Kesesatan itu ???

Tadi saya membaca kembali isi comment bang Alex tentang tulisan saya yang berjudul ” Aku dan Kita “

Begini kutipan sebagian comment tersebut :

Apakah benar demikian? Ada beda tipis antara ideologi sosialis itu sendiri dengan cabang-cabangnya, seperti sosialisme libertarian, libertarian indivualism, sosialisme islam, hingga komunisme. Persamaan dalam sosialisme memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Yang menarik dari comment bang Alex ini adalah tentang penggunanan kata ” soaialisme islam

Karena saya pernah bermasalah dengan pendukung sosialisme jenis ini , kejadian-nya kira-kira 5 bulanan yang lalu , tepatnya saat saya dan teman saya ( Ferza ) mengikuti acara diskusi dan pelantikan Mahasiswa Peduli Perdamaian Aceh ( MAPA ) , sebuah organisasi baru bentukan mahasiswa Unsyiah dan IAIN , yang bertujuan untuk memantau proses perdamaian di Aceh .

Dan permasalahan itu bermula ketika di sesion ke dua acara tersebut yang menghadirkan pembicara utama yaitu Fuad Mardhatillah ( Dosen IAIN Ar-raniry ), dan Teuku Kemal Pasya ( Dosen UNIMAL ), kalau tidak salah keduanya hadir dalam acara tersebut sebagai pengamat sosiologi , paparan mereka di forum tersebut sangat luar biasa , karena ditunjang dengan kemampuan akademis mereka yang memang sangat luar biasa .

Seperti yang saya ungkapkan tadi , puncak masalah itu bermula pada saat sesion Tanya jawab , yang kebetulan saat itu teman saya ( Ferza ) juga mendapat giliran bertanya , pertanyaan bang ferza tidak menjurus langsung ke pokok pertanyaan , melainkan lebih ke pemaparan ide ,dan teman saya Ferza berpendapat bahwa :

” Islam itu adalah sesuatu system yang sangat sempurna , yang di dalamnya telah tercantum keseluruh hal , baik social maupun personal , yang semuanya telah terbukti ampuh menyelesaikan permasalahan manusia , dan menurutnya lagi sosialisme itu bukan sesuatu hal yang berasalkan dari Islam , dan islam sngat berbeda dengan sosialisme “

begitu kira-kira isi pemaparan Ferza yang masih saya ingat

dan sesi jawaban pun dimulai , saat si Teuku Kemal Pasya menanggapi argumentteman saya ferza , menurut si Kemal ,

” islam itu sangat sosialis , terlepas dari percaya tuhan atau tidak , dan menurut fakta yang ia peroleh , pergerakan-pergerakan islam di Timur Tengah kini mulai beralih kepada sosialisme islam . dan menurut nya lagi , mengatakan islam itu tidak sesuai dengan sosialisme , itu merupakan suatu wujud dari kesesatan berfikir , itu kesesatan berfikir lanjutnya lagi , dan harus di bersihkan otak kita . “

Dan tanggapan dari Fuad Mardhatillah pun tak jauh berbeda dengan si kemal .

Saya sangat jengkel saat mendengar ungkapan si Kemal ini yang mengatakan pendapat teman saya yang seide dengan saya itu sebagai suatu kesesatan berfikir , sungguh aneh menurut saya seorang sosiolog berbicara secara gamblang menjudge seseorang melakukan sebuah kesesatan , bukankah seorang sosiolog itu seseorang yang bijak , yang hidup dari pandangan social kebersaamaan , yang dikelilingi oleh filosofi kebenaran yang nisbi ?.

Dan akhirnya kesesatan itu mendapatkan jawabanya ,

Tepatnya dua bulanan yang lalu , saat booming-nya kasus FPI dan AKKBB , dan yang menjadi sorotan saya dalam kasus ini adalah , tentang organisasi-organisasi yang mendukung kesesatan ahmadiyah yang terkabung dalam jaringan AKKBB , dan salah satunya adalah organisasi yang berasal dari bumi serambi Mekkah dan organisasi itu tak lain dan tak bukan adalah Komunitas Peradaban Aceh ( KPA ) yang di ketuai oleh Teuku Kemal Pasya , manusia yang pernah mengatakan pemikiran kami ( saya dan Ferza ) sebagai sebuah kesesatan berfikir .

