Don…
Dimana kau kini? Sudah lama kita tak jumpa, rindu juga. Don, masihkah kau tinggal di Spanyol? Aku punya cita-cita tuk mengunjugi tanahmu Barcelona, kenalkan aku dengan Pablo, aku ingin bertanya banyak padanya tentang bikini.
Sudah lama aku ingin ke tempatmu Don, namamu masih Antonio Gracia kan? Aku dengar dari Jensen kini kau sibuk kesana kemari berlalu lalang ria, Barcelona-Sevilla, Bogotta-Buenos airess-Illinois, apakah kau masih menekuni bisnis itu?
Apa kabar dengan kartel bisnismu kini? Masihkah kau dikejar tentara bayaran Jimmy Carter? Apakah setoranmu tak cukup? Don, aku juga rindu dengan serbuk putihmu itu, bunganya indah, aku suka, tapi jagan berikan aku marijuana Don, karena ditempatku rasanya lebih enak, ditempatku kualitasnya nomer satu, banyak manusia pucat Amsterdam memajangnya di outlet resmi mereka, di Amsterdam sana.
Jika kau nanti sempat kesini, akan kujamu dirimu dengn gulai marijuana, biar kau tahu, sensasinya mengalahkan kenikmatan anggur burgundy yang paling lama. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: aceh, curhat, perempuan, sastra | Ditandai: aceh, barcelona, bavaria, don, galapagos, mariyuana, micaelangelo, pablo picasso, roma, spanyol, van gogh, vatican | 7 Komentar »














tak menjadi akhir dari cerita solidaritas kemanusiaan yang kami lakukan untuk membantu sesama, semoga saja ke depannya kami bisa membantu mereka lebih banyak lagi, paling tidak membantu mengadvokasi mereka agar tidak di deportasi ke negara asal yang telah menyiksa mereka . 



