Seminar “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet!”

ayo-menulis

Aceh adalah kisah yang tak pernah selesai. Lapis demi lapis tragedi dan perjuangan kehidupan mewarnai bumi Nanggroe.

Mulai dari pergolakan konflik, gebrakan ombak dahsyat tsunami, derap rekonstruksi, perjuangan masyarakat untuk bangkit kembali menata hidup pasca bencana, juga kerikil tajam yang dihadapi dalam menganyam perdamaian.Alangkah indah bila berbagai kisah pahit-manis ini dituturkan secara aktif dalam beragam perspektif. Dengan berbagi, akan terbuka wawasan untuk saling memahami keragaman.

Dengan berbagi, akan terjadi proses penyembuhan luka batin dan proses belajar menuju Aceh yang lebih baik. Dengan berbagi, wajah Aceh akan tampil secara lebih menyeluruh kepada dunia.

Demi mendorong budaya menulis, memupuk semangat berbagi kisah dan pengalaman, Komunitas Aceh Blogger akan menggelar workshop berjudul “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet!”.

Acara ini didukung oleh Ford Foundation, Global Environment Facility – Small Grants Programme Indonesia, Airputih Palapa, Institut Tempo, dan Aceh Information Technology Development. Rincian workshop sebagai berikut :

Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2009

Waktu : 09.30 – selesai

Tempat : Gedung Sultan II Selim, Aceh Community Center (ACC), Banda Aceh

Workshop ini terbagi dalam 2 sesi, menampilkan pembicara :

Sesi I : Mengapa Harus Menulis?

  1. Fauzan Santa, penulis dan pengelola komunitas penulis Dokarim, Banda Aceh
  2. Fakhrurradzie Gade, wartawan Aceh Kita
  3. Mardiyah Chamim, wartawan Tempo dan Direktur Eksekutif Institut Tempo

Sesi II : Blogging dan Jaringan Sosial

  1. Wicaksono, wartawan Tempo, tokoh blogger nasional
  2. Fadli, Komunitas Aceh Blogger

Dalam acara workshop ini juga sekaligus akan diluncurkan blog Journey To Aceh with Mardiyah Chamim (http://acehjourney.net). Blog ini diharapkan menjadi tempat persinggahan, melting pot, siapa pun yang ingin berbagi kisah tentang Aceh. Buku “Sejarah Tumbuh di Kampung Kami” yang dikemas dalam bentuk e-book (versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) bisa diunduh secara gratis dalam blog tersebut.

Selain itu juga diluncurkan situs berbasis wiki http://acehpedia.org. Siapa pun bisa bekontribusi menyumbang tulisan untuk memperkaya informasi tentang Aceh melalui situs ini.

Workshop ini sekaligus juga menjadi awal bagi kompetisi menulis Aceh di dalam ranah blog. Hadiah menarik disediakan bagi para pemenang (kriteria dan persyaratan akan diumumkan pada saat workshop). Terimakasih. Selamat berbagi. Selamat berkarya.

Cara Mendaftar;

Kirimkan SMS ke 0812 69 70 717 atau email ke fadli@acehblogger.org dengan menyebutkan nama, Alamat/Institusi dan no kontak yang dapat dihubungi.

Tempat terbatas loe, Ayo buruan Daftar. GRATIS dan hadiah-hadiah menarik menanti anda.

Semoga menjadi lebih baik .

Saya ini hidup, terkadang juga mati, karena tak selalu saya bisa menikmati dan mensyukuri kehidupan ini, terkadang hidup saya biasa saja, kadang datar, tenang, terkadang juga bergelombang, bak tangjung harapan mungkin.

hari ini umur saya menjadi bertambah tua, kata orang sih hari jadi, ndak ramee yang bilang selamat, tapi terimakasih juga lah ada beberapa yang ingat, oh ya saya ingin mengucapkan selamat hari hari lahir untuk saya, selamat bertambah tua, semoga bisa menjadi lebih baik lagi …. AMIIENNN ….

Dan mobil-mobil pun bergoyang .

Jalan itu begitu sepi, seakan tak pernah dilalui deru langkah manusia, setahun yang lalu hampir saban malam aku melintasi jalanan ini, tepatnya seminggu 4 kali , waktu itu, jalanan ini selalu menjadi penghubung bagiku untuk menuju ke suatu tempat, tak perlu dikisahkan tempatnya seperti apa, yang jelas tempat itu penuh makna .

Belakangan ini, untuk beberapa kali aku juga melewati jalanan ini, sewaktu malam tentunya, tengah malam pastinya, geliat kehidupan jalan ini masih sama seperti dulu, sunyti, sepi dan gelap, di jalanan yang panjangnya 2 kilometer ini rumah manusia hanya ada beberapa, selebihnya semak belukar,pohon pisang dan aspal hitam yang legam .

Tapi kesunyian ini bukan menjadi fenpomena utama dari kesunyioan aspal hitam ini, fenomenanya terletak pada setiap getaran dari jiwa anak manusia yang selalu berusaha tuk bisa menikmati keheningan kesunyian ini dengan raungan kenikmatan duniawi.

