<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kesesatan itu ???</title>
	<atom:link href="http://mudabentara.wordpress.com/2008/08/06/kesesatan-itu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mudabentara.wordpress.com/2008/08/06/kesesatan-itu/</link>
	<description>.:: Just an ordinary mind  from an ordinary person with an ordinary life ::.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 17:34:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ferza</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2008/08/06/kesesatan-itu/#comment-103</link>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 20:50:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=306#comment-103</guid>
		<description>ha..ha..ha..masih ingat juga rupanya atm ma acara itu..kalo dia mengatakan kita sesat berfikir..sebenarnya dia mengalami kegenitan intelektual...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ha..ha..ha..masih ingat juga rupanya atm ma acara itu..kalo dia mengatakan kita sesat berfikir..sebenarnya dia mengalami kegenitan intelektual&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aulia</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2008/08/06/kesesatan-itu/#comment-102</link>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 02:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=306#comment-102</guid>
		<description>le that peugah haba dum awai sosialis lagoe, jak tablajar kitab bak tengku-tengku na cit pahala.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>le that peugah haba dum awai sosialis lagoe, jak tablajar kitab bak tengku-tengku na cit pahala.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alex&#174;</title>
		<link>http://mudabentara.wordpress.com/2008/08/06/kesesatan-itu/#comment-101</link>
		<dc:creator>alex&#174;</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 14:52:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mudabentara.wordpress.com/?p=306#comment-101</guid>
		<description>Ulasan bagus :)

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli dengan segala pembelahan ideologi demikian, apakah dengan dasar religi atau bukan. 

Karena sering sekali semua itu cuma jargon dan simbolisasi belaka, yang gampang didompleng oleh siapa saja. Maka, jangan heran kalo ada para sekular mendompleng atau bahkan memang mencampur sosialisme itu sendiri utk pembenaran ke-&quot;tidak-suka&quot;-an mereka pada agama. 

Ya, saya cenderung pada apa yang disebut sosialisme Islam itu. Tapi maaf, bukan modelnya Fuad Mardhatillah atau Kemal Pasya itu. Saya tidak memiliki persetujuan konsep dengan mereka. 

Dalam banyak hal, saya lebih condong pada metode Ali Shariati (please..... don&#039;t judge him just because SYIAH) yang diperluas dengan gagasan Noam Chomsky dan Hasan Al Banna. 

Intinya: siapa yang butuh labelisasi ideologi ketika ide ada di benak setiap orang? :)


BTW, saya memang tidak suka dengan pola pikir Sulaiman Tripa, tapi juga tidak mendukung modelnya Kemal Pasya ce-es itu. Bagi saya, Islam itu agama pertengahan yang tidak kiri dan tidak kanan. Sebaik-baik umat yg menjadi penyeimbang ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ulasan bagus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli dengan segala pembelahan ideologi demikian, apakah dengan dasar religi atau bukan. </p>
<p>Karena sering sekali semua itu cuma jargon dan simbolisasi belaka, yang gampang didompleng oleh siapa saja. Maka, jangan heran kalo ada para sekular mendompleng atau bahkan memang mencampur sosialisme itu sendiri utk pembenaran ke-&#8221;tidak-suka&#8221;-an mereka pada agama. </p>
<p>Ya, saya cenderung pada apa yang disebut sosialisme Islam itu. Tapi maaf, bukan modelnya Fuad Mardhatillah atau Kemal Pasya itu. Saya tidak memiliki persetujuan konsep dengan mereka. </p>
<p>Dalam banyak hal, saya lebih condong pada metode Ali Shariati (please&#8230;.. don&#8217;t judge him just because SYIAH) yang diperluas dengan gagasan Noam Chomsky dan Hasan Al Banna. </p>
<p>Intinya: siapa yang butuh labelisasi ideologi ketika ide ada di benak setiap orang? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>BTW, saya memang tidak suka dengan pola pikir Sulaiman Tripa, tapi juga tidak mendukung modelnya Kemal Pasya ce-es itu. Bagi saya, Islam itu agama pertengahan yang tidak kiri dan tidak kanan. Sebaik-baik umat yg menjadi penyeimbang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