Dan berikut ini daftar organisasi yang tergabung dalam jaringan pendukung Kesesatan AKKB :

Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)
Indonesian Conference on Religion and Peace, National Integration Movement, The Wahid Institute, Kontras, LBH Jakarta, Jaringan Islam Kampus, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Studi Agama dan Filsafat, Generasi Muda Antar Iman, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama, Komunitas Jatimulya, eLSAM, Lakpesdam NU, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang, Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Crisis Center GKI, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Forum Mahasiswa Ciputat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, Tim Pembela Kebebasan Beragama, El Ai Em Ambon, Fatayat NU, Yayasan Ahimsa (YA), Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta, Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta, Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso, Komunitas Gereja Damai, Komunitas Gereja Sukapura, GAKTANA, Wahana Kebangsaan, Yayasan Tifa, Komunitas Penghayat, Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin, Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan, Muslim Institut Medan; PUSHAM UII Jogjakarta, Swabine Yasmine Flores-Ende, Komunitas Peradaban Aceh, Yayasan Jurnal Perempuan, AJI Damai Yogyakarta, Ashram Gandhi Puri Bali, Gerakan Nurani Ibu, Rumah Indonesia, BEM STF Driyarkara

Di daftar nama baris terakhir yang saya merah-kan tercantum nama Komunitas Peradaban Aceh , dan ini cuplikan pencarian search engine gooogle-nya yang menampilkan secara gamblang nama ketua Komunitas Peradaban Aceh :

Welll … sungguh aneh jika kita melihat kenyataannya , disaat semua umat Islam bersatu padu melawan kesesatan , kok dari Aceh , bumi Syariat Islam ini muncul pula pembela kesesatan itu , yang makin tambah aneh si Kemal ini dulunya merupakan ketua FORMASI( Forum Mahasiswa Syariah Se Indonesia ) , ingat !!! , ketua Forum Mahasiswa Syariah lho … , dan bukan yang lain .

mungkin apakah ini yang diajarkan oleh dosen-dosen syariah kepada mahasiswanya ? ataukah mahasiswanya sendiri yang melenceng ( si Kemal ) , sungguh sangat mengecewakan , seorang dosen yang dulunya kuliah di jurusan Syariah di IAIN , yang mengganggap pemikiran sendiri yang paling benar , kok bisa melenceng jauh ya ? dan dengan gigih-nya membela kesesatan ……

Kalau kini ditanya yang sesat itu yang mana , mungkin saya sudah tidak tahu lagi harus menjawab apa , apakah yang sesat itu saya dan ferza , ataukah si Kemal dengan AKKBB nya ???

Wallahualam bisshowab .

Notifikasi:

  • Menurut saya si Teuku Kemal Pasya itu nampaknya harus mengubah namanya , jangan lagi menggunakan nama yang sama dengan si ” Kemal Pasya Attaturk ” si penghancur Islam dan bapaknya sekularisme , karena jika tidak, dijamin dia akan mengikuti jejak si Attaturk .
  • Alamat blog teman saya Ferza , yaitu : http://ferza.wordpress.com
  • Nama-nama organisasi pendukung AKKBB diperoleh dari situs resmi AKKBB : http://akkbb.wordpress.com
  • http://kingagung.wordpress.com , adalah blog -nya si Kemal .

3 Tanggapan

  1. Ulasan bagus :)

    Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli dengan segala pembelahan ideologi demikian, apakah dengan dasar religi atau bukan.

    Karena sering sekali semua itu cuma jargon dan simbolisasi belaka, yang gampang didompleng oleh siapa saja. Maka, jangan heran kalo ada para sekular mendompleng atau bahkan memang mencampur sosialisme itu sendiri utk pembenaran ke-”tidak-suka”-an mereka pada agama.

    Ya, saya cenderung pada apa yang disebut sosialisme Islam itu. Tapi maaf, bukan modelnya Fuad Mardhatillah atau Kemal Pasya itu. Saya tidak memiliki persetujuan konsep dengan mereka.

    Dalam banyak hal, saya lebih condong pada metode Ali Shariati (please….. don’t judge him just because SYIAH) yang diperluas dengan gagasan Noam Chomsky dan Hasan Al Banna.

    Intinya: siapa yang butuh labelisasi ideologi ketika ide ada di benak setiap orang? :)

    BTW, saya memang tidak suka dengan pola pikir Sulaiman Tripa, tapi juga tidak mendukung modelnya Kemal Pasya ce-es itu. Bagi saya, Islam itu agama pertengahan yang tidak kiri dan tidak kanan. Sebaik-baik umat yg menjadi penyeimbang ;)

  2. le that peugah haba dum awai sosialis lagoe, jak tablajar kitab bak tengku-tengku na cit pahala.

  3. ha..ha..ha..masih ingat juga rupanya atm ma acara itu..kalo dia mengatakan kita sesat berfikir..sebenarnya dia mengalami kegenitan intelektual…

Tinggalkan Balasan