berbasiskan pada sekularisme , dan semua itu membuktikan ke eksistensi-an hukum islam .
dalam hal masyarakat, islam memandang masyarakat sebagai suatu jalinan kesatuan yang kuat dan tak bisa terpisahkan , masyarakat diperhatikan untuk kebaikan individu dan individu diperhatikan untuk kebaikan masyarakat . dan yang perlu di ingat islam tidak memandang manusia sebagai objek yang sepenuhnya milik Negara atau sebagai barang ekonomi seperti pemahaman kapitalisme . islam juga mempunyai aturan hankam , dimana setiap perlawanan mempertahan kan diri merupakan wujud dari mencapai jihad
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.[TQS Al Baqarah (2):216].
dan yang lebih penting kita ingat adalah, bahwa orang-orang kafir itu bisa maju karena mereka meninggalkan agama mereka , karena mereka tahu dan paham kalau agama mereka tidak memberikan solusi yang jelas, sedangkan kita orang islam menjadi maju karena kita menggunakan perangkat aturan islam yang jelas dan sempurna dan menjadi tertinggal takkala kita meninggalkan aturan islam yang sempurna dan dengan bodoh nya mengikuti jejak orang-kafir itu ,
Siapa yang bisa menampikkan jika system yang dibawa oleh Muhammad SAW itu telah menjadi sangat luar biasa dan menjadi penguasa sebagian dunia yang telah menjadi adidaya selama berabad-abad ? dan apakah demokrasi yang diterapkan oleh yunani yang dulunya menjadi negeri dengan budak terbanyak dapat menjadi solusi ?
Apakah system tradisi ala romawi yang meng kebiri tentaranya agar kuat berperang ,menjadi kiblat kemajuan peradaban ? apakah tradisi demokrasi yang di lahirkan oleh penjajahan kaum eropa yang menjadikan orang timur sebagai budak menjadi pujaan kita ? apakah ideology kapitalis yang menurut Samuel P. Huntington dalam tesisnya merupakan sesuatu hal yang bersifat universal itu menjadi solusi ? yang menjadikan cina kini sebagai tempat pembuangan sampah terbesar di dunia . toh nyatanya universal itu hanya menjadi bualan kosong belaka .
Apakah Muhammad SAW itu Cuma mengajarkan cara sholat lima waktu saja ?
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Mohammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh penjuru alam”.[TQS Al Anbiyaa’ (21):107]
jawabannya adalah tidak , Muhammad juga mengajarkan cara berperang, cara diplomasi , cara menghargai orang tua, cara memperlakukan manusia, cara menghargai musuh, cara pendidikan yang baik, strategi politik yang baik, ekonomi yang benar , cara berpakaian , mawaris , semua nya itu telah sukses diterapkan di Negara madinah , Apakah kemajuan dunia pendidikan islam yang melahirkan ibnu sina, khaldun, ibnu hajar, al khawarizmi , tidak kita akui , apakah kemajuan system pendidikan di irak semasa abassiyah yang perpustakaannya meiliki jutaan koleksi buku tidak disebut sebagai kemajuan system islam? padahal saat itu dunia Kristen masih tertidur pulas dalam kegelapan dunia ketidak jelasan mereka .
Coba kita cari di agama lain, punya gak yang kayak gitu ?
Dan tentang upaya yang katanya untuk menolak system demokrasi,
saya melihat satu contoh adanya suatu gagasan yang berkembang dengan label berupa penolakan sistem demokrasi dan menggantinya dengan syariat islam karena mereka merasa yang namanya demokrasi secara label berada di dalam penjabaran sistem kapitalisme …
Sekali lagi , menurut saya upaya itu sangat tepat , menandakan suatu masyarakat yang sedang sadar dan bangkit dari keterpurukan akan dilemma kebodohan . coba siapa yang bisa menampikkan jika demokrasi itu tak pernah sukses diterapkan ?
setahu saya , dari jaman aristoteles dan pilsuf-pilsuf yunani lainnya pun demokrasi itu tak pernah sukses diterapkan , demokrasi tak pernah bisa mengatur polis-polis yang ada di yunani , dari Athena sampai ke troya , tak pernah sukses diterapkan . demokrasi hanya menjadi bunga-bunga filsafat kaum muktazilah yang hanya bersadaskan pada teori pemikiran belaka tanpa konsep pelaksanaan yang jelas , sampai sekarang demokrasi tak pernah sukses diterapkan . sekali lagi , siapa yang bisa membuktikan demokrasi sukses diterapkan ?
