Perbedaan .

Tadi tepatnya jam 12.30, aku dan teman ku si Reza pergi ke sekretariat jurusan untuk bertemu dengan dosen wali dan Pak Marzuki ( koordinator KP ) , untuk mengurus surat menyurat perizinan KP , uhhhh.. ribet banget rupanya tuk ngurus nih surat , dosen-dosennya pada sok sibuk semua , dah kayak pejabat aja nih dosen

Beberapa menit menunggu akhirnya kesempatan bertemu dosen itu datang juga, seperti biasa, birokrasi nya lambat banget , jadi boring dah saya , kebanyakan dosennya terlalu taat kepada regulasi yang membuat kami kehilanghan emiosi…heheh …

Lagi asik asiknya menikmati dingin nya Ac jurusan , lalu kawan saya si reja berkomentar,

” Eh, enak kali ya jadi orang pintar ( dosen-red ) ,”

” Waktu kerja selalu dingin kerna Ac “

” Waktu pulang dingin juga kena Ac mobil “

” Waktu dirumah dingin lagi kena Ac “

” Wuuhh enak banget ya jadi orang pintar , “

” Coba tukang becak , udah kerja panas “

” Waktu di jalan panas “

” Apalagi pulang kerumah , ya tambah panas .. “

Begitu ungkapan teman saya itu .

Saya jadi berfikir dengan pernyataan teman saya tadi ,

Betapa ilmu itu dapat menjadikan manusia berbeda derajatnya , berbeda status dan kesejahteraan , klo kita bertanya , yang membedakan si tukang becak dengan si dosen itu apa ? kan mereka sama-sama bekerja , mereka sama-sama manusia , mereka sama-sama berusaha , dan pastinya perbedaan mereka bukan pada lingkup ke-fisik-an , melainkan kemampuan dalam taraf ilmu pengetahuan , dan pengetahuan itu lahir dari ketekunan , ketekunan akan meraih impian , impian tuk menjadi lebih baik , menjadi lebih sejahtera .

Dan si tukang becak tadi juga telah berusaha , paling tidak usaha untuk anak-anaknya , agar mereka kelak tidak menjadi seperti ia .

Ah si muda , sok bijak lo.

Tinggalkan Balasan