Ini tentang mobil bergetar itu mobil bergoyang tepatnya , hal ini aku dengar dari temanku yang bernama M.Nur, katanya “semua orang sudah tahu kalau jalan lingkar kampus yang lenganng itu sering digunaklan untuk melakukan tarian mobil goyang , bahkan ada beberapa yang tertangkap basah, tetapi sampai saat ini peminat aktivitas itu juga masih banyak “begitu tutur-nya. Baca selebihnya »

Test …

Test ….

Plurk !!!

rayuan plurk

Anda tau plurk ? saya rasa semua manusia yang punya blog pasti tau apa itu plurk, tapi belum tentu kenal ataupun memiliki accountnya.

Begitu juga dengan saya, saya kenal plurk karena saya juga memiliki accountnya, screen shoot disamping ini adalah tampilan magis plurk yang telah menghipnotis ratusan ribu jiwa anak manusia hanya untuk bertatap muka dengan homepage santai yang berlambangkan gajah buntung ini .

Ya, semua itu mereka lakukan hanya untuk melampiaskan ekspresi kehidupan yang mereka jalani, dari hal sepele sampai yang kecela, dari sekedal upil sampai dengan gadget apple yang sering menempel .

Dan Alhamdulillah saya tidak terhipnotis dengan kedigdayaan si plurk ini, toh saya tidak suka dengan format postingannya yang singkat dan sederhana . Baca selebihnya »

Laporan penggalangan dana untuk Muslim Rohingya .

Muda untuk rohingya

www.saverohingya.com

Alhamdulillah aksi penggalangan dana yang telah kami lakukan selama tiga hari untuk membantu muslim rohingnya telah selesai, tentunya ini semua pengungsi rohingyatak menjadi akhir dari cerita solidaritas kemanusiaan yang kami lakukan untuk membantu sesama, semoga saja ke depannya kami bisa membantu mereka lebih banyak lagi, paling tidak membantu mengadvokasi mereka agar tidak di deportasi ke negara asal yang telah menyiksa mereka . Baca selebihnya »

Derita Muslim Rohingya.

www.saverohingnya.com

Ketika blog tak lagi hanya sekedar bercerita .

kekejaman thailand

muslim-rohingya_big

Ini cerita tentang manusia-manusia yang terbuang itu,manusia-manusiayang terasingkan dan tak memiliki kebebasan dalam menikmati kehidupan pemberian  tuhan. mereka manusia-manusia perahu itu, manusia yang puluhan hari terapung tak tentu arah di tengah lautan yang penuh amarah.

Alunan takdir kehidupan telah menghantarkan mereka untuk bertepi ke tanah ini, mereka kini ada disini di bumi pertiwi ini, orang-orang malang itu tentunyasaudara kita juga, mereka manusia, mereka muslim, tak ubahnya seperti saudara kita manusia palestina di tanah arab sana. Baca selebihnya »

I’ am Back !!!

Saya ndak tahu, entah kenapa beberapa waktu ini, tepatnya beberapa bulan ini saya malas sekali ngeblog, tepatnya malas sekali untuk melakukan perihal ritual berpikir dan tulis menulis, ndak tahu saya kenapa hal ini terjadi, padahal saya memiliki akses tuk melakukan hal itu, padahal juga kan saya ndak harus kayak empu-empu yang dulu hidup di jaman majapahit yang harus mengukir tulisan di kulit-kulit kayu ataupun kulit binatang tuk menulis sesuatu, ataupun menggunakan papyrus seperti jaman-jaman pharaoh mesir dahulu, Ah ndak tahu saya, mungkin kadar keseriusan saya sedang menurun mungkin, tapi saya yakin kalau itu benar.

Sudah beberapa bulan ini saya ndak seserius dulu, sudah lama saya ndak mendapatkan kepuasan dan kemerdekaan berpikir selama ini, rindu rasanya tuk kembali seperti dulu, dimana otak saya yang berlendir ini bisa bekerja dengan baik kembali, saya sering memeriksa kembali kesalahan ynng saya lakukan dalam waktu belakangan ini, dan kesalahan saya yang amat patal adalah kalau saya sudah mulai lalai, saya ndak seperti dulu lagi, udah malas, malas untuk berpikir, malas untuk serius, yang lama-lama makin membuat saya jadi gak becus. Baca selebihnya »

Mereka itu.

Kini para calon dedengkot itu sibuk berbicara tentang kesejahteraan, harga minyak, perut gembung, beras karung dan kemiskinan yang menggunung.

Yah, ini adalah ritual yang selalu mereka tasbihkan kala ingin menggoda rakyat jelata,rayuan bak penyair mereka utarakan dengan berbuncah harapan yang selalu di agung-agungkan.

Rayuan itu selalu bergema dengan indahnya, keluar dari bibir-bibir kerus si calon orang besar yang kartanya selalu punya dana yang besar itu,begitulah ritual itu, selalu mengemis ria demi kurs-kursi panas gedung durjana.