demokarasi yang berdasarkan pada kebebasan kepemilikan , kebebasan beragama, kebebasan berekspresi , kebebasan berpendapat, semua itu hanya omong kosong kebodohan belaka , siapa yang mengatakan kalau demoktrasi itu kebebasan kepemilikan jika tanah sah warga palestina dengan rakusnya direbut oleh yahudi ? dan yang membela yahudi pun merupakan bapaknya demokrasi ( amerika ) , apakah sangat demokratis negara-negara yang mengirimkan tentaranya untuk mencabut nyawa orang-orang irak dan afganistan ? apakah sebuah kebebasan beragama jika manusia di bolehkan murtad dan dibela karena kesesatannya ?, apakah kebebasan demokrasi yang membolehkan kaum homosex dan perempuan bugil eksis dan haram untuk dilarang ! , apakah demokrasi yang saban hari menayangkan berita porno yang menjadi tontonan penduduk bumi ?
dan jika ada yang mengatakan demokrasi sesuai dengan islam maka saya lebih tidak setuju lagi .
justru kapitalisme dan islam memiliki irisan karena demokrasi tidak bertentangan dengan islam, dalam hal ini demokrasi saya definisikan sebagai kebebasan berfikir bukan kekebasan bertindak karena dalam hal bertindak memiliki constrain hukum dan kepentingan orang lain.
setahu saya yang masih anak-anak ini demokrasi itu berbasiskan pada , vox populi vox dei : suara rakyat suata tuhan
Sekarang buktinya apakah realitanya seperti itu , apakah suara tuhan itu menjadi terlaksana kemauannya ? ataukah hanya menjadi kenangan kelam ?
dan yang memiliki pandangan konsep sepertiini Cuma orang orang kafir yang secara sadar mengetahui bahwa agamanya tidak sempurna ,sehingga mereka menambal ketidak sempurnaan itu dengan pemikiran -pemikiran bodoh pemikir romawi ,yunani dan prancis . suara rakyat suara tuhan hanya berlaku untuk agama yang memang tidak memiliki aturan yang jelas , secara tegas saya mengatakan bahwa demokrasi itu terlahir dari hubungan ” perzinahan ” kaum agamawan gereja katolik dan para pemikir agnostic yang tak jelas .sistem yang lahir dari tradisi agama yang tidak memiliki aturan kehidupan , apakah demokrasi yang lahir karena kekecewaan terhadap gereja menjadi pilihan kita dalam memandang hidup ?
Dan mengenai paket-paket yang tidak jelas itu saya sungguh setuju .
nah hal itu kan menjadi tidak revelan dan signifikan (kata wapres rep. mimpi) untuk diperbandingkan karena kalo memang kita sudah melihat kapitalisme itu sebagai suatu paket ideologi dan demokrasi secara label berada didalam kapitalisme justru kapitalisme dan islam memiliki irisan karena demokrasi tidak bertentangan dengan islam, dalam hal ini demokrasi saya definisikan sebagai kebebasan berfikir bukan kekebasan bertindak karena dalam hal bertindak memiliki constrain hukum dan kepentingan orang lain
demokrasi , kapitalisme dan sekularisme menjadi satu paket yang complete , anda tahu dengan yang terjadi di irak ? yang terjadi di irak itu tidak hanya seperti yang disiarkan di televisi , yang terjadi di irak adalah upaya penyebaran paket yang di sebutkan tadi , irak dihancurkan oleh kepentigan financial , cuma demi uang , Cuma demi Haliburton, demi Mobil oil, demi Caltex , hanya itu . dan kini apa yang terjadi ? upaya demokratisasi dan sekularisme mulai di tancapkan di irak , coba anda lihat irak pra perang dan irak setelah perang , apakah irak yang telah liberal ini bukan hasil dari pembibitan demokrasi ?
Coba anda lihat juga di Indonesia , privatisasi hasil bumi , sekularisme pendidikan , kebebasan berekspresi semua itu terjadi beriringan , apakah ini juga bukan sebuah paket yang complete ?
Apakah demokrasi yang mengangap masyarakat sebagai perwakilan suara tuhan yang membolehkan lokalisasi pelacuran terbesar di Asia tenggara berada di Indonesia ? ,negeri yang memeiliki penduduk muslim terbesar di dunia .
Apakah demokrasi yang membolehkan para mabusia permissif bebas menampakkan kelaminnya dengan melenggak lenggok di atas panggung dan bar-bar kaum binal ?
