Hujan itu datang lagi …

hujanPagi ini dingin …,

akhirnya hajan itu kembali datang,

mungkin ia rindu ingin menyapa tanah yang malang ini,

tanah yang tidak dijamahnya selama berbulan-bulan,

lama pergi, lalu muncul kembali,

hujan itu akhirnya kembali menyapa,

mengguyur tanah banda-ku bagaikan teman lama yang tak pernah berjumpa,

Alhamdulillah kata ku dalam hati,

hujan itu pasti tak hanya turun sekali,

Pasti berkali-kali …. Itu pasti,

Ia rindu akan cumbuan tanahku ketika bergumul dengan airnya,

Bersatu tak terpisahkan,

Aku bahagia , itu tentu ,

Paling tidak sumur-ku tak kering lagi , seperti biasanya ia kering 2 kali dalam sehari,

Ayahku mungkin juga menjadi lega,

Tanaman-tanamannya pasti akan bersemi kembali,

Memamerkan kecentilan mekar bunga-nya,

Menampakkan keanngunan-ciptaan sang penguasa,

Kemarin tanaman itu hanya bisa cemberut , karena hujan meninggalkannya,

Hujan berhenti mencumbunya.

Kini ia sedang riang gembira,

Karena ia tak jadi mati.

Begitu juga dengan banda-ku,

Banda-ku juga menjadi sangat bahagia,

Paling tidak ia tak ditemani daki polusi hari ini,

Hujan itu telah memandikannya,

Membersihkan udara dan tanahnya dari karbon-karbon kepunyaan manusia bodoh,

Mungkin ia sedang berbangga , bergaya dengan kesegaran yang diberikan oleh hujan,

Banda-ku menjadi besar hati, karena sungainya tak lagi keruh,

Tak lagi menampakkan lumut-lumut hijau dan sampah yang menumpuk.

sampah-sampah itu telah hanyut kata banda-ku berbangga …

Debu-debu jalanan itu juga telah kehilangan taringnya,

pada hari ini ia telah kalah, debu itu kembali ke tanah ….

Begitu juga dengan-ku,

Aku bersyukur kepada ALLAH karena hujan itu datang kembali,

Paling tidak hujan itu tak pernah mneghalangiku tuk pergi mandi ke mata ie,

Tidak seperti beberapa hari kemarin,

Mata-ie ngambek kepadaku dan penggemarnya yang lainnya,

Ia marah…. Dan tak mengeluarkan airnya, sehingga membuat kolamnya hamper kering,

dan harapanku menjadi pupus tuk bisa mencicipi dingin-nya dekapan airnya,

Ia marah karena hujan tak menyapanya,

Hujan tak cinta lagi padanya.

Tetapi tadi , hujan itu telah datang lagi …

Kurasa pasti mata-ie telah “dingin” kembali…

Ia pasti mau menjamu-ku dengan kecupan air-nya.

Sehingga tak membuatku menjadi bodoh,

tuk pergi mencicipi muara lhoknga,

yang penuh dengan wanita hamil dan segerombolan kurcaci kecil yang suci….

6 Tanggapan

  1. Fuisi yang indah… coba dibacain sama Taufik Ismail, asyik… :D

    Selamat menikmati setiap tetesan hujan :)

  2. apa yang km rasakan saat membaca blog ini?
    hanya ingin tersenyum
    lalu aku pun tersenyum=)

  3. Di Banda Aceh juga kah???

    Sering hujan ya belakangan ini? :?

  4. di banda aceh juga …. sayang kota ku ini sering kering daripada basah ..

  5. Aku suka terik matahari dan tetes air hujan. Aku suka perpaduan antara keduanya. Berhubung setiap kali ke Banda Aceh aku harus tinggal jauh dari kantor, aku lebih suka Banda Aceh yang tanpa hujan. Huhu…

  6. aku sangat menyukai hujan, baik deras, rintik saja, ataupun saat matahari bersinar, aku suka hujan..

Tinggalkan Balasan