Apakah demokrasi juga yang membolehkan anak-anak manusia menjadi homo ?
Apakah demokrasi yang katanya kebebasan kepemilikan itu yang membuat warga papua mati kelaparan ? sedangkan mereka memiliki cadangan emas terbesar di dunia.
Apakah demokrasi yang mengambil paksa hasil migas bumi Aceh yangmenyebabkan orang-orang aceh menjadi berontak ? puluhan tahun malah , yang menyebabkan ribuan kaum istri menjadi inong balee dan puluhan ribu anak kehilangan kasih sayang bapaknya ?
Apakah juga demokrasi kapitalistik seperti yang terjadi di PT. SAI lhoknga yang tanahnya resmi milik masyarakat aceh tetapi pemerintahan Aceh tidak memiliki saham sedikitpun disitu.
Apakah demokrasi kapitalistik gaya IMF yang menghisap darah kekayaan aceh dengan IFC ( International Finance Corporation ) nya di PT .SAI ?
Dan, apakah sosialis me yang membuat orang-orang pintar di kuba sama derajat nya dengan babu menjadi solusi yang bisa dibanggakan ?
Apakah sosialisme yang membuat professor-profesor di Soviet tiap pagi mengantri sebungkus roti dan segelas susu bersama para buruh menjadi pujaan kita ?
Dan yang paling penting , saya dengan tegas tetap percaya bahwa setiap masalah masalah yang terjadi saat ini selalu disebabkan oleh suatu hal yang namanya ideology .
Dari kehancuran system islam 1924, jatuhnya Soekarno, perang Teluk, pecahnya Soviet, kemisknan di Kuba , krisis ekonomi 97 , kemiskinan di Afrika, kelaparan , kerusakan system kekeluargaan, penyimpangan perilaku seksual , kebebasan seksual , pemanasan global , jeratan bunga hutang , perperangan , hancurnya nilai mata uang , tingginya harga minyak , dan lainnya , semua itu terjadi karena benturan kepentingan ideology dan tak ada yang lain .
Jika itu yang disebut sebagai Demokrasi , Kapitalisme atau Sosialisme yang katanya suatu system yang sangat beradab , dan menjadi pilihan kita mahluk bumi maka saya tidak tahu lagi harus berkata apa .??
Apakah ini sebuah kegilaan ataukah sebuah ke norma-lan ???
Ah , terserah anda-anda saja mau memilih apa ! . #$%&
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang
diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka” (Al-Maa-idah49)“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”(Al-Maa-idah 44)
wallahualam bisshowab .
Dan ini ada cuplikan perbandingan dari ke tiga ideology ini :
- Sumber Ideologi
- Kaptalisme: Buatan akal manusia yang penuh keterbatasan
- Sosialisme/Komunisme: Buatan akal manusia yang penuh keterbatasan
- Islam: Wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW
- Dasar qiyadah fikriyah (pemikiran prioritas/kepemimpinan berfikir)
- Kaptalisme:Sekularisme,yaitu memisahkan agama dari Kehidupan masyarakat dan negara
- Sosialisme/Komunisme: (dialetika)materialisme dan evolusi materialisme
- Islam: Laa Ilaha illa Llah, yaitu menyatukan antara hukum Allah SWT dgn kehidupan (Aqidah Islam)
- Pembuat Hukum dan Aturan
- Kaptalisme: Manusia
- Sosialisme/Komunisme: Manusia
- Islam: Allah SWT lewat wahyunya. Akal manusia berfungsi menggali fakta dan memahami hukum dari wahyu
- Fokus
- Kaptalisme: Individu diatas segalanya. Maysarakat hanyalah kumpulan individu2 saja(individualisme)
- Sosialisme/Komunisme: Negara diatas segalanya. Individu merupakan salah satu gigi roda dlm roda masyarakat yg berupa sumber daya alam, manusia, barang produksi dll(satu kesatuan yaitu materi).
- Islam: Individu merupakan salah satu anggota/bagian masyarakat(masyarakat=kumpulan manusia,pemikiran,perasaan,dan peraturan)
- Ikatan Perbuatan
- Kaptalisme: Liberalisme (kebebasan) dlm masalah aqidah, pendapat, pemilikan dan kebebasan pribadi
- Sosialisme/Komunisme: Tidak ada kebebasan dlm aqidah dan kepemilikan sedangkan dlm hal perbuatan ada kebebasan
- Islam: Seluruh perbuatan terikat dgn hukum syara’. Perbuatan baru bebas dilakukan bila sesuai dgn hukum syara’.
- Tolak ukur kebahagiaan
- Kaptalisme: Meraih sebanyak2nya materi berupa harta, pangkat, kedudukan, dll
- Sosialisme/Komunisme: Meraih sebanyak2nya materi berupa harta, pangkat, kedudukan, dll
- Islam: Mencapai ridha Allah SWT yg terletak dlm ketaatannya dlm setiap perbuatan
- Kebebasan pribadi dalam berbuat
- Kaptalisme: Mendewakan kebebasan pribadi demi meraih kebahagiaan yang mereka definisikan
- Sosialisme/Komunisme: Mendewakan kebebasan pribadi demi meraih kebahagiaan yang mereka definisikan
- Islam: Distandarisasi oleh hukum syara’.Bila sesuai bebas dilakukan ,bila tidak maka tidak boleh dilakukan
- Pandangan terhadap masyarakat
- Kaptalisme: Masyarakat merupakan kumpulan individu-individu.
- Sosialisme/Komunisme: Masyarakat merupakan kumpulan dan kesatuan manusia, alam dan interaksinya dengan alam
- Islam:Masyarakat merupakan kumpulan individu yang memiliki perasaan dan pemikiran yang satu serta diatur oleh hukum yang sama.
- Dasar perekonomian
- Kaptalisme: Ekonomi berada ditangan para pemilik modal .Setiap orang bebas menempuh cara apa saja.Tidak dikenal sebab-sebab pemilikan. Jumlahnya pun bebas dimiliki tanpa batasan.
- Sosialisme/Komunisme: Ekonomi di tangan negara. Tidak ada sebab pemilikan, semua orang boleh mencari kekayaan dengan cara apapun. Namun jumlah kekayaan yang boleh dimiliki dibatasi.
- Islam: Setiap orang bebas menjalankan perekonomian dengan membatasi sebab pemilikan dan jenis pemiliknya. Sedangkan jumlah kekayaan yang boleh dimiliki tidak dibatasi.
- Kemunculan sistem aturan
- Kaptalisme: Manusia membuat hukum bagi dirinya berdasar fakta yang dilihatnya.
- Sosialisme/Komunisme: Sistem aturan diambil dari alat-alat produksi
- Islam: Allah telah menjadikan bagi manusia system aturan untuk dijalankan dalam kehidupan yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW. Manusia hanya memahami permasalahan, lalu menggali hukum dari Al Qur’an dan As Sunnah.
- Tolok ukur
- Kaptalisme: Manfaat kekinian
- Sosialisme/Komunisme: Tolok ukur materi
- Islam: Halal-haram
- Penerapan hukum
- Kaptalisme: Terserah individu
- Sosialisme/Komunisme: Tangan besi dari negara (otoriter)
- Islam: Atas dasar ketaqwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan dari masyarakat(penerapan hukum pada masyarakat oleh negara)
Notifikasi :
- Maaf jika tulisan saya tidak tertata rapi dan kurang benar
- jika ada sesuatu hal yang salah mohon dapat di koreksi , berhubung saya masih sedang belajar dalam menulis
- dan opini ini hanya pendapat pribadi dari saya yang umur-nya baru masuk 20 tahun ini , dan tidak mewakili kelompok apapun .
DIarsipkan di bawah: aceh, menulis, opinion, primelista | Tagged: aceh, debat, demokrasi, islam, kapitalisme, sosialisme, tanggapan., teman














jangan panjang-panjang bang…!
he he he
salut deh…!
rajin banget nulisnya!
Tidak masalah setuju atau tidak. Pada akhirnya, teori akan teruji di lapangan juga. Seperti main bola, banyak teorinya, tapi banyak yang tidak bisa mempraktekkan dengan baik
Intinya sama: apapun ideologi, sejarah akan mencatat jalannya.
Atas nama agama banyak sejumlah teori-teori keluar, dan tetap saja ada cacat-celanya. Okelah, bukan agamanya yang salah, tapi orangnya. Konon demikian selalu dalihnya kalau ada teori berlapis agama yang keliru saat diterapkan, bukan?
Kalau memang demikian, kenapa harus bersikukuh bahwa everything is wrong except my own opinion?
Permasalahannya: debat-kusir tentang Islam sebagai teologi atau Islam sebagai ideologi sendiri masih dipersengketakan. Konsep kekhalifahan yang dihikayatkan akan menjamin dunia lebih baik, masih dipertanyakan karena ego arabisme yang menjadikan satu bangsa sebagai pilihan. Opini yang membuat saya memandang sikap chauvinis begitu menjadi hipokrit dengan kebencian muslim pada Yahudi karena konon Yahudi sombong sebagai bangsa pilihan. Apa bedanya dengan kesombongan Arab yang merasa harus memegang kekhalifahan dunia?
Sejarah juga mencatat ketimpangan Wilayatul Fakih-nya Khomeini yang mendudukkan ulama dan umara seranjang dengan pengusaha. Produk kapitalis apa yang tak ada di Iran sampai hari ini? Coca-cola ada di pojok jalan kota. KFC juga bisa ditemui. Apa bedanya?
Teori, dibumbui dengan sentimen agama, yang lebih sering jadi pondamen berpandangan daripada fakta dan kenyataan di lapangan sejarah. Sekarang lihatlah Indonesia sendiri, dengan parpol2 yang mengaku partai berideologi Islam: Parpol mana yang 100% setuju hukuman mati untuk koruptor, sementara di China yang komunis koruptor dieksekusi tanpa banyak basa-basi.
Apa artinya? Sekali lagi: Teori, dan sentimen agama yang sering jadi perangkap tiap menjelang pemilu. That’s it.
We’re moslem. Both of us. Tapi kita punya jalan dan pandangan berbeda dalam mengaplikasikan opini.
Jika, bagimu, dunia harus dibelah dengan hitam dan putih, maka banyak hal harus dibenahi. Misal, berhentilah memakai Windows XP karena Microsoft konon berperan dalam sumbangan dana untuk peluru Israel. Atau, jangan gunakan WordPress.com, karena sistem yang digunakan untuk WordPress.com ini dibangun oleh non-muslim. Orang-orang kafir™ yang sudah biasa makan roti kapitalis™
Karena alasan bahwa ini adalah pilihan? Well… hal yang sama berlaku saat memilih cara untuk memandang, jalan untuk mencapai tujuan.
Perkara apakah Tuhan ridha atau tidak, biar saja terjawab dengan apakah nasib berpihak pada orang yang cenderung sosialis™ seperti saya, atau orang2 seperti di PPP yang wakil2 rakyatnya ketangkap karena korupsi baru2 ini, atau PKS yang saya ndak tahu jelas apa sih maunya di pemerintahan, selain logo Islamisasi peradaban semata. Errr… Pembibitan Kelapa Sawit, kan? Agaknya itu juga yang sedang terjadi dengan penggandrung dikotomi kiri dan kanan
Ya sudahlah. Mari setuju untuk tidak setuju saja
Islam itu bagus, semua agama bagus. sepanjang tidak menjadi ideologi. Itu bisa jadi boomerang soalnya. contoh kecil, quoted from you:
Ok ideologi islam sukses diterapkan di negara madinah, (saudi arabia?), cara memperlakukan manusia, yea kita bisa liat itu dari cara mereka memperlakukan TKW kita kok haha. Itukah ideologi islam? well you can escape with so many answer, namun tetap saja sepanjang kita menganggap madinah menerapkan ideologi islam, maka perlakuan itu adalah bagian dari ajaran islam.
Ah ini emang argumen dangkal, tapi aku pikir, tulisan dangkal pun harus diberi argumen dangkal, bukan begitu bukan? hehehe.
**************************************************************************
Oh ya, ada yang ketinggalan:
Bicara tentang ideologi kok jadi perbandingan agama dengan bawa-bawa agama lain ini? Sosialisme. Kapitalisme, bla bla bla itu nggak ada urusan sama sekian perang salib dan perang ini-itu setahu saya.
Maaf, dengan segala hormat pada perbedaan pandangan kita terhadap agama: pemikir2 Kristen bisa melakukan reformasi pemahaman, dan bisa mengakui sejumlah kesalahan di abad2 sebelumnya yang dilakukan oleh pemuka mereka. Apa orang Islam mau mengakui cacat dalam sejarah yang dilakukan orang-orang dulu?
Hahaha…. perang Muawiyah dengan Ali yang membelah Sunni dan Syiah saja, masih dibenarkan oleh muslim Sunni bahwa tak boleh menyebut kesalahan Muawiyah cuma karena dia sahabat Nabi. Jelas2 itu perang pengkhianatan terhadap perjanjian. Segelintir ulama Sunni malah menjelek-jelekkan Syiah. Itu wujud ideologi Islam jugakah? Bukankah tetap saja cacat sejarah Muawiyah, peduli dia sahabat nabi atau bukan, tetap harus diterima sebagai fakta?
Ehm…. saya cuma mau tetap pada topik. Kalo perbandingan Islam (dengan argumen sebagai ideologi) vs Sosialism vs Demokrasi vs Kapitalisme, tetap saja pada itu. Kalo sama agama lain, bukan urusan ideologi itu. Sudah urusan iman masing-masing
persoalan ideologi memang tidak akan selesai bila hanya dibahas di dalam halaman blog..apalagi menggunakan debat kusir seperti ini..tapi secara mendasar islam memang merupakan ideologi..mengapa kita sulit membedakan antara yang benar dan yang salah adalah karena peran besar paham relativitas kebenaran yang sudah menjadi patron berfikir mayoritas masyarakat!
Benar. Tidak akan pernah selesai, ketika yang diungkit hanya cacat-celanya semata. Malulah pada Rasulullah, yang tak ragu belajar menyulam meski beliau laki-laki dan itu pekerjaan yang konon kodratnya wanita. Tak semau di bumi bisa dipandang dengan hitam dan putih saja
Islam itu ad-dien. Agama. Lebih tinggi levelnya dari ideologi, apalagi yang cuma buat ngumpulin massa demi pencoblosan, misalnya. Melecehkan agama kalau boleh saya katakan, ketika Islam dipersamakan dengan ideologi. Errr… bukankah kita marah karena Islam disamakan dengan Sosialisme? Kenapa mesti mempersamakan dengan ideologi kalau demikian?
Dan di situlah tugas aktivis-aktivis muslim, apakah saya, kamu atau yang lainnya, untuk meluruskan relativitas kebenaran yang kebablasan dan sering berujung pada pembenaran 1001 dalih, bahkan digunakan untuk menggugat Tuhan dan mengejek-ejek tauhid.
Kalau cuma sebatas stiker dan tempelan tulisan, everything’s bullshit!
*ikut2an pake tanda seru saya ini*
ha..ha..ha..b’alex juga ikut-ikutan ngomentari komentar saya..kaya-a perlu forum khusus untuk membahas ini..karena kalo harus menjabarkan islam ideologis yang saya maksud saya tidak akan menggunakan argumen semata tapi juga landasan filosofis yang menjadi pola pikir ini..dan yang penting b’alex tenang aja karena saya bukan kader salah satu partai islam yang ikut pemilu jadi tidak akan mengagung-agungkan islam versi partai saya..kalo perlu kita ketemu dimana gitu..anggap aja silaturahmi..tapi kalo anda di banda aceh..namun kalo diluar aceh ya gmana ya?
Judas menyebutkan eli-eli lama sabakhtani? well you should read your reference again my dear friend. ah tapi sudahlah, saya ga mau berdebat tentang itu. biarkan urusan sejarah agama jadi urusan ahli-ahli agama. Yang merasa jadi ahli agama silahkan ngacung? haha
But yet again, your reply show how shallow you are. Dan gag perlu takut untuk bikin tulisan yang menurut standart nya dik muda `dalem’. your writing is still far away from the writing standart that will change me.
yakin cuma islam yang mengajarkan tidak hanya sebagai agama yang mengatur hal-hal personal spiritual, akan tetapi juga memiliki suatu perangkat peraturan yang menyeluruh dalam aspek kehidupan yang kesemuanya termaktub dalam Al-quran, As-sunnah maupun ijtihat para ulama?
pernah tau konfusianis ga? itu bukan hanya way of life yang megarah pada hal-hal spiritual, tapi juga pada hal-hal lain seperti hubungan antar sesama manusia, pemerintahan, dll. well, menurut yang saya pelajari konfusianis ini juga masih bisa kita lihat kok di kebudayaan asia timur.
jadi ya mas, kalau mau nulis sesuatu yang dalam tolong lebih teliti lagi. kalau emang mau bikin perbandingan, tolong diteliti lagi, apa objeknya seimbang. masa islam disamakan dengan ideologi?
Wah blognya seru banget neh… Baru tau ana. Salam kenal mas
[...] main hakim sendiri di Jalur Gaza itu. Negara-negara yang belakangan didominasi aliran sosialisme (yang ditentang habis-habisan oleh Muda Bentara) sebagai refleksi kebencian pada NAFTA-nya Paman